Miko-Pukan: Produk Inovasi Pupuk Organik Diperkaya mikoriza

Politeknik Negeri Jember

MEMOPOS.com,Jember - Akademisi Politeknik Negeri Jember (Polije) yaitu Hanif Fatur Rohman, S.P., M.P; Ir. Sri 

Rahayu, M.P.; Dr. Ir. N Bambang Eko Sulistyono, M.Si mendampingi para petani di Gapoktan Makmur Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa melalui peningkatan inovasi produk pupuk organik diperkaya mikoriza (miko-pukan) melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat 

Sumber dana PNBP Politeknik Negeri Jember Desa Kemuning Lor di Kecamatan Arjasa dengan luas wilayah 10,89 km2 dikenal sebagai salah satu desa di Kabupaten Jember yang masih mengandalkan sektor pertanian sebagai basis dan penggerak roda perekonomian wilayah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember tahun 2019, sebesar 3.563 jiwa atau sekitar 68,82% dari total penduduk bekerja di Desa Kemuning Lor bekerja sebagai petani atau buruh tani. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Makmur merupakan salah satu kelompok masyarakat di Dusun Darungan, Desa Kemuning Lor yang bergerak di sektor pertanian. Selama ini petani di daerah ini menggantungkan penghidupan mereka pada sektor pertanian.

Hanif Fatur Rohman selaku Ketua tim menjelaskan bahwa Gapoktan Makmur selama dua tahun terakhir mulai mengembangkan pupuk organik dari kotoran kambing yang didekomposisi menggunakan Trichoderma sp. Pupuk organik tersebut digunakan dalam budidaya mereka serta dikembangkan sebagai unit usaha. Gapoktan Makmur menemui kendala dalam mengembangkan usaha pupuk organik mereka, diantaranya produk hanya satu jenis dan masih kesulitan dalam memasarkan produk pupuk organik. Oleh karena itu, tim pengabdian bersepakat dengan mitra menawarkan solusi untuk menghadapi permasalahan meliputi produksi produk pupuk kandang diperkaya mikoriza yang diberi nama Miko-Pukan dan pendampingan usaha atau pemasaran Miko-Pukan.

Menururtnya, salah satu agens hayati yang mulai banyak dikembangkan adalah Mikoriza. 

Mikoriza atau Cendawan Mikoriza Arbusular (CMA) merupakan cendawan bermanfaat yang mampu masuk ke dalam akar tanaman untuk membantu memenuhi ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Beberapa peranan dari cendawan mikoriza sendiri di antaranya adalah membantu akar dalam meningkatkan serapan fosfor (P) dan unsur hara lainnya seperti N, K, Zn, Co, S dan Mo dari dalam tanah.

“Penggunaan Mikoriza sebagai biodekomposer pada pembuatan pupuk organik kotoran ternak memiliki efek yang lebih baik jika dibandingkan pupuk kandang biasa. Beberapa kelebihannya yaitu dapat meningkatkan aktifitas biologis mikroorganisme tanah yang menguntungkan dan sekaligus sebagai pengendali OPT di dalam tanah. Selain itu, tanaman yang diaplikasikan pupuk organik yang diperkaya dengan mikoriza terbukti dapat lebih tahan terhadap infeksi penyakit tanaman” ujar Sri Rahayu selaku anggota Tim Pengabdian.

Mukri selaku ketua kelompok tani menyambut dengan positif kegiatan ini. Ia mengungkapkan, bahwa kegiatan pengabdian PKM inovasi produk pupuk organik diperkaya mikoriza (miko-pukan) sangat bermanfaat bagi petani mitra. Apalagi daerah Rembangan pada saat ini sedang mengalami adanya penurunan kesuburan tanah akibat praktek budidaya yang dilakukan selama ini masih belum menerapakan SOP budidaya yang baik sehingga berdampak pula pada penurunan produktivitas. Oleh karena itu, para amggota Gaboktan berharap agar kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan agar dampak dari kegiatan ini dapat lebih luas bagi pra petani lain disekitar Rembangan


Related

Opini 9206825841885334641

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item