Puluhan Pasutri Di 5 Kecamatan Banyuwangi Semringah Usai Nikah Massal

Nikah Masal di Banyuwangi

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Tangis haru Syamsul dan pasangannya Sanatin, warga Kecamatan Giri, setelah mengikuti sidang Isbat Nikah di Banyuwangi. Mereka pun mendapatkan surat nikah dan administrasi kependudukan langsung dari acara tersebut.

Pasangan yang menikah siri awal tahun lalu itu mengikuti program InsyaAllah Polresta Banyuwangi (Menikah secara sah di jalan Allah) di Masjid Baitut Tamam, Desa Kenjo, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jumat (24/6/2022).

"Alhamdulillah ada program ini. Saya dan istri akhirnya bisa menikah," ujar Syamsul terharu.

Syamsul mengaku sangat terbantu dengan pelaksanaan Isbat Nikah terpadu ini. Warga Kelurahan/Kecamatan Giri ini menyatakan jika mengurus sendiri prosesnya cukup lama. Namun melalui isbat nikah ini, kata Suami dari Sanatin ini, semuanya selesai dalam sehari.

"Dapat buku nikah, KTP dan langsung KK juga," ujarnya.

Syamsul dan Sanatin adalah salah satu dari 57 pasutri yang melakukan sidang Isbat Nikah. Para pasangan yang umumnya sudah tidak muda lagi ini berasal dari 5 Kecamatan di Banyuwangi. Yakni Kecamatan Licin, Kecamatan Glagah, Giri dan Cluring. Saat masih menikah siri mereka tanpa dilengkapi dokumen yang tercatat di negara.

"Sidang isbat ini ada 59 pasangan. Ini merupakan solusi bagi masyarakat ketika bisa sah secara hukum," jelas Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa.

Dengan melakukan Isbat Nikah ini, para pasangan itu bisa mendapatkan Akta Nikah atau surat-surat lain yang diperlukan seperti saat hendak ke luar negeri atau haji. Dengan Isbat Nikah ini, pernikahan mereka diresmikan dan sah dari sisi hukum Negara.

"Sehingga pernikahan mereka menjadi rahmat dan berkah bagi lingkungan. Semuanya gratis dari Pengadilan Agama, Kemenag. Pelaksanaan Isbat Nikah ini juga dalam rangka Ultah Polri yang ke-76," jelasnya.

Yang menarik, sebanyak 15 pasangan peserta Isbat Nikah yang berasal dari Kecamatan Glagah diarak layaknya pengantin baru yang masih muda. Mereka diarak dengan musik rebana mulai dari Polsek Glagah hingga ke Desa Jelun.

Arak-arakan peserta Isbat Nikah dari Kecamatan Glagah ini tentu saja menarik perhatian warga yang berada di sepanjang perjalanan menuju lokasi. Tidak sedikit warga yang menyempatkan diri keluar ke jalan untuk melihat dan mengabadikan momen langka tersebut.

"Semoga ini menjadi berkah bagi bapak ibu semua. dan nanti bersama ibu Camat kita akan ngunduh mantu," ujar Kapolsek Glagah AKP Maskur.

Pada kesempatan itu, Panitera Pengadilan Agama Banyuwangi, Subandi, kegiatan ini merupakan satu-satunya di Indonesia kegiatan Isbat nikah yang diinisiasi Polresta. Melalui Sidang Isbat Nikah ini, warga yang tidak mempunyai kepastian hukum di bidang adminduk.

Dia menambahkan, dengan sidang isbat nikah terpadu ini semua kebutuhan adminduk peserta tercover semuanya. Karena setelah dilakukan sidang isbat, hari ini juga keputusan sidang selesai. Tidak hanya itu, akta nikah, Kartu Keluarga, KTP dan Akta Kelahiran juga selesai.

"Status kependudukannya jelas. Kawin belum kawin jelas," ujarnya.

Secara terpisah, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas sangat mendukung program Isbat nikah yang digelar oleh Polresta Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi pun memberikan dukungan berupa persyaratan kependudukan usai mereka menikah. Dinas kependudukan dan pencatatan sipil langsung mencetakkan KK dan KTP bagi para pasangan yang mengikuti Isbat Nikah.

"Tentu hal ini menjadi hal yang membahagiakan. Kami membantu masyarakat yang kesulitan dalam mengesahkan pernikahan mereka. Kita perintahkan Dispenduk Capil mempercepat mendapatkan KTP dan KK. Sesuai dengan program yang kita jalankan selama ini," pungkasnya.(Im)

Related

Headline 1877695322427595450

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item