Akhir Kasus BPUM Banyuwangi, Terdakwa Divonis 2,5 Tahun Penjara

Sugianto Tersangka Koruptor

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Terdakwa kasus potongan dana Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Sugianto (43) warga Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, divonis 2,5 tahun dan denda senilai Rp50 juta dengan subsider dua bulan penjara, oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banyuwangi, Mohammad Rawi melalui Kasi Intelijen, Mardiyono mengatakan vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa potongan BPUM itu, jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang menuntut empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan penjara. 

"Kasus tersebut sudah inkrah, JPU dan terdakwa sama-sama tidak mengajukan banding," kata Mardiyono, Senin (10/10/2022).

Mardiyono menjelaskan, vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa jauh lebih ringan dari tuntutan. Namun, itu hak majelis hakim sesuai pertimbangan, dan yang paling meringankan terdakwa dikarenakan sudah mengembalikan kerugian negara Rp.186.705.000,.

"Pertimbangan yang paling meringankan Sugianto, dikarenakan sudah mengembalikan kerugian negara yang disetorkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi," terangnya.

Meski sudah mengembalikan kerugian negara, lanjut Mardiyono, di dalam persidangan terdakwa terbukti bersalah dan mengakui kesalahannya. Terdakwa terbukti melanggar pasal 2 atau pasal 3 Undang Undang (UU) nomor 20 Tahun 2001, tentang revisi UU nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Sugianto terbukti melakukan korupsi dengan melakukan pemotongan dana BPUM kepada setiap penerima bantuan, besarannya bervariasi antara Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu," tuturnya.

Potongan tersebut, jelas Mardiyono, dilakukan dengan dalih biaya adminitrasi. Padahal, seharusnya penerima menerima bantuan secata utuh sebesar Rp 1,2 juta. Sedangkan jumlah penerima yang berhasil dikumpulkan sebanyak 2427 orang. Namun dari pengakuan terdakwa, hanya 550 orang yang dilakukan pemotongan.

"Penerima bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM tersebut ada sekitar 1253 orang yang sudah cair," ungkapnya.

Mardiyono menambahkan, bantuan tersebut sebenarnya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), selama pandemi Covid-19 di tahun 2021 lalu. Bantuan tersebut, disalurkan melalui Kementerian Koperasi dan UKM. 

"Bantuan tersebut yang disalahgunakan oleh Sugianto untuk memperkaya diri," pungkasnya. 

Untuk diketahui, perkara potongan BPUM di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pertama mencuat Agustus 2021. Dalam proses hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, menemukan bukti-bukti yang cukup dan akhirnya menetapkan Sugianto, sebagai satu-satunya tersangka pemotongan sejumlah uang kepada penerima manfaat BPUM.(Im)

Related

Hukum Kriminal 1784729401659518320

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item