Guru Agama Sekaligus Kaling Tega Mencabuli Siswinya Sendiri

Pelaku Saat Diamankan Polisi

MEMOPOS.com,Mataram - Kembali lagi kasus yang sangat memperihatinkan bagi semua masyarakat,adanya pencabulan terhadap anak di bawah umur,dan kali ini pelaku tersebut adalah seorang guru agama honorer di salah satu sekolah dasar di Mataram NTB.

Dalam pertemuan pers yang di laksanakan pada hari Senin (07/11/2022) di Polresta Mataram NTB oleh Kapolres Kombes Pol Mustofa yang di dampingi oleh Kasat Reskrim Kompol Kadek Adi Budi Astawa,Mengungkap kasus pencabulan terhadap anak murid SD yang dimana kasus tersebut sudah terjadi di bulan September dan laporan yang di terima baru di akhir oktober oleh pelapor/keluarga korban.

"Dengan adanya suara-suara miring terkait adanya salah satu siswi yang diduga korban dari pelecehan,para siswa saling mencari tahu kemudia tertuju ke 1 orang siswi yang setelah Didalami ternyata ada sebuah peristiwa pencabulan di sana yang tepatnya terjadi di tanggal 3 September 2020, yang mana pada waktu itu terdapat kegiatan belajar mengajar guru agama yang dilakukan oleh saudara S yang ditetapkan sebagai tersangka,"beber Kasat

Tersangka S (41) guru agama honorer sekaligus Kaling yang beralamat di Kecamatan Selaparang Kota Mataram,yang mengaku pada saat kejadian tersebut sedang berlangsung proses belajar mengajar,dimana pada saat itu S menjanjikan ke korban untuk memberikan nilai yang bagus dan meminta korban untuk diam di dalam ruangan usai pelajaran selesai.

Namun teman korban yang juga di dalam ruangan di suruh untuk keluar, tetapi teman korban tetap mengawasi yang terjadi di dalam kelas yang mana saksi mengatakan bahwa melihat langsung terduga ini melakukan kegiatan pencabulan di sana,

"kami melakukan visum dan menemukan adanya luka lama pada kelamin korban luka lama itu mendeskripsikan bahwa adanya benda asing yang masuk dalam kelamin korban sehingga proses cabut sudah terjadi, proses berjalan dan kita memeriksa ada 34 saksi yang sudah kita ambil keterangan termasuk juga pemeriksaan ahli dari dokter forensik",ucap Kasat Reskrim

Penetapan S (41) sebagai tersangka dalam peristiwa pencabulan telah kami amankan di rutan Polresta Mataram dan di sangkakan pasal 82 ayat 1 dan 2   76e UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara dan penambahan sepertiga dari ancaman pidana pokok,karena termasuk guru agama.


(Grc)

Related

Hukum Kriminal 2285521073991149738

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item