Pengembangan Potensi Wirausaha Pada Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa Az-Zahra Bondowoso Dengan Pelatihan Diverisifikasi Produk Khas Tape Berbasis Proven Technology

Penulis Oleh :Mulia W. Apriliyanti

Dosen Prodi Teknologi Industri Pangan

MEMOPOS.com,Bondowoso - Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa Az Zahra merupakan salah satu yayasan yang bergerak dalam bidang sosial dan agama dan berdedikasi untuk merawat dan membina anak yatim dan atau piatu, anak terlantar, anak kurang mampu secara ekonomi. Yayasan ini terletak di Desa Locare Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso.

Dalam menjalankan perannya yayasan masih mengandalakn pendapatan dari para donatur. Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa Az-zahra memiliki usaha tidak tetap dengan memproduksi kue kering dan kerupuk. 

Yayasan berharap rintisan usaha kue kering dapat menjadi sumber penghasilan mandiri dan sebagai bekal untuk anak-anak dalam menempuh pendidikan serta bekal membuka usaha sendiri. Yayasan juga berkeinginan mengembangkan usaha yang produktif, konsisten, dan berkesinambungan.

Akan tetapi yayasan masih mengalami kendala dalam mengembangkan usahanya yaitu terbatasnya peralatan dan keterampilan yang dimiliki sehingga berpengaruh terhadap kapasitas dan kualitas produk yang dihasilkan.“Solusi yang ditawarkan untuk membantu permasalahan dan memenuhi harapan yayasan tersebut adalah dengan Pengembangan Potensi Wirausaha pada Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa Az- Zahra Bondowoso dengan Pelatihan Diversifikasi Produk Khas Tape Berbasis Proven Technology” kata Yani 

Subaktilah selaku ketua pelaksana program pengabdian kepada masyarakat ini.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan pada Rabu, tanggal 24 Agustus 2022 dengan pemberian pelatihan pembuatan cookies dan dodol tape singkong, pelatihan teknologi kemasan, serta pemberian wawasan pengetahuan mengenai kewirausahaan. Dodol dan cookies yang dibuat dengan bahan tambahan tape singkong yang merupakan makanan khas dari kota Bondowoso. Tape singkong dapat meningkatkan kandungan vitamin B1 dan mengandung bakteri prebiotik sehingga berpotensi sebagai pangan fungsional.” kata Mulia Winirsya Apriliyanti

'Sesuai dengan judulnya proses menggunakan proven technology ini, dimana pembuatan dodol menggunakan mesin pengolah mekanis yang telah teruji untuk mempermudah prosesdan meningkatkan kapasitas produksinya.” Sambung M. Edwinsyah

Menurut Yani Subaktilah penggunaan mesin pengolah mekanis ini dirasa akan sangat membantu dalam proses produksi dodol yang umumnya masih dilakukan dengan mengandalkan tenaga manusia dan membutuhkan waktu lama.“Mesin pengolah mekanis ini banyak manfaatnya, tidak hanya untuk pembuatan dodol, sebelumnya juga telah digunakan untuk mengolah minuman instan herbal. Prinsip kerjanya dengan pengadukan menggunakan penggerak motor listrik.” terang Mulia Winirsya ApriliyantiPada sesi akhir kegiatan diberikan pelatihan kewirausahaan oleh M. Edwinsyah. Para peserta dijelaskan mengenai strategi pemasaran dan analisis kelayakan usaha. Besar harapan kegiatan pelatihan ini dapat memberikan suatu kebermanfaatan yang berkelanjutan kepada Yayasan Az-zahra yang nantinya juga diharapkan akan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Pelaksana program pengabdian kepada masyarakat ini:

Yani Subaktilah, S.TP, MP, ketua tim dari Prodi Teknologi Industri Pangan.

Mulia Winirsya Apriliyanti, S.TP, MP, anggota dari Prodi Teknologi Industri Pangan.

M. Edwinsyah. S.ST, M.Tr, anggota dari Prodi Manajemen Agroindustri.

POLITEKNIK NEGERI JEMBER

Related

Opini 8769148291588478350

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item