Respons PCNU Banyuwangi Soal Pengasuh Ponpes Perkosa Cabuli Santri

Gus Makki Ambil Sikap Bijak

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Kasus dugaan pencabulan dan pemerkosaan santri di Banyuwangi terus menjadi sorotan hingga saat ini. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, H.Moh Ali Makki turut angkat bicara atas perkara dugaan pencabulan yang menyeret FZ, tokoh agama warga Kecamatan Singojuruh.

Lelaki yang akrab disapa Gus Makki ini mengaku prihatin dengan musibah yang sedang melanda FZ tersebut. Secara khusus, dia juga mendapatkan surat laporan dari alumni sepuh Pondok Pesantren yang beralamat di Desa Padang, Kecamatan Singojuruh tersebut.

"Intinya harus dibedakan antara perkara ini dengan lembaga pendidikan formal dan non formal," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (26/6/2022).

Pihaknya juga meminta agar persoalan yang menimpa oknum FZ tersebut tidak digebyah uyah dengan lembaga pendidikan formal dan non formal yang berada di lokasi tersebut. Karena dalam persoalan ini murni perbuatan pribadi oknum FZ, tidak terkait dengan lembaga pendidikan formal dan non formal.

"Santri bersama walisantri dan siswa-siswi yang sedang menimba ilmu di lembaga ini kami mohon untuk tetap tenang, dan mempercayakan perkara ini kepada pihak berwajib dalam hal ini kepolisian," jelas Gus Makki.

Pendiri pondok pesantren itu adalah KH Hasbullah yang dilanjutkan oleh putranya KH.Abdullah. Sedangkan FZ baru menjadi pengasuh setelah beberapa tahun KH. Abdullah wafat. Sehingga FZ bukan pengasuh utama ponpes tersebut.

"Para alumni sangat terkejut dan prihatin dengan peristiwa ini, sekali lagi ini harus dipisahkan antara perbuatan pribadi dengan lembaga pendidikan formal dan non formal yang ada di kawasan tersebut," tandas Gus Makki.

Laporan ini terkait dugaan pemerkosaan dan pencabulan santri di bawah umur. FZ merupakan pemilik sekaligus pimpinan salah satu ponpes di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Total ada 6 keluarga korban yang telah melaporkannya.

Laporan dilakukan di Mapolresta Banyuwangi beberapa minggu lalu. Tak hanya perempuan, korban pengasuh ponpes bejat ini juga ada laki-laki. Enam korban itu terdiri dari lima perempuan dan satu laki-laki. Seluruh korban merupakan anak di bawah umur.(Im)

Related

Hukum Kriminal 3859375553355389527

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item