Narkoba dan Miras Rangking Teratas Penyakit Masyarakat Di Banyuwangi

Press Rilis Polresta Banyuwangi Miras dan Narkoba Rengking Pertama

MEMOPOS.com,Banyuwangi -  Enam kasus ini kerap dilanggar oleh warga Banyuwangi sehingga menimbulkan penyakit masyarakat.

Dari enam kasus itu, penyakit masyakarat yang paling banyak adalah tentang penyalahgunaan narkoba.

Dari hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 23 Mei - 3 Juni 2020 lalu, terungkap 42 kasus narkoba dengan jumlah tersangka 44 orang.

Dirangking dua ada kasus minuman keras dengan 37 laporan polisi (LP) plus tersangka. Ini membuktikan bahwa Banyuwangi masih marah peredaran miras.

Wakapolresta Banyuwangi AKBP Didik Harianto menyampaikan, jumlah laporan polisi terkait pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2022 yang digelar selama 12 sebanyak 125 LP.

Rinciannya, aparat mengungkap perjudian 20 kasus, prostitusi 1 kasus, pornografi 5 kasus, premanisme 17 kasus, penyalahgunaan Narkoba 42 kasus, minuman keras 37 kasus.

“Kami telah mengamankan 132 orang tersangka meliputi perjudian 24 orang, prostitusi 1 orang, pornografi 5 orang, premanisme 18 orang, penyalahgunaan Narkoba 44 orang, minuman keras 37 orang,” papar Wakapolresta Banyuwangi.

AKBP Didik menerangkan, perkara prostitusi modus operandinya para pelaku mengirimkan beberapa foto perempuan seksi melalui media sosial WhatsApp, lalu menyepakati harga dan lokasi pertemuan.

Sedangkan perkara pornografi pelaku menyebarkan dan membagikan foto atau video yang mengandung konten kesusilaan, dengan cara menyebarkan melalui media sosial (Twitter)," ungkapnya.

Jajaran Satreskrim juga berhasil mengamankan 18 orang pelaku aksi pungutan liar dengan menyuruh preman yang melakukan tindakan kriminal.

“Untuk perkara Prostitusi kami sangkakan dengan pasal 296 KUH Pidana dan/atau pasal 27 ayat 1 juncto pasal 45 ayat 1 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 dan/atau pasal 2 ayat 1 nomor 21 tahun 2017 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar,” papar Wakapolresta.


Sementara itu, untuk perkara pornografi Polresta Banyuwangi menggunakan pasal 4 ayat (1) UU RI No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau pasal 27 ayat (1) UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dapat dipidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 250 juta dan paling banyak Rp 6 miliar.(Im)

Related

Hukum Kriminal 3216703792894687318

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item