Festival Ngopi Kebangsaan Di Banyuwangi, Upaya Merajut Kebersamaan Dalam Perbedaan

Bupati dan Wabup Banyuwangi di Tengah - Tengah Panitia Ngopi Bareng

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Banyuwangi menggelar Festival Ngopi Kebangsaan di Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro. Festival yang menyuguhkan kekayaan budaya dari berbagai suku dan etnis yang tinggal di bumi Blambangan selama bertahun-tahun.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Wakil Bupati Sugirah turut hadir dalam kegiatan itu. Ipuk mengungkapkan festival ini menjadi salah satu upaya menguatkan kebersamaan dalam perbedaan.

“Keragaman suku, etnis dan budaya di Banyuwangi ini harus dirajut secara harmonis. Festival Ngopi Kebangsaan ini, bisa menjadi salah satu cara untuk merajut harmoni itu,” ungkap Ipuk, Senin (6/6/2022).

Festival ini, kata Ipuk, akan semakin meningkatkan persatuan dan kerukunan warga Banyuwangi. Sebagaimana yang dulu telah dicontohkan oleh para pahlawan dan pejuang tempo dulu.

“Keragaman suku dan budayanya ini yang membawa Banyuwