Vaksinasi PMK Di Banyuwangi Tuntas Empat Hari Kerja

Vaksinasi Hewan Ternak di Banyuwangi

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Sesuai dengan jumlah dosisi vaksin PMK yang di terima oleh Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur, sebanyak 3.300 ekor sapi di Banyuwangi telah mendapatkan suntik vaksin Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) tahap dosis pertama.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, M. Khoiri mengatakan, vaksinasi tahap pertama sudah dirampungkan dalam kurun waktu empat hari.

"Sesuai dosis yang diterima, Vaksin PMK tahap pertama telah kita tuntaskan pada 3.300 ekor sapi. Terhitung mulai hari sabtu kemarin sampai kemarin kita keliling vaksinasi," paparnya kepada Media, Rabu (29/6/2022).

Khoiri menjelaskan bahwa vaksinasi PMK di Bumi Blambangan, diprioritaskan untuk sapi perah dahulu. Selain angka sapi perah yang terjangkit PMK cukup tinggi, hal ini juga dilakukan untuk menjaga pasokan susu tetap stabil.

"Ada 700 ekor populasi sapi perah yang tersebar di sejumlah kecamatan daerah Banyuwangi. Ini yang menjadi prioritas utama kami," terangnya.

Selebihnya, masih khoiri, vaksinasi disuntikkan kepada sapi potong yang berada di sekitar kawasan sapi perah, maupun wilayah-wilayah rentan. Seperti daerah yang terjangkit PMK, perbatasan, atau wilayah dengan populasi ternak tinggi.

"Kita lakukan sistem ring vaccination. Tidak semua ternak di wilayah itu akan divaksin. Selain sapi perah, vaksin juga diberikan pada sapi yang berada di wilayah-wilayah pinggiran yang berbatasan dengan desa/kecamatan sekitar," urai Khoiri.

"Masyarakat mohon bersabar. Saat ini pemerintah memang masih fokus pada sapi perah dan potong. Namun secara bertahap ternak yang lain juga akan mendapat giliran," imbuhnya.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Pangan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiharto, menambahkan vaksinasi PMK diberikan sebanyak 3 dosis secara bertahap.

"Tahap kedua diberikan 5 minggu setelah vaksinasi dosis pertama. Sementara booster diberikan 6 bulan setelah vaksinasi dosis kedua," katanya

Adapun persyaratan hewan ternak yang bisa mendapatkan vaksin PMK di antaranya, usia hewan minimal 2 minggu dan masa pemeliharaannya lama. 

"Artinya tidak akan dipotong minimal dalam 1 tahun ke depan. Ternak juga harus dipastikan sehat. Bagi ternak yang sedang terpapar PMK, bisa divaksin setelah sembuh," papar Nanang.

Masih kata Nanang, kegiatan vaksinasi dilakukan secara terjadwal oleh petugas medik dan paramedik veteriner di 11 pusat kesehatan hewan (puskeswan) dan masing-masing kecamatan. 

"Vaksinasi dilaporkan secara online melalui ISIKHNAS (sistem informasi kesehatan hewan nasional) sehingga terpantau capaian targetnya," paparnya.

Diketahui, Pemkab Banyuwangi juga telah sigap melakukan berbagai upaya mencegah penularan PMK di daerah. Mulai melakukan penyemprotan disinfektan di kandang-kandang ternak hingga pengetatan lalu lintas ternak.

Menjelang hari raya Idul Adha, Pemkab Banyuwangi juga bakal mengeluarkan sertifikat kesehatan ternak untuk menjamin ternak yang dibeli masyarakat dalam keadaan sehat, bebas dari penyakit ternak, termasuk PMK.

Nanang menambahkan hingga saat ini angka kematian sapi di Banyuwangi tidak sampai satu persen dari total kasus PMK yang mencapai 1.600 kasus. “Mereka yang terinfeksi, kami lakukan penanganan sesuai gejalanya,” tandas drh. Nanang Sugiharto.(Im)

Related

Headline 7810933598348660625

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item