Dengan Membangun Gotong Royong Pemkab Banyuwangi Berhasil Wujudkan Rumah Bersalin Di Desa Sarongan

Rumah Bersalin Di Desa Sarongan Sudah Diresmikan

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran mempunyai fasilitas kesehatan khusus untuk ibu hamil dan melahirkan. Desa yang terletak di paling ujung selatan Banyuwangi itu kini mempunyai Rumah Bersalin Puskesmas Pembantu Sarongan.

Jarak Desa Sarongan terletak sekitar 80 kilometer lebih dari kota Banyuwangi. Membutuhkan waktu lebih dari tiga jam untuk menuju desa ini. Wilayah desa ini mayoritas merupakan hutan dan perkebunan.

Sebelumnya, fasilitas kesehatan untuk ibu hamil utamanya yang beresiko tinggi belum lengkap di desa ini. Ibu hamil beresiko tinggi (bumil risti) harus dirujuk ke RSUD Genteng yang lokasinya sekitar 50 km dari Desa Sarongan.

Berangkat dari kondisi itulah, Rumah Bersalin ini dibangun di Desa Sarongan, yang bisa mencakup Desa Kandangan dan desa-desa di sekitarnya. Rumah Bersalin ini memiliki fasilitas ruang nifas, ruang bersalin, ruang bayi, ruang KIA, ruang periksa, inkubator, USG, dan fasilitas lainnya.

Rumah Bersalin ini dibangun hasil dari gotong royong banyak pihak. Mulai dari Konsulat Jendral (Konjen) Jepang di Surabaya, Pusat Studi dan Pengembangan SDM (PSPSDM) Mataram, Pemkab Banyuwangi, Pemdes Sarongan, dan warga.

Dalam peresmiannya, hadir Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya Takeyama Kenichi, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Direktur PSPSDM Mataram Nur Ahmad Yani, serta aparatur Desa Sarongan.

Bupati Ipuk bersyukur akhirnya Rumah Bersalin ini bisa beroperasi. "Setelah satu tahun lebih akhirnya bangunan yang kita harapkan bisa beroperasi," kata Ipuk, Selasa (27/7/2022).

Ipuk mengatakan di Desa Sarongan banyak yang tinggal di tengah kawasan hutan dan perkebunan. Untuk itu, ia berkomitmen untuk memberikan fasilitas kesehatan kepada warga setempat.

"Ini komitmen kami untuk memberikan sarana dan prasarana kesehatan bagi masyarakat Sarongan dan sekitarnya. Kami bersyukur bertemu orang-orang yang tepat dan membantu kami membangun fasilitas kesehatan ini," tegas Ipuk.

"Terima kasih kepada PSPSDM Mataram dan warga Desa Sarongan yang bekerja keras membangun Rumah Bersalin ini. Tentu juga Konjen Jepang di Surabaya, semoga ini bisa mempererat hubungan antara Jepang dan Indonesia," tambah Ipuk.

Takeyama Kenichi mengaku senang bisa membantu warga Banyuwangi. Dia mengaku menyukai Banyuwangi dan telah tiga kali datang ke kabupaten paling timur Pulau Jawa itu.

"Semoga dengan Rumah Bersalin ini semakin banyak warga mendapat fasiillitas medis yang tepat," kata Takeyama.

Rumah Bersalin ini merupakan bangunan yang tidak terpakai. Dalam proses pembangunan, masyarakat Desa Sarongan bahu membahu membongkar dan membangunnya.

"Pembangunan Rumah Bersalin ini merupakan wujud gotong royong banyak pihak. Kami berterima kasih dengan banyaknya dukungan akhirnya Rumah Bersalin ini bisa berdiri dan beroperasi," kata Nur Ahmad Yani.

"Pemkab Banyuwangi memperbaiki dan membangun saluran irigasi. Selain itu pemkab juga membangun fasilitas IPAL," kata Yani.

Yani menjelaskan tahun ini terdapat 156 ibu hamil dari Desa Sarongan dan Kandangan, serta lebih dari 3.000 perempuan subur yang akan menerima manfaat dari Rumah Bersalin ini.(Im)

Related

Pemerintahan 9153196611876251813

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item