Sidang Lanjutan Perkara Pidana Terdakwa Jahja Komar Hidayat Dengan Agenda Putusan

Sidang Saat Digelar

MEMOPOS.com,Jakarta - Rabu 6/7/2012 PN Jaktim menggelar Sidang Putusan Perkara terdakwa Jahja Komar Hidajat, Yang diketuai oleh Majelis Hakim Agam Syarief Baharudin. SH. M

Dalam Pertimbangan Pembacaan putusannya, Majelis Hakim menyatakan bahwa, terdakwa Jahja Komar Hidajat telah terbukti bersalah dan memenuhi unsur melakukan tindak pidana mengunakan surat palsu secara bersama-sama.

Sementara hal-hal yang memberatkan terdakwa dalam pembacaan putusannya Majelis Hakim menyatakan bahwa, terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan juga perbuatan terdakwa dapat merugikan orang lain. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan terdakwa sudah berusia lanjut.

Majelis Hakim mempertimbangkan tuntutan penjara oleh JPU sebagai berikut bahwa, terdakwa telah berusia lanjut dan baru melakukan operasi kantong kemih, sehingga penekanan kebebasan terdakwa bukanlah satu-satunya jalan untuk memberikan efek jera bagi terdakwa.

Dalam pembacaan putusannya, Majelis Hakim menyatakan bahwa, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemalsuan.


“Mengadili:

1. Menyatakan terdakwa Jahja Komar Hidajat telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja memakai surat palsu atau dipalsukan yang dapat menimbulkan kerugian yang dilakukan secara bersama-sama,

2. Menjatuhkan pidana penjara oleh karena itu kepada terdakwa selama enam (6) bulan,

3. Penjara pidana tersebut tidak usah dijalani oleh terdakwa, kecuali jika dikemudian hari majelis hakim menemukan tindak pidana dalam masa percobaan selama satu (1) tahun,

4. Menetapkan masa penahanan yang dijalani terdakwa pada masa sebelumnya dari masa pidana penjara yang ditetapkan,

5. Barang bukti tetap terlampir dalam berkas perkara,

6. Membebankan biaya perkara kepada terdakwa sejumlah lima ribu rupiah,” kata Agam Baharudin dalam pembacaan putusannya.

Atas putusan majelis hakim, Penasehat hukum terdakwa, Reynold Thonak dan Tim menyampaikan keberatannya dan dengan tegas menyatakan banding kepada Majelis Hakim , Sedangkan JPU menyatakan pikir pikir.

Saat di temui rekan media usai sidang penasehat hukum terdakwa Jahja Komar Hidayat, Reynold dan Tim mengatakan banding terhadap putusan yang mulia Majelis Hakim, kami mengutarakan juga kekecewaan kami terhadap putusan yang diambil Majelis Hakim, masalahnya sangat sederhana, dimana kami mempermasalahkan majelis hakim yang tidak mempertimbangkan saksi-saksi dalam BAP yang kemudian dihadirkan didepan sidang, yaitu saksi Laurensius Hendra Soetjipto dan Saksi Agustinus Yusuf Soekantjo mereka itu mencabut BAP- nya didepan sidang.

Sepanjang menyangkut pelaksanaan RUPS pada tahun 1998 mereka awalnya di BAP mengatakan bahwa “Yang memimpin RUPS itu adalah terdakwa” Padahal ketika kita saksikan didepan sidang dan saksi tersebut bersumpah bahwa “Yang memimpin RUPS itu adalah Laurensius Hendra Soetjipto dihadiri oleh Agustinus Yusuf Soekantjo sebagai perwakilan dari Direktur PT. Surya Mega Cakrawala sebesar 90% pemegang saham.ungkap Reynold.

“Jadi hadir semua 100% pemegang saham sama Laurensius 10%. Jadi itu sebenarnya, apa yang dipertimbangkan hakim memutus percobaan ya, itu adalah hukuman percobaan 6 bulan.”

Kami tau ada tekanan yang begitu besar kepada yang Mulia Majelis Hakim dalam perkara ini. Kami mencurigai, mensinyalir ada intervensi terhadap perkara untuk melindungi kepentingan pihak-pihak yang mau merampok, mau membajak PT Tjitajam dan lucunya lagi hal yang diperlihatkan Majelis Hakim ini menganggap 9 putusan, bahkan sekarang sudah 10 – 11 Putusan inkrah. Yang memenangkan klien kami, artinya walaupun 10 putusan inkrah ini yang memenangkan klien kami tidak ada hubungan dengan masalah pidana tapi, siapakah yang berwenang melakukan RUPS pada tahun 1998, yaitu PT Surya Mega Cakrawala selaku pemegang saham 90% dan Laurensius Hendra Soetjipto sebesar 10%. Lah kalau itu sudah 100% pemegang saham dilakukan RUPS dipimpin Hendra Soetjipto kemudian salahnya dimana Yang Mulia. Ujar Reynold

Kami ini sama – sama penegak hukum, tapi kok Yang Mulia ini melihat masalah yang se – simple ini masih menilai yang tidak-tidak terhadap klien kami. Kenapa?Ada apa dengan Majelis Hakim ini? Tambahnya

Begitu sidang, kami menyecar semua pertanyaan kepada saksi – saksi. Yang Mulia membatasi kami dengan cara mengatakan “Sudah, kami sudah paham dengan masalah ini, kami sudah mengerti, kami tau fakta sebenarnya ” Kemudian yang kami tekankan dalam sidang tadi, yang kami Protes “Tidak dihadirkannya saudara Ponten Cahaya Subakti ini kan Perampok sesungguhnya PT Tjitajam, tapi Jaksa tidak bisa menghadirkan dengan 1000 alasan seperti : Covid, tidak mau datang, Merajuk.

Tapi tidak apa – apa kami nyatakan banding, kami hormati saja, karena kami menghormati putusan Pengadilan, jadi belum ada yang salah hari ini. Kasih tau mereka “Tidak ada yang salah, merekalah yang harus kita buktikan, siapa yang berhak, tidak berpengaruh pada hak keperdataan kami paham".

“KAMI MASIH PEMILIK” sudah dilakukan eksekusi jadi cerita apa, mereka berharap saya salah, itu harapan mereka kan? tidak apa–apa kita hormati, kita ikuti, kita jalani. Jangan mereka merasa menang, mereka tidak ada apa–apanya disini kasih tau mereka ya.

Bahwa saya sebagai penasehat hukum “Mereka belum ada apa-apa dan tidak punya apa-apa terhadap PT Tjitajam, bukan pemegang saham, bukan pemegang aset, hanya mau merampok saja”. Tutup Reynold.

(Denny)

Related

Headline 7087362525513715654

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item