Green Building Concept Solusi Alternatif Polije

MEMOPOS.com,Jember - Jember, Puncak Rembangan sudah sejak lama dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Jember. Kondisi alam perbukitan yang sejuk dilengkapi kolam renang dan hotel, menjadi pelengkap yang mendorong banyak orang datang ke sana.

Semakin tahun, mulai tumbuh tempat jujukan baru di luar area Wisata Rembangan. Sepanjang jalan ke arah Bukit Rembangan, di sekitaran wilayah Desa Kemuning Lor, Arjasa, berdiri New Resto Kemuning milik Politeknik Jember (Polije). 

Berdiri sejak tahun 2010 silam, resto sehat itu menyediakan kuliner pilihan, mulai dari menu utama hingga makanan ringan serta minuman. Namun ada yang diandalkan. Menu yang serba pedas, seperti lalapan ikan, iwak pe, ayam, dan banyak lagi yang super pedas.

Membuat pengunjung betah ada di sana, ruang dalam resto dikonsep nuansa tempo dulu yang syahdu. Dilengkapi pilar-pilas khas bangunan zaman dulu. Kursi dan meja yang lapang. Sedangkan bagian luar resto, tersedia gazebo yang berkonsep lesehan. Semakin memperlengkap kesempurnaannya, terdapat kolam ikan yang eksotis.

Namun ada yang lebih menarik. Mengandung nilai edukasi bagi pengunjungnya. Mereka mengkonsep Vertical Garden. Media tanaman sehat. Sebagai solusi penghijauan di lahan sempit. 

Tiga dosen pilihan Polije, membentuk tim pengabdian pada Masyarakat yang diketuai Retno Sari Mahanani, S.P, MM. Kemudian dibantu kedua dosen lain yang jadi anggotanya, yaitu Dr. Ir. Ridwan Iskandar, MT dan Berlina Yudha Pratiwi. Mereka melakukan kajian bangunan ramah lingkungan (green building concept) di resto tersebut.

Fokus kajiannya, dimulai dari pembahasan tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemakaian produk konstruksi yang ramah lingkungan, esifisien dalam pemanfaatan energi dan sumberdaya serta biaya yang rendah, serta memperhatikan kesehatan, kenyamanan penghuninya yang semua berpegang pada kaidah berkesinambungan.

Mereka juga mengkaji penerapan konsep green building, yang jarang diaplikasikan pada bangunan yang telah terbangun. "Hal itu sebabkan kurangnya pemahaman masyarakat, terhadap manfaat bangunan hijau. Kenapa?, karena kurangnya tenaga ahli yang bersedia mensosialisasikan manfaat bangunan hijau," terang mereka seperti rilis tertulisnya.

Selain itu kata para dosen Polije tersebut, kurangnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan, akan berakibat bagi ketersediaan pangan atau bahan baku yang dibutuhkan oleh masyarakat yang bersangkutan.

Karenanya, perlu adanya upaya peningkatan kesadaran pribadi dan masyarakat, dalam pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya tanaman pangan, seperti sayuran, tanaman obat keluarga, serta pemanfaatan limbah plastik rrumah tangga, yang dimanfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam. "Vertical garden bisa menjadi solusi," imbuh mereka.

Para dosen yang tergabung dalam tim pengabdian masyarakat, melakukan kegiatan pengabdian dengan tujuan untuk meningkatkan potensi lokal yang ada di Desa Kemuning Lor, Arjasa. (Redaksi) 


Related

Opini 8870832112798555861

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item