Rekontruksi Pembunuhan Guru TK Di Laksanakan Pada Hari Ini

Rekontruksi Saat Dilaksanakan 

MEMOPOS.com,Lombok Barat - Rekonstruksi terhadap kasus meninggalnya Korban,seorang  guru TK ( R ) di laksanakan di BTN Citra  Persada Medas, Gunungsari, Lombok Barat, (30/08/2022).

Seperti di beritakan di media pada awal Agustus 2022 bahwa telah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan Korban (R) meninggal dunia di Perumahan BTN Citra Persada Medas, Gunungsari pada 29 Juli 2022 dan baru diketahui pada 3 hari kemudian oleh ibu korban yang saat itu datang niat menjenguk anaknya (korban).

Rekontruksi tersebut d pimpin oleh kasat Reskrim Kompol Kadek dan di hadiri oleh Kanit Reskrim, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Mataram,tersangka (S) dan para awak media.

"Ada 27 adegan yang di tampilkan mulai dari tersangka berada di luar rumah korban atau tepatnya berada di tempat proyek dimana tersangka bekerja, dan kebetulan sedang mengerjakan pembangunan rumah yang terletak persis didepan rumah korban,"jelas Kadek usai rekonstruksi.

Dan atas kerja keras tim opsnal Sat Reskrim Polresta terduga dapat diamankan di pulau Jawa pada 20 Agustus lalu, yang saat ini sudah ditetapkan statusnya menjadi Tersangka.

Dalam keterangan selanjutnya, Kasat Reskrim menjelaskan ke 27 adengan telah diperagakan oleh tersangka, dimana pada adegan awal tersangka dan korban masih sempat ngobrol santai di ruang dapur sambil bercanda-canda, karena keduanya sudah menjalin hubungan pacaran.

"Saking dekatnya hubungan korban dan tersangka dan karena pengakuan tersangka masih bujang sehingga jauh sebelumnya sudah melakukan hubungan badan,"jelasnya.

Dalam salah satu adegan tersebut korban sempat meminta tersangka untuk segera dinikahi lantaran korban sudah merasa telat datang bulan dan korban takut akan berbuah kehamilan atas perbuatan keduanya.

Tepat di adegan ke 8 - 15 korban memperagakan pembicaraan mulai memanas hingga terjadi pemukulan pada mulut korban lantaran tangan kanan tersangka di gigit oleh korban sebagai bentuk kekesalan korban atas pengakuan tersangka yang telah mempunyai istri.

"Disinilah mereka mulai cekcok serius. Bahkan tersangka seakan terpojok, korbanpun meluapkan kekesalan dengan menggigit jari tangan kanan tersangka hingga mengakibatkan korban mulutnya dipukul menggunakan tangan kiri tersangka dengan keras hingga mengakibatkan gigi korban Patah,"ungkap Kadek.

Maka di adegan ke 16 sampai 27 situasi semakin panas, tersangka mulai panik hingga melakukan sesuatu yang mengarah kepada menghilangkan nyawa seseorang (korban). 

"Tersangka mengakui bahwa setelah dipukul korban lalu di seret ke kamar mandi dan dibenturkan kepala korban dengan dinding tembok kamar mandi, akibatnya korban lemas dan tak berdaya menahan rasa sakit di kepala belakang,"ucap Kadek.

Saking paniknya tersangka mengambil kain yang digunakan untuk mengikat tangan, leher serta mulut dan hidung korban. Setelah merasa cukup tersangka lalu keluar meninggalkan rumah korban.

"Seluruh adegan yang diperagakan sangat sesuai baik dari hasil olah TKP pertama, pengakuan tersangka maupun hasil outopsi terhadap korban yang dilakukan tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB,"jelas Kasat.

Untuk sementara, Kadek menceritakan bahwa tersangka sementara masih di kenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Untuk tuduhan lainnya seperti 340 KUHP masih dalam proses penyelidikan. Kamiasih melakukan pengembangan apakah ada hal-hal yang menjurus Pembunuhan berencana seperti yang tercantum pada pasal 340 KUHP tersebut. Mohon Do'a kepada rekan-rekan wartawan agar proses ini bisa terungkap dengan jelas sehingga kepada tersangka dapat di jatuhkan hukuman yang sesuai perbuatannya oleh Majelis Hakim,"tutup Kadek.

(Grace) 

Related

Hukum Kriminal 2204027793603275796

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item