Perkembangan Kasus Penebangan Kayu Jati Untuk Jembatan, Pelaku Terus Diburu Satreskrim

Barang Bukti Kayu Saat Diamankan

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Kasus dugaan penebangan kayu jati di RPH Kesilir Baru telah ditangani polisi.

Informasi terbaru, kasus ini ditangani Satreskrim Polresta Banyuwangi setelah laporan Perhutani KPH Banyuwangi dilimpahkan penanganannya oleh Polsek Pesanggaran.

Aksi terduga pelaku, menurut Ketua Timsus KPH Banyuwangi Selatan, Sugito, diketahui oleh dua warga yang kemudian memberitahu ke petugas Perhutani KPH Banyuwangi Selatan.

"Kami melakukan pengecekan di TKP dan ternyata ada 7 tunggak kayu jati bekas ditebang. Ranting kayu masih berserakan," tukasnya.

Selain itu terdapat tumpukan kayu jati yang ditaruh di jembatan. Diduga kayu jati tersebut akan dipergunakan untuk jembatan.

"Kayu jati tersebut kami potong - potong sepanjang 2 meter untuk memudahkan evakuasi ke TPK Ringintelu. Jumlah kayu jati setelah dipotong sebanyak 46 batang," tandasnya.

Sugito menambahkan, laporan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan yang kini ditangani Satreskrim Polresta Banyuwangi itu terkait penebangan kayu jati di Petak 79A.

Petak 79A itu masuk Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran," terang Sugito.

Terduga pelaku penebangan pohon jati masih dalam penyelidikan oleh Satreskrim Polresta Banyuwangi. Kejadian aksi penebangan pohon jati itu terjadi Sabtu 11 Juni 2022, sekitar jam 09.00 WIB.

"Anggota kita diberitahu warga ada orang yang menebang kayu jati di Petak 79A RPH Kesilirbaru. Jumlah kayu yang ditebang 7 pohon," tambah Sugito.(Im)

Related

Hukum Kriminal 5720287049788382619

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item