Pemanfaatan Teknologi Centrifugal Force Sebagai Upaya Kemandirian Kelompok Ibu Rumah Tangga Desa Pumo Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember Dalam Memproduksi Minyak Kelapa Murni

Pengabdian Masyarakat Jurusan Pertanian Politeknik Negeri

MEMOPOS.com,Jember - Pengabdian Masyarakat Jurusan produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember Oleh : 

1. Rudi Wardana

2. Anni Nuraisyah

3. Abdurrahman Salim

4. Setyo Andi Nugroho

5. Faridatul Hasanah

Kegiatan Pengabdian Pembuatan minyak kelapa murni ini diikuti oleh 10 orang yang berlatarbelakang sebagai ibu rumah tangga dan juga mengalami dampak dari wabah Covid-19.

Mitra yang mengikuti kegiatan ini memiliki domisili disekitar lokasi pengabdian berlangsung yaitu di Desa Pumo Kecamatan Wuluhan, dimana di daerah tersebut potensi untuk membuat minyak kelapa sehat sangat tinggi, sebab ketersedian bahan baku yaitu buah kelapa sangat melimpah. 

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 06 Juli 2022, kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi mengenai pengenalan pengolahan kelapa menjadi minyak yang sehat dan berdaya jual tinggi. Meskipun jumlah pohon kelapa sangat banyak di sekitar lokasi mitra. Mereka tidak pernah mengolah menjadi produk lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi, pemanfaatannya hanya sebatas dijual dalam bentuk glondongan buah kelapa baik yang masih muda (degan) atau yang sudah tua (kopra). Dan juga jika ada buah kelapa sudah tidak laku, maka buah tersebut dibiarkan kering sampai jatuh. Padahal potensinya akan lebih besar jika dilakukan pengolahan terutama dalam bentuk minyak kelapa murni.

Kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan sangat intereaktif dan antusias peserta yang tinggi dengan materi yang diberikan, hal ini karena mereka tertarik untuk dapat mengolah kelapa untuk menjadi produk olahan lainnya. Dengan adanya kegiatan ini masyarakat dapat mengetahui bahwapembuatan minyak dari kelapa tidak harus dilakukan dengan cara pemanasan (disangrai), akan tetapi pengolahannya dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana dan tentunya hasil yang diperoleh akan lebih sehat dan lebih tahan lama, sebab pengolahan minyak kelapa ini menerapkan teknologi centrifugal force. Dimana pada teknologi ini menerapkan prinsip sentrifugasi yang dapat memisahkan partikel yang terlarut dengan cara mengendapkan dibagian bawah, sehingga dengan demikian teknologi ini tidak merusak struktur minyak yang terdapat dalam kelapa.

Kegiatan selanjutnya yaitu pelatihan pembuatan minyak kelapa sehat dengan teknologi centrifugal force. Pada tahapan ini, para peserta pelatihan dibagi menjadi beberapa kelompok. 

Kelompok pertama yaitu melakukan seleksi dan pengupasan kelapa. Kelapa yang digunakan untuk membuat minyak kelapa ini harus yang sudah tua dicirikan dengan kulit kelapa yang berwarna coklat tua serta kulit bagian luar dan dalamnya keras. Hal ini karena semakin tua kelapanya maka kandungan minyak yang terkandung juga semakin tinggi. Kelompok yang lainnya melakukan pemarutan kelapa yang sudah dibersihkan yang kemudian diperas dan disaring untuk diambil sari patinya (santan). Santan yang diambil merupakan perasan pertama tanpa dilakukan pencampuran dengan air. Pada tahapan ini terdapat satu komponen sepele namun sangat penting, komponen tersebut yaitu wadah yang digunakan untuk menampung santan harus berbahan dasar stainless. 

Hal ini karena akan berdampak kualitas minyak yang dihasilkan, sebab minyak kelapa dapat menyerap warna dari media yang digunakan.

