Alasan Gapasdap Banyuwangi Ngotot Kurangi Trip Imbas Kenaikan Harga BBM

Penyebrangan Ketapang Gilimanuk

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Banyuwangi mengancam bakal mengurangi trip kapal, jika tiket penyeberangan tak dinaikkan oleh pemerintah pusat. Karena, jika diteruskan, pengusaha Kapal bakal merugi karena ongkos BBM yang semakin melambung tinggi.

Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi I Putu Gede Widiana mengatakan kebutuhan operasional kapal yang paling utama adalah BBM. Kenaikan BBM membuat pengeluaran untuk bahan bakar meningkat hingga 200 persen.

"Meningkat lebuh 200 persen kita untuk mengeluarkan BBM ini," ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).

Putu Widiana merinci, untuk pengisian bahan bakar, saat ini operator kapal harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp 11.550.000 untuk setiap kali pengisian. Dalam sekali pengisian satu kapal membutuhkan sekitar 7 ribu liter.

Sebelum kenaikan biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 36.600.000. Saat ini sekali pengisian bahan bakar butuh sekitar Rp 48.000.000.

"Satu kali pengisian BBM ini untuk 5-7 hari operasi," tegasnya.

Akibat kenaikan harga BBM ini, angkutan penyeberangan dihadapkan pada dua persoalan sekaligus. Satu sisi jumlah pengguna jasa turun karena masih melakukan evaluasi dan penyesuaian.

Di sisi lain biaya operasional membengkak karena BBM merupakan salah satu komponen utama dalam pelayaran.

"Selain itu biaya-biaya lain juga naik seperti biaya sandar naik, biaya docking naik harga spare part juga naik," tegasnya.

Gapasdap Banyuwangi sempat mengusulkan adanya kenaikan tiket penyeberangan hingga 30%. Hal ini sesuai dengan janji dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu.

"Janji pertama saat COVID-19 lalu mereka (Kemenhub) akan menaikkan harga tiket penyeberangan. Selanjutnya ya kenaikan BBM ini juga seharusnya menaikkan harga tiket pula. Total sekitar 30 sampai 40 persen," tegasnya.

Untuk itu, Gapasdap berharap pemerintah memberikan semacam insentif berupa pembebasan Pemasukan Negara bukan Pajak (PNBP) selama enam bulan atau setahun.

"Opsi lain, Gapasdap berharap ada semacam bantuan langsung tunai bagi operator kapal," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gapasdap mengungkapkan tarif angkutan penyeberangan batal naik. Mereka kesal bukan main dengan pemerintah yang dinilai menganaktirikan sektor usahanya.

"Seharusnya Senin dini hari jam 00.00 diberlakukan (kenaikan tarif) di 23 lintasan antar provinsi di seluruh Tanah Air. Ternyata hanya pepesan kosong dan ditelan kembali," kata Sekretaris Jenderal Gapasdap Aminuddin Rifai kepada Media Senin (19/9/2022)lalu.

Gapasdap mengaku telah mengajukan penyesuaian tarif angkutan penyeberangan sejak 20 Mei 2022 akibat penetapan tarif yang di bawah perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) sebesar 35,4%. Permohonan tersebut belum juga dipenuhi pemerintah sampai harga BBM naik pada 3 September 2022 sehingga beban kekurangan tarif naik menjadi 45-50%.(Im)

Related

Headline 2386789467048961277

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item