Homestay Di Banyuwangi Dikagumi Wamen Parekraf

Wamen Parekaraf Angela Herliani Tanoesoedibyo saat Berkunjung di Banyuwangi

MEMOPOS.com,Banyuwangi -,Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Angela Herliani Tanoesoedibjo melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi. Ia meninjau sejumlah homestay yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh pesat seiring pengembangan pariwisata di ujung timur Jawa.

Didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi M Yanuar Bramuda, Angela mengunjungi Didu's Homestay dan Kedaton Wetan, Rabu (6/7/2022).

"Wah sudah seperti hotel berbintang. Inilah yang saya maksud penerapan program Homestay Naik Kelas," ujar Angela kepada wartawan.

Program Homestay Naik Kelas adalah peningkatan kualitas homestay dari sisi sumber daya manusia, pelayanan, hingga sarana prasarana. Ini dilakukan guna meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

Angela mengunjungi Didu's Homestay. Homestay ini memiliki total sembilan pondok dengan berbagai jenis kamar seperti tipe bungalow. Meski terkesan tradisional, setiap pondok difasilitasi kamar mandi dengan western toilet. Di area tengah ada sebuah pendopo untuk pengunjung yang ingin bersantai.

Lanjut ke lokasi kedua, Angela menengok Homestay Kedaton Wetan yang mendapat Juara terbaik ajang EJTA Jatim 2021. Dengan nuansa Rumah Adat Osing sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan wisata di kabupaten Banyuwangi, khususnya di desa wisata adat Osing Kemiren.

Kedaton Wetan ini dihiasi ornamen barang-barang antik Suku Osing serta kasur merah hitam yang terbuat dari kapuk. Tentunya hal itu menjadi khas milik masyarakat Osing di Desa Kemiren.

"Kami sudah melihat beberapa homestay, ini mudah-mudahan menjadi replika dari beberapa daerah lain," kata Wamen Angela.

Tak hanya melihat fasilitas dan tata kelola yang ada. Ia juga berbincang cukup intens dengan para pengelolanya. Menggali beragam tips dan tantangan dalam pengembangan wisata dan amenitasnya.

"Selama diskusi dengan para pengelola homestay, Mbak Wamen memberikan apresiasi terhadap konsep pengembangan homestay di Banyuwangi sehingga bisa naik kelas," ujar Bramuda menyampaikan hasil diskusinya.

Konsep homestay yang dikembangkan di Banyuwangi dipadukan dengan keberadaan hotel. Selama 11 tahun terakhir, Pemkab Banyuwangi tidak mengizinkan berdirinya hotel kecuali bintang 4 ke atas dan jauh dari tempat wisata prioritas.

"Dengan aturan ini, homestay yang dikelola oleh masyarakat bisa jalan. Mereka tidak dibiarkan bertarung bebas dengan investor besar. Mereka tetap menyasar pangsa pasar menengah ke bawah dan mendapat ruang di lokasi premium di dekat tempat wisata," imbuh Bramuda.

Dalam pengembangannya di bawah kepemimpinan Bupati Ipuk Fiestiandani, Bramuda mengatakan bahwa homestay di Banyuwangi dicanangkan untuk naik kelas. Meskipun dikelola oleh masyarakat langsung, namun spesifikasi layanannya bisa setara hotel berbintang.

"Kami terus melakukan pembinaan dan pendampingan ke sejumlah homestay untuk bisa diupgrade dan statusnya bisa naik kelas," tegas Bramuda.

Perlu diketahui, program homestay naik kelas ini menjadi salah satu Top 45 Sinovik 2022 yang diselenggarakan Kementerian PAN-RB. Setiap homestay akan mendapat pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola hingga pemenuhan sarana prasarananya.

Selain mengunjungi Didu's Homestay di Banjarsari dan Kedaton Wetan di Kemiren, Angela juga menyempatkan menengok museum Desa Kemiren. Dari museum yang dikelola mandiri keluarga ibu Junah itu, ia juga melanjutkan belanja di salah satu pusat oleh-oleh di Banyuwangi juga di gerai batik.(Im)

Related

Headline 7444005613041525481

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item