Upaya Percepatan Penurunan Angka Kasus Stunting di Blora,Edy Wuryanto di Dampingi Tri Yulistyowati Sambil Joget Bersama Perserta Makin Asyiik

Istimewa

MEMOPOS.com,Blora - Program Pemerintah untuk percepatan penurunan stunting Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)Jateng ikut andil dalam program percepatan penurunan stunting, mendapat respon positif dari berbagai pihak. Acara yang digelar di Balai desa Harjowinangun kecamatan Japah bersama dengan BPOM dan dilanjutkan di Balai desa Sonokidul bersama mitra kerja BKKBN Jawa Tengah pada sabtu(19/11/22).

Sosialisasi program percepatan penurunan stunting ini dihadiri oleh Dr. H. Edy Wuryanto, .S. Kep.,M. Kep. Anggota komisi IX DPR RI,  Tri Yuli Setyowati, ST., MM. Wakil Bupati Blora, M. Sanaji. SE. MM. Camat Japah, Camat kunduran Agus Listiyono, S.SOS, M. SI,  Yadiman kepala desa Harjowinangun, Subari Kepala desa Sonokidul, Forkopincam, Danramil, Kapolsek dan tamu undangan.Yadiman kepala desa Harjowinangun Saat ditemui awak media seusai acara, menyampaikan," program dari anggota DPR RI ini hubungan dengan kinerja beliau di komisi 9 DPR RI yang membidangi di bidang kesehatan di desa Harjowinangun, beliau mengadakan komunikasi informasi dan edukasi bekerjasama dengan BPOM  dan BKKBN Jawa Tengah dalam sosialisasi mengenai Obat dan Makanan apa yang disampaikan kepada masyarakat, teks dari program pemerintah untuk mengentaskan diharapkan dengan sosialisasi ini stanting di Kabupaten Blora terutama di desa Harjowinangun, namun terdapat berapa jumlah stanting sampai saat ini di desa kami terdapat 7 orang awalnya, sebelumnya 92 kasus dan rencana untuk menanggapi kasus  yang ada di desa tersebut bisa  diatasi, untuk langkah-langkah yang pertama pemerintah Desa mengadakan sosialisasi di masyarakat kemudian pemerintah bisa lewat anggaran. Ujarnya.

Subari Kepala desa  mengungkapkan "Untuk kasus stunting di Desa Sonokidul ini terdapat 15 kasus terjadinya stunting, dan untuk harapan kedepannya kasus stunting yang terjadi diangka 0, dan masyarakat diminta untuk pola hidupnya tidak seperti dulu agar kasus stunting dapat di tangani". Ungkapnya.

Edy Wuryanto selaku penyelenggara program percepatan penurunan stunting, menambahkan , " Untuk program percepatan penurunan stunting ini dilaksanakan sampai kasus stunting ini habis. Perlu disinergikan di lapangan untuk yang namanya intervensi sensitif dan intervensi spesifik, sanitasi yang buruk pada lingkungan rumah yang tidak sehat adalah intervensi spesifik, misalnya di desa Sonokidul ini ada 15 kasus, maka temen-temen puskesmas Sonokidul itu harus kunjungan rumah ke rumah dari tenaga kesehatan yaitu harus mendampingi 15 rumah yang anggota keluarganya terdapat kasus stunting.

Saya melihat ini bukan persoalan kemiskinan, ini bukan persoalan kekurangan, melainkan persoalan lingkungan keluarga belum mampu menggunakannya untuk menganangani stunting. Pemenuhan gizi, protein ,dan vitamin untuk penanganan kasus stunting yang terjadi, juga adanya pendamping terhadap masyarakat terkait tersebut.

Bersama dengan BKKBN, kapolri, dan panglima TNI  bareng-bareng untuk sanitasi yang buruk nantinya akan melibatkan semua sektor, tapi yang terpenting adalah 15 kasus stunting itu, yang intinya kementrian agama melakukan skrining kepada calon  pengantin sebelum menikah, harus sudah diperiksa lingkar lengan dan pinggangnya sebelum prewedding, calon pengantin yang kurang dari 23,5 , mengalami anemia itu kementerian agama berhak untuk menunda pernikahan. Tambahkannya.

Camat kunduran Agus Listiyono, S.SOS, M. SI, menyampaikan, " kita sekuat tenaga dan Alhamdulillah ada penurunan yang nyata dari sekitar 60 sampai 365 sekarang sudah 355. Untuk mencegah terjadinya stunting ini diadakan pengukuran lengan kepada calon pengantin dan pencegahan pernikahan dini.

Kapolsek Kunduran polres Blora Iptu Kumaidi, menegaskan, 'selama ini kita bekerjasama dengan bidan desa, kami menegaskan bhabinkamtibmas bersama mendorong untuk menangani anak-anak  yang susah makan misalnya agar disuapi untuk mengurangi antisipasi. Langkah-langkah dari pihak manapun karena pernyataan desa sudah bekerjasama agar kebutuhan dan kesehatan dikawal maksimal". Tegasnya.

Danramil /12 Kunduran Kodim 0721/Blora, Lettu Sumarno ,menambahkan melalui Bhabinsa di desa dengan keseriusan  bekerjasama  rekan-rekan kesehatan desa,  untuk stunting ini upaya bisa turun angkanya ketika kita berusaha  semaksimal mungkin dengan apa yang bisa kita bantu dari TNI terutama memeberikan masukan kepada petugas kesehatan, dan kita selalu mendukung upaya-upaya untuk penurunan kasus stunting. Pungkasnya.

Acara kegiatan tersebut di iringi hiburan orgen tunggal berjoget ria Edy Wuryanto, Tri Yulistyowati selalu ikut dan peserta perwakilan 10 orang yang bergabung berjoget dapat hadiah, dari perserta yang nasib beruntung bisa mendapatkan ada hadiah 2 sepada gunung dan banyak hadiah hadiah lainya.

Edy Wuryanto semakin Serru asyik berjoget bersama perserta yang hadir.Pungkasmya.

(Ardy/yan) 

Related

Headline 5969948205056840191

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item