Advokat Iskanda,SH,MH: Pekerjaan Proyek Dikbud NTB SMAN 3 Wera Dituding Tidak Prosedural

Advokat Iskandar SH.MH.

MEMOPOS.com,NTB - Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum, Forum Komunikasi Persaudaraan Muslim (FKPM) Nusa Teggara Barat (NTB) Iskandar,SH,MH,  menuding Kontraktor CV.Berkah selaku pelaksana Proyek Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, dituding bermasalah. Fisik Proyek SMAN 3 Wera tersebut tidak sesuai dengan anggaran yang berjumlah 2 Millyar lebih. Sehingga kredibilitas Kontraktor maupun Dikbud NTB dipertanyakan.

Yang menarik Peresmian proyek tersebut dipertanyakan wali murid. Peresmiannya tidak dilakukan ditempat proyek di SMAN 3 Wera Bima yang terletak di Dusun Suka Maju Desa Rangga Solo Kecamatan Wera Kabupateb BIma. Tetapi Proyek tersebut d resmikan di Mataram NTB.

Demikian dikatakan Direktur LBH. FKPM. NTB. Iskandar, SH,MH saat ditemui Kepala Perwakilan Media Massa Nasional Cetak dan Online Muhammad Taqwa seusai menghadiri acara Sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) NTB  pada Kamis (21/7/2022) di Mataram,NTB.

Ketua  Kongres Advokat Indonesia (KAI) NTB itu menjelaskan hingga hari ini CV.Berkah sdr Arifudin selaku pelaksana Proyek/PPK belum membayar ongkos tukang yang masih ratusan juta rupiah itu. 

Akibatnya Siswa/Siswi SMAN 3 Wera Bima NTB, tidak bisa belajar dirungan kelas karena sekolah mereka disegel oleh tukang yang merasa haknya berupa upah kerja belum dibayar.

Penyegelan Sekolah tersebut telah terjadi 2 kali. Penyegelan pertama pada bulan Januari lalu. Pada saat itu sdr.Muhammad Irwin selaku Kasi Saspas Dikbud SMA Provinsi NTB  telah membuat  surat pernyatan tertanggal 22 April 2022.

Pernyataan itu ditulis tangan sendiri oleh Irwin bermaterai cukup dan telah ditanda tanganinya dengan sempurna dihadapan para saksi bahwa sisa upah tukang akan diselesaikan oleh kontraktor.

Namun faktanya kontraktor/PPK/ Kasi Saspas Dikbud SMA Provinsi NTB tidak peduli. Akhirnya Sekolah tersebut di segel lagi hingga saat ini. Pembayaran upah tukang terkatung katung.Belum ada penyelesaian.

Bahwa dengan adanya itikat baik Kasi Saspas Dikbud SMA Provinsi NTB Irwin membuat surat pernyataan itu, semoga berbuah manis. Janganlah siswa sekolah tersebut menjadi korban. 

Demikian juga para tukang yang menuntut hak hak nya itu agar agar menjadi perhatian khusus semoga diselesaikan dengan baik hak hak mereka. Segeralah selesaikan.

Gubernur NTB Bang Zul diharapkan untuk memutasikan atau menon aktifkan para pejabat Dikbud Provinsi NTB  yang berkaitan dengan Proyek yang sumber dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Provinsi NTB agar tidak menghilangkan barang bukti. Berikut Jangka waktu Proyek tersebut 150 hari Kalender.

 Demikian pula Ketua Komisi Pembentasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri diminta turun tangan untuk menangani dugaan penyimpangan terhadap Proyek yang bernilai 2 milyar lebih itu agar di Proses sesuai ketentuan Undang Undang dan Praturan yang berlaku sebut Kandidat Doktor itu.

Sementara itu ditempat terpisah Salah satu Tukang  yang merasa upahnya belum dibayar  bernama Efrin (40) yang dihubungi Wartawan Media ini via telp menyatakan Proyek itu telah selesai dikerjakan pada akhir tahun lalu. 

Namun Efrin mengaku masih ada sisa upahnya sebesar Seratus Juta Rupiah yang belum dibayar kontraktor. Akhirnya Ia nekat menyegel Sekolah tersebut.

Erfin mengaku siap berdamai asalkan hak hak nya dibayar lunas sembari Efrin menuturkn dirinya tidak mau urus teman teman tukang lain yang penting hak saya dibayar lunas. Urusan selesai tutupnya.

Gubernur NTB Bang Zul hingga terbitnya berita ini belum dapat dihubungi.Semntara itu Kadis Dikbud NTB, maupun Kabid dan Kasi Saspas SMA Provinsi NTB maupun kontrsktot di hubungi media ini via telp belum dapat dihubungi, Milbox.


Taqwa NTB.

Related

Headline 1853170368915530588

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item