Sungguh Memalukan Ada Oknum Pengasuh Ponpes Di Singojuruh Menggagahi 6 Santri Dibawah Umur

Ilustrasi Pemerkosaan

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Perbuatan bejat pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Banyuwangi yang mencabuli hingga memperkosa 6 santrinya berbuntut panjang. Usai dilaporkan ke polisi, kini para orang tua santri ramai-ramai memboyong anaknya dari ponpes tersebut.

Bahkan, saat memboyong anak-anaknya, keluarga santri langsung pergi tanpa pamit dari pondok pesantren yang berada di Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Hal ini dilakukan karena mereka takut dengan aksi bejat FZ, pengasuh yang juga pimpinan di Ponpes tersebut.

Istilah boyong adalah memindahkan santri dari pesantren. Santri kemudian dipindahkan ke pesantren lain atau kembali ke rumah dan tak kembali lagi ke pesantren.

Salah satu orang tua santri, S, mengaku takut dan mengajak pulang anaknya dari Ponpes FZ. Dia tidak menyangka pimpinan Ponpes tersebut berbuat asusila, padahal FZ dipandang oleh masyarakat Banyuwangi adalah tokoh yang disegani.

"Ya takut. Terpaksa saya pindah daripada jadi korban. Padahal dia itu kan pernah jadi anggota dewan di Banyuwangi dan Jatim juga. Tapi kok perilakunya bejat," katanya, Jumat (24/6/2022).

Hal ini juga disampaikan keluarga korban, Priyo Prasetyo Utomo. Priyo menyebut keponakannya merupakan korban aksi bejat FZ. Pihak keluarga pun langsung memboyong korban agar tidak menerima tekanan hingga intimidasi dari pihak ponpes.

"Sudah pada boyong. Karena takut anak mereka takut terjadi apa-apa. Makanya saya lebih protektif setelah kejadian ini. Keponakan saya dicabuli, tidak sampai ditiduri," tambah Priyo.

Sebelumnya, sejumlah korban telah melayangkan laporan ke polisi. Laporan ini terkait dugaan pemerkosaan dan pencabulan santri di bawah umur. Laporan dilakukan di Mapolresta Banyuwangi beberapa minggu lalu. Tak hanya perempuan, korban pengasuh ponpes bejat ini juga ada laki-laki. Enam korban itu terdiri dari lima perempuan dan satu laki-laki. Seluruh korban merupakan anak di bawah umur.

Menurut Priyo, dari keenam korban, dua di antaranya telah diperkosa oleh pelaku. Sisanya, mengalami pelecehan seksual. Dugaan pencabulan dan pemerkosaan ini terjadi sekitar Oktober 2021 hingga Mei 2022. Kejadian ini terbongkar setelah para korban menunjukkan perilaku aneh. Kebanyakan, tidak mau ditemui orang tua dan jarang makan.

"Jadi, awalnya, orang tua curiga dengan perilaku korban yang berubah. Setelah ditelusuri, korban kemudian bercerita telah dicabuli di dalam ponpes," kata Priyo.

Priyo berharap ada penegakan hukum terhadap aksi bejat pemilik dan pengasuh ponpes tersebut. Karena ada dugaan korban lainnya lagi.

"Beliau ini adalah mantan anggota DPRD Banyuwangi dan mantan anggota DPRD Provinsi Jatim. Saya berharap polisi bisa adil dalam kasus ini," tutur Priyo.

Modus bejat F alasan cek keperawanan hingga sentuh kelamin korban, di halaman selanjutnya!.(Im)

Related

Hukum Kriminal 6804890924763016241

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item