Inovasi Polije : Rekayasa Lingkungan Jamur Dengan Alat Pengatur Kelembaban dan Suhu Kumbung Jamur Otomatis

MEMOPOS.com,Jember - Jember merupakan kabupaten agrikultur dan satu usaha di sektor agribisnis yang memiliki potensi adalah budidaya jamur. Usaha jamur tiram terbukti bertahan di era pandemi, sehingga cocok dikembangkan karena harga jamur tiram mentah cukup tinggi berkisar Rp.25000/kg (pasar) dan Rp.18000/kg (petani). Di Jember banyak ditemui pembudidaya jamur, yang salah satunya adalah Budidaya Jamur Barokah di daerah Wirolegi Jember yang menanam jamur tiram. Agar jamur tumbuh baik, lumbung tempat budidaya jamur perlu dijaga pada kelembapan 80-85%. Kondisi geografis Jember yang terletak di dataran rendah dengan suhu berkisar 24-34°C, dan kelembapan udara antara 60 %, mengakibatkan suhu relatif tinggi dan kelembapan rendah khususnya di musim kemarau. Hal ini mengakibatkan budidaya jamur tiram di level petani menjadi kurang efisisen karena hasilnya tidak banyak dan ukuran tudung relative kecil.sistem yang dapat bekerja secara otomatis, dimana peningkatan kelembaban kumbung dapat dilakukan pada waktu dan kelembaban yang tepat.Tim dari Jurusan Teknik Politeknik Negeri Jember yang terdiri dari dosen dan mahasiswa mencoba membantu dengan membuatkan alat pengatur kelembaban dan suhukumbung jamur otomatis. Alat ini sengaja didesain murah, mudah instalasinya, dan portable. 

Desain portable atau ringkas sengaja dibuat agar alat yang baru dapat menjangkau area lumbung lebih luas, mudah instalasi dan dapat mengakomodir lumbung baru secara cepat.

Pembudidaya jamur dapat langsung menggunakan alat ini tanpa perlu repot repot memikirkan cara pemasangannya.

Budiprasojo dan Ahmad Rofii selaku dosen pembimbing kegiatan mahasiswa mengklaim bahwa alat ini mampu mempermudah petani dalam mengatur kelembaban dan suhu pada suatu kumbung jamur. Menurut Budiprasojo selaku penanggung jawab utama kegiatan, “pada pertanian jamur tiram, suhu dan kelembaban sangatlah penting bagi pertumbuhan jamur. Suatu alat pengatur kelembaban otomatis dibuat dengan memanfaatkan pembuat kabut ultrasonic yang kerjanya secara otomatis diatur oleh sebuah mikrokontrol elektronik dan sensor yang dapat mendeteksi kelembaban dan suhu pada kumbung jamur tiram”. Masih menurut Budiprasojo “Pada umumnya suhu yang baik bagi jamur tiram adalah antara 24°C sampai dengan 27°C dan kelembaban berkisar antara 80 –90%” katanya. Oleh karena itu alat ini dirancang untuk mengatur suhu dan kelembabankumbung jamur agar efektifitas dan kualitas jamur meningkat, mengubah proses manual menjadi otomatis sekaligus mengurangi angka gagal panen jamur.

Rekayasa lingkungan jamur adalah solusi masalah itu. Rekayasa lingkungan dapat meningkatkan kapasitas produksi jamur dan ukuran jamur sehingga dapat meningkatan keuntungan karena jamur yang besar lebih disukai pembeli. Rekayasa lingkungan dilakukan dengan melakukan penyiraman untuk menaikkan kelembababan kumbung. Selama ini, penyiraman harus dilakukan secara lebih sering karena suhu Jember yang relative tinggi. 

Metode ini nyatanya menimbulkan kendala karena selama ini penyiraman hanya dilakukan secara manual dan hanya mengandalkan termometer ruangan untuk mengidentifikasi dan hal ini cukup menguras tenaga pembudidaya jamur tiram karena harus bolak-balik menyiram jamur demi memperoleh suhu dan kelembaban yang sesuai kebutuhan jamur tiram. Oleh karena itu, para pembudidaya membutuhkan suatu alat yang dapat menaikkan kelembaban kumbung jamur selain dengan penyiraman. Alat tersebut berupa Ahmad Rofii menambahkan bahwa alat ini menggunakan sensor digital DHT 11 yang dapat mengukur suhu dan kelembaban udara di sekitarnya, board mikrokontroler Arduino UNO berbasis ATmega328, pengkabut ultrasonic DC dan nozzle sprayer. Kabut atau embun air yang dihasilkan alat ini terbukti mampu menurunkan suhu dan menaikkan kelembaban pada lumbung jamur. Cara kerjanya, pembudidaya jamur hanya perlu menempatkan alat ini pada lumbung jamur, menyambungkan saluran masuk air alat ke selang air bersih, menghubungkan kabel daya ke colokan listrik, dan menyalakan air selang. Selanjutnya alat ini secara otomatis akan bekerja karena telah diatur suhu dan kelembabannya melalui program. Misalnya suhu atau kelembabannya tidak sesuai dengan yang sudah diatur maka alat akan menyala, namun jika sudah tercapai maka alat akan padam (Redaksi)

Related

Opini 5495264010674690302

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item