Tahapan selanjutnya yaitu proses sentrifugasi dengan metode centrifugal force. Alat yang digunakan yaitu mesin mixer dengan RPM tinggi. Hal ini berkaitan dengan proses sentrifugasi, jika semakin cepat maka proses pengendapan juga semakin optimal. Proses sentrifugasi ini membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit untuk memastikan zat terlarut yang ada di dalam santan bisa mengendap. Setelah itu, santan diletakkan dalam wadah penampungan untuk memisahkan minyak dengan endapannya. Wadah yang digunakan dalam proses ini harus terbuat dari kaca. Hal ini juga berkaitan dengan kepekaan minyak kelapa yang dapat menyerap warna serta bau yang terdapat dalam wadah penampungan. Sehingga dengan menggunakan wadah yang terbuat dari bahan kaca minyak kelapa yang dihasilkan akan tidak berwarna (bening).

Proses selanjutnya yaitu pengambilan minyak. Setelah proses pengendapan yang dilakukan selama 24 jam, maka akan terbentuk dua bagian yang terpisah, bagian atas merupakan minyak kelapa dengan dicirikan berwarna bening, sedangkan dibagian bawah merupakan endapan yang berwarna putih. Setelah terbentuk minyak, maka selanjutnya minyak tersebut diambil secara manual dengan menggunakan sendok secara perlahan agar tidak bercampur dengan endapan yang ada di bawahnya. Minyak kelapa yang dihasilkan dianggap benar jika minyak tersebut memiliki ciri-ciri: minyaknya berwarna bening dan berbau khas kelapa. Jika berbau langu atau tengik, maka bisa dikatakan minyak yang dihasilkan tidak berhasil. Peserta yang mengikuti pelatihan merasa sangat terbantukan dengan kegiatan ini. Sebab selama ini mereka melakukan pengolahan kelapa untuk dijadikan sebagai minyak membutuhkan waktu, tenaga dan dana yang besar. Serta hasil yang dihasilkan tidak bisa dikomersialkan, hal ini karena bentuk minyak yang dihasilkan tidak manarik, selain itu minyak tersebut juga tidak tahan lama. Hal ini berbeda dengan minyak kelapa sehat yang memiliki daya simpan yang lama. Bahkan bisa bertahan hingga 5 tahun.

Gambar 2. Kegiatan Pelatihan Pembuatan 

Minyak Kelapa Sehat Untuk meningkatkan daya jual dari minyak yang dihasilkan, maka proses pengemasan perlu dilakukan. Sehingga pada kegiatan selanjutnya yaitu melakukan pengemasan pada produk minyak kelapa sehat tersebut. Adapun kemasan yang digunakan yaitu botol plastik bening ukuran 100 ml. selain itu untuk menarik minat komsumen, kemasan yang digunakan juga ditempel stiker yang berisi informasi komposisi, serta manfaat yang dimiliki oleh minyak kelapa sehat ini. Dengan demikian maka produk tersebut akan memiliki daya jual yang tinggi. Dimana harga pasaran untuk minyak kelapa ini tergolong mahal yang kisaran harga Rp. 40.000 sampai Rp. 50.000 per 100 ml. 

Peserta memiliki respon yang sangat positif pada tahapan ini karena profit yang diperoleh sangat menjanjikan.

Gambar 3. Proses Pengemasan Produk

Proses selanjutnya yaitu sosialisasi teknik pemasaran secara online. Minyak kelapa sehat yang sudah dihasilkan dan sudah dikemas menarik kemudian dipasarkan. Teknik pemasaran yang dipilih yaitu secara online dengan menggunakan media sosial atau market place. Pemilihan teknik ini didasarkan oleh kemudahan untuk melakukan pemasaran, sebab peserta pelatihan ini didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga yang memiliki kesibukan untuk mengurus rumah tangga. 

Selain itu biaya promosi produk juga tidak besar, hanya bermodalkan paket data, dan yang paling penting keluasan promosi yang tidak terbatas.

Related

Opini 8650250590268575571

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item