Keluarga Wartanto Selama Tiga Hari Di RS, Kondisi Korban Dugaan Persekusi Kandangan Banyuwangi Membaik

Wartanto dan Keluarga Pulang Dari RS Korban Persekusi OTK

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Kondisi Wartanto, Kepala Dusun (Kadus) Sumberbopong, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, beserta istri, 2 anak dan 2 cucunya sudah membaik. Setelah 3 hari menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS), sekeluarga korban penyerbuan dan dugaan persekusi yang dilakukan oleh gerombolan Orang Tak Dikenal (OTK) ini sudah diizinkan pulang.

Seperti diketahui, kondisi kesehatan kelimanya mendadak memburuk pasca aksi penyerbuan dan dugaan persekusi, pada Rabu (13/7/2022), yang dilakukan oleh massa OTK yang disinyalir berasal 2 dusun dari desa tetangga. Yakni dari Dusun Pancer dan Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Istri Kadus Kandangan, Sumarsini serta kedua anak perempuannya, Nanik Setyowati dan Nur Susiani. Serta kedua cucu, Ramadhani, yang masih berusia 7 tahun dan Devi berumur 2,5 tahun, mengalami shock dan trauma mendalam. Saat gerombolan OTK menyerbu dan diduga melakukan persekusi, kelima orang inilah yang menjadi sasaran.

Mereka mengaku telah mendapat perlakuan kasar, kata-kata kotor, intimidasi hingga ancaman akan dibunuh. Terlebih dalam aksinya, massa OTK juga masuk rumah menggeledah sampai kedalam kamar pribadi guna mencari keberadaan Kadus Wartanto.

“Saya sangat trauma, karena aksi mereka sangat kejam. Saya mau (diancam akan) dibunuh kalau di jalan,” ucap Nur Susiani, kepada wartawan, Minggu (17/7/2022).

Sampai saat ini, Sumarsini, kedua anak serta kedua cucu, mengaku sering merasa ketakutan. Terutama ketika melihat kerumunan massa.

“Cucu saya, Ramadhani dan Devi, ketika melihat ada banyak orang, takut, langsung ngajak pulang. Semoga tidak ada kejadian seperti ini lagi,” ungkap Sumarsini.

Saat penyerbuan dan dugaan persekusi Rabu (13/7/2022) terjadi, Kadus Wartanto memang sedang tidak ada di rumah. Dia berada di Kantor Desa Kandangan. Ketika kembali kerumah, gerombolan OTK sudah membubarkan diri. Namun dia mendapati keluarganya shock, ketakutan dan ada yang menangis histeris.

Tak kuasa menahan sedih dan pilu, mendadak kesehatan pria paruh baya tersebut menurun. Karena kondisi makin lemah, terpaksa pada Rabu sore (13/7/2022) dilarikan ke RS Ar-Rohmah, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. Kelima orang keluarga yang diduga telah dipersekusi ikut dibawa ke RS untuk mendapatkan perawatan psikologi.

Setelah 3 hari di rumah sakit, pada Sabtu malam (16/7/2022), dokter menyatakan kondisi kesehatan Kadus Wartanto beserta kelima anggota keluarganya sudah membaik. Mereka dijemput Suparmin SH, selaku kuasa hukum Pemerintah Desa Kandangan.

“Apa yang menimpa Pak Wartanto, beserta istri, kedua anak dan kedua cucunya, merupakan salah satu cermin penegakan supremasi hukum di Banyuwangi. Untuk itu, dalam waktu dekat akan kita laporkan ke Polda Jatim,” kata Suparmin.

Aktivis senior Ketua LSM Konsorsium Demokrasi Banyuwangi (LSM Kodeba) ini mengaku prihatin dengan leluasanya gerombolan OTK melakukan aksi penyerbuan dan dugaan persekusi kepada masyarakat Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran. Apalagi perbuatan yang disinyalir sarat unsur pidana tersebut dilakukan selama 3 hari berturut-turut.

Saat kejadian, masih Suparmin, sebenarnya terdapat anggota kepolisian Polsek Pesanggaran. Namun karena minimnya jumlah personel, akhirnya tidak berdaya menghadapi massa OTK yang jumlahnya jauh lebih banyak.

“Harusnya Polsek Pesanggaran bisa koordinasi dengan Polresta Banyuwangi, atau Forpimda Banyuwangi. Karena ini menyangkut penegakan hukum dan keselamatan warga negara,” cetus Mbah Parmin, sapaan akrab Suparmin.

Dia menduga, kesan tutup mata Polsek Pesanggaran terhadap aksi penyerbuan dan dugaan persekusi yang menimpa masyarakat Desa Kandangan, lantaran tidak ingin benturan dengan warga. Mengingat gerombolan OTK pelaku penyerbuan dan dugaan persekusi disinyalir adalah warga 2 dusun dari desa tetangga. Yakni Dusun Pancer dan Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Meskipun sikap diam aparat tersebut telah mengakibatkan adanya warga Desa Kandangan, yang harus menjadi korban.

“Itulah kenapa kami memutuskan melapor ke Polda Jatim.Kita berdiri di negara hukum, maka hukum harus ditegakan.” tegas Suparmin.

Untuk diketahui, aksi penyerbuan dan dugaan persekusi ini bermula dari adanya gerakan pro investasi yang dilakukan masyarakat Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Yakni investasi dari PT Merdeka Copper Gold Tbk, di wilayah setempat. Diduga gerombolan OTK yang diduga sebagai pihak yang menolak merasa tidak terima.(Im)

Related

Headline 2529719305163035547

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item