Polije Dampingi Petani Manfaatkan Pupuk Hayati Rhizobium Sebagai Solusi Sulit dan Mahalnya Pupuk Kimia

Polije Saat Bantu Masyarakat Di Wilayah Kalisat Kabupaten Jember

MEMOPOS.com,,Jember - Mahal dan sulitnya mendapatkan pupuk kimia selama ini membuat petani kebingungan dalam memenuhi kebutuhan pupuk untuk kegiatan budidaya mereka. Selain itu harga pupuk kimia yang semakin mahal membuat biaya produksi menjadi meningkat tajam dan keuntungan usaha tani menjadi tidak optimal. Hal itulah yang melatarbelakangi tim Akademisi Politeknik Negeri Jember untuk melakukan pendampingan kepada petani dalam membuat dan mengaplikasikan pupuk hayati dari bakteri Rhizobium spp sebagai substitusi penggunaan pupuk kimia di Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Tim yang diketuai oleh Ir. Rr. Liliek Soelaksini, M.P ini merupakan implementasi dari kegiatan Penerapan Iptek Masyarakat yang didukung sepenuhnya oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Negeri Jember melalui sumber dana PNBP tahun 2022. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember diantaranya Qurrota A’yun, Falahudin Zamzami, Anisa Aprilia Hasanah, Daniel Aditya Novaldo, Sultan Fataro dan Tantra Muhammad. 

Ketua tim pelaksana kegiatan, Ir. Rr. Liliek Dwi Soelaksini M.P. menyatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan yang ada di alam. 

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemauan petani untuk kembali memanfaatkan bahan alami yang sudah tersedia di alam sebagai pupuk, bahan pembenah tanah, dan juga bermanfaat untuk meningkatkan produksi.” Ungkap Liliek. 

Anggota kegiatan pengabdian, Iqbal Erdiansyah, S.P., M.P dalam kegiatan ini menyatakan bahwa pupuk hayati Rhizobium spp memiliki manfaat yang besar dalam kegiatan budidaya. Bahkan penggunaan pupuk hayati dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi sulit dan mahalnya pupuk kimia.

"Bakteri Rhizobium ini mampu mengikat unsur N dari udara, sehingga harapannya selain memperbaiki kondisi tanah, aplikasi pupuk hayati Rhizobium juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk urea” kata Iqbal.

Anggota tim kegiatan lainnya Eliyatiningsih, S.P., M.Sc. menambahkan bahwa dengan penggunaan pupuk hayati ini diharapkan dapat mengurangi biaya pembelian pupuk kimia sehingga biaya produksi usaha tani bisa ditekan semurah mungkin. “Pupuk hayati Rhizobium ini mudah dibuat dan murah, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan petani sebagai substitusi penggunaan pupuk kimia. Dengan berkurangnya penggunaan pupuk kimia, maka biaya produksi dapat ditekan dan keuntungan usaha tani dapat dimaksimalkan.” pungkas Eliyatiningsih.

Sementara itu kegiatan pengabdian ini disambut dengan baik oleh kelompok tani Makmur. Ketua Kelompok Tani, Hasan mengungkapkan bahwa acara seperti ini memang sudah menjadi hal yang dinantikan oleh petani. “Alhamdulillah Politeknik Negeri Jember mengadakan acara luar biasa ini. Kami sangat antusias dengan adanya kegiatan seperti ini, kami jadi tahu bahwa ada bakteri baik yang bisa bermanfaat untuk lahan kami.” ungkap Hasan. Hasan juga berharap pelatihan pembuatan pupuk hayati ini dapat menjadi solusi bermanfaat dalam mengatasi sulit dan mahalnya pupuk kimia.

Related

Opini 8556393636913764973

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item