Desa Galuk Bergoyang Ojo di Banding Bandingke,,,!!!.Bersama Edy Wuryanto,Ketua DPRD ,Wakil Bupati di Dukung Peserta Emak-Emak Makin Meriah!!.

Desa Galuk Saat Beegoyang

MEMOPOS.com,Blora - Desa Galuk Kedungtuban  kabupaten Blora Jawa Tengah.Bergoyang, di Hadiri Edy Wuryanto, Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati, ST, MM, Hadiri Program Percepatan Penurunan Stunting Bersama mitra kerja BKKBN provinsi Jawa Tengah 

Program percepatan penurunan stunting bersama Badan kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di gelar dirumah pak Dasum Desa Geluk  kecamatan Kedungtuban kabupaten Blora, pada minggu(20/11/22).Sosialisasi program percepatan penurunan stunting ini dihadiri oleh Dr. H. Edy Wuryanto, .S. Kep.,M. Kep. Anggota komisi IX DPR RI,  Tri Yuli Setyowati, ST., MM. Wakil Bupati Blora, ketua DPRD HM. Dasum SE,M,MA., camat kedungtuban Rajiman S.IP.Msi. ,  kepala desa Galuk Tasmini, Forkopincam, Danramil, Kapolsek, dan tamu undangan lainya.

Tasmini kepala desa Galuk dalam sambutannya menyampaikan, "Desa Galuk ini berada jauh dari kecamatan Kedungtuban tapi berdekatan dengan kecamatan Cepu dan kecamatan Jepon. Terimakasih Kepada Bapak Edy Wuryanto, Bu Tri Yuli Setyowati, dan rombongan yang sudah datang, kami sangat berterima kasih sekali sudah mengunjungi Desa Galuk, Disini memang keadaannya sangant sulit dan bisa dikatakan paling miskin, tapi Alhamdulillah Tuhan masih memberikan warga masyarakat sehat walafiat tidak ada kurang suatu apapun. Karena kami disini juga mempunya ketua DPRD jadi terima kasih sekali atas jalan desa Galuk  menjadi bagus dan masyarakat sudah bisa menikmati.

Agenda pada hari ini adalah program percepatan penurunan stunting, warga masyarakat dan pemerintah sudah memperhatikan kesehatan, jikalau ada warga masyarakat yang sakit sudah ada kartu KIS yang diberikan dari Desa, kami juga mengangarkan untuk warga kegiatan posyandu. Disini kasus stunting ada 15 anak namun setelah ini semoga bapak dapat memberikan aspirasi untuk penanganan kasus stunting dan memberikan arahan untuk pencegahan juga hadiah kepada masyarakat miskin. Nanti aspirasi yang diberikan akan dipergunakan untuk kegiatan KB, stunting, dan posyandu. ujarnya.

Edy Wuryanto menyampaikan, "Dalam upaya program percepatan penurunan stunting dari BKKBN perwakilan Jawa Tengah adalah kurangnya gizi yang seimbang, oleh karena itu diperlukan makanan yang bergizi (4sehat 5 sempurna). Makanan yang tidak bergizi dapat memperlambat tumbuh kembang anak. Ujarnya.

Calon pengantin juga dapat mempengaruhi anak stunting karena tidak sesuai aturan, untuk calon pengantin pria umur 25 tahun, sedangkan calon pengantin wanita disarankan 21 tahun. Asi juga harus diberikan 1000 hari/ 2 tahun kehidupan bayi. Stunting juga dapat terjadi karena 4  terlalu yaitu; hamil terlalu muda, hamil terlalu tua, hamil terlalu sering dan hamil terlalu banyak). Warga juga diharapkan memaksimalkan potensi-potensi yang ada untuk mempercepat penurunan kasus stunting yang terjadi. 

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati yang hadir dalam kegiatan tersebut seusai acara saat ditemui awak media, menambahkan, " Program Percepatan Penurunan Stunting ini luar biasa membantu saya dalam mempercepat penanganan kasus stunting yang terjadi,  dari 2020 sekarang 2022 seharunya ada penurunan, di 2024 presiden mengharapkan 14% dalam 1 tahun berturut-turut turun 3%, dengan hal ini diharapkan adanya untuk percepatan penurunan angka stunting. Melalu program-program, pembentukan TPPS, dan posyandu di masyarakat". Tambahnya.

"Pesan saya untuk menangani kasus stunting ini diadakan anggaran pencegahan stunting, pengadopsian anak terkena stunting oleh kepala desa dan menjaga kebersihan lingkungan agar dapat menekan kasus Stunting  kabupaten blora".pesannya.

HM.Dasum  ketua (DPRD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Blora mengungkapkan, "anggota DPR RI dapil IV, mengadakan program percepatan penurunan stunting yang ada di kabupaten Blora ini, kita harus bisa menurunkan angka stunting, Kasus Stunting yang terjadi cuma 15 kasus di desa Galuk ini, tapi di Kedungtuban terdapat 475 kasus stunting, untuk kedepannya kita harus bisa menghilangkan itu. Tadi juga banyak diberikan penyuluhan untuk masalah kesehatan dan disini desa sudah menganggarkan untuk penanganan stunting, kedepannya kita kurangi lah kasus stunting 475 anak ini,kedepannya harus nol di wilayah yang ada di kecamatan Kedungtuban,tegasnya Dasum. Pungkasnya.

(Ardy)/Yang) 

Related

Headline 5005914190068462637

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item