Kuasa Hukum Toko Minol Resmi Kirim Surat Dialog Terbuka Pada Bupati Banyuwangi

Nanang Slamet Bersama Tim Kirim Durat Tentang Minol Kepada Bupati Banyuwangi

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Menyikapi riuhnya persoalan minuman beralkohol (Minol) di kabupatan Banyuwangi hingga sampai ada salahsatu toko minol yang disegel tim terpadu diwilayah kecamatan Genteng memantik kuasa hukum toko Minol tersebut bereaksi.

Nanang Slamet, SH.,M.Kn kuasa hukum toko Minol yang disegel tim terpadu diwilayah kecamatan Genteng itu secara resmi menyerahkan surat permohonan dialog atau audiensi terbuka kepada Bupati Banyuwangi, Senin (8/8/2022).

Penyerahan surat permohonan dialog terbuka kepada bupati Banyuwangi tersebut dilayangkan Nanang Slamet bersama dengan DPC GMNI Banyuwangi, dan Ketua Aktivis Rakyat Blambangan Bersatu.

“Hari ini kami menyerahkan surat permohonan audiensi terbuka yang ditujukan kepada bupati Banyuwangi. Berkenaan dengan tindakan tim terpadu yang melakukan sidak toko minuman beralkohol di wilayah Kecamatan Genteng,” ujar Nanang.

Lebih lanjut Nanang menyebut, dalam isi surat permohonan itu, pihaknya juga meminta dipertemukan dengan seluruh pedagang miras se-Kecamatan Genteng dan tim terpadu.

“Karena dari tindakan sidak tim terpadu kemarin, terjadi pro dan kontra di masyarakat, karena ada beberapa perusahaan yang disegel dan ada juga perusahaan yang tidak disegel,” tandas Nanang.

Nanang juga membeberkan, adanya dialog terbuka itu dapat memberikan jawaban kepada masyarakat secara pasti. Karena pihaknya meminta adanya penerangan hukum yang disampaikan kepada seluruh pedagang miras se-Kecamatan Genteng.

Nanang menambahkan, jika pro kontra pasca sidak beberapa hari lalu dibiarkan berlarut-larut tanpa ada penerangan secara pasti melalui audiensi terbuka, dapat menjadi isu liar dan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Ada dua kemungkinan, apabila bupati atau tim terpadu tidak memberikan klarifikasi terkait pandangan hukum kepada pedagang minol pasca sidak, kemungkinan pertama, tim terpadu tidak memahami bagaimana sebenarnya rezim hukum perizinan tersebut, kemungkinan kedua adalah adanya dugaan bahwa tim terpadu itu menjadi salah satu baking sebagian perusahaan-perusahaan,” imbuhnya.

Masih kata Nanang, audiensi terbuka merupakan jalan keluar yang tepat untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Karena semua pihak duduk bareng dan bisa mendengarkan apa yang sebenarnya menjadi tolak ukur rezim hukum perizinan di perdagangan minuman beralkohol. 

“Oleh karenanya, kami mengharap kepada Bupati Banyuwangi untuk memberikan ruang dan menanggapi secara serius berkenaan dengan tindakan tim terpadu kepada seluruh pedagang minol di Kecamatan Genteng pada 3 Agustus 2022, kemarin.”pungkasnya.(Im)

Related

Metropolis 1592103826247231361

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item