Supriedi Anggota DPRD Partai Demokrat Kabupaten Blora.Tolak Kenaikan BBM

Istimewa

MEMOPOS. com,Blora - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora dari Fraksi Demokrat, Supriedi menolak atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 30% yang ditetapkan pemerintah mulai (3/9/2022) lalu, karena membuat resah dikalangan masyarakat. 

Supriedi mengatakan pasca pandemi Covid-19 pemulihan ekonomi belum stabil. Tentunya pemerintah harus lebih bijak dalam menyikapi permasalahan yang ada di masyarakat.

"Kenaikan harga BBM tentu menambah beban rakyat. Secara tegas, saya Supriedi dari Fraksi Demokrat Blora menolak kenaikan harga BBM dan harus dibatalkan demi hajat hidup masyarakat," katanya, saat diwawancarai media ini, Selasa (6/9/2022)

Menurut dia, dengan kenaikan harga BBM secara otomatis akan memicu kenaikan harga bahan pokok serta kenaikan harga di semua sektor ekonomi.

"Ini dikuatirkan terjadinya angka kriminalitas semakin tinggi. Karena kehidupan masyarakat bawah semakin sulit. Mereka akan melakukan apa saja demi perut dan keluarga mereka," ungkapnya.

Dia menambahkan, dengan menaikkan harga BBM disaat masyarakat terpuruk selama 2 tahun pasca pandemi, ini mencerminkan bahwa negara yang tidak pro masyarakat.

"Ini akan muncul pandangan di mayarakat bahwa pemimpinnya saat ini sudah tidak lagi berpihak ke rakyat kecil dan sudah ingkar janji saat kampanye dulu," terangnya.

Selanjutnya, ia berharap bagi siapapun yang melakukan penyimpangan dengan menimbun BBM akan terkena sangsi hukum. 

"Bagi siapapun yang melakukan penimbunan BBM harus ditindak tegas sesuai hukum yang ada, karena kalau tidak diambil tindakan oleh aparat, itu semua akan menjadikan rakyat semakin sengsara," harapnya.

Sebelumnya, kejahatan terstruktur sistematis dan masif (TSM) terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Blora beramai-ramai mulai dibumihanguskan oleh petugas.

Kepolisian wilayah hukum Kabupaten Blora telah mengamankan 1 unit truk tangki berlogo Inkoppol yang memuat BBM ilegal dari jalan lingkar baru, turut wilayah Beran, Kecamatan Blora kota.

Menurut Kasatreskrim Polres Blora AKP Supriyono, diamankannya truk tangki berlogo Inkoppol tersebut saat sedang melakukan pengisian BBM dari SPBU yang ada di Blora.

“Pengisian dengan cara dilangsir menggunakan truk tangki kecil bermuatan 6000 liter,” ungkapnya saat konferensi pers di halaman belakang Mapolres Blora, Senin (29/8/2022).

"Waktu kita ke lokasi, truk tangki kecilnya sudah tidak ada, tinggal yang besar saja,” tambah Supriyono.

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas berupa 1 unit tangki berstiker Inkoppol bertuliskan PT Brata Sakti Mandiri, 1 unit pompa air merk Celcon, 1 selang warna biru, dan surat kendaraan berupa STNK.

“Untuk barang bukti maupun perkara masih kita dalami sesuai hukum yang berlaku,” terangnya.

Terkait logo Inkoppol, Supriyono mengaku pihaknya masih mendalami hal tersebut. Menurut saksi, stiker tersebut digunakan untuk melancarkan aksinya dalam melangsir BBM ilegal.

“Nanti setelah kita periksa saksi dan tetapkan tersangka, kita akan periksa juga terkait stiker tersebut. Jangan sampai ini hanya digunakan sebagai modus pelaku,” tandasnya.

(Ardy) 

Related

Headline 2350387537507450084

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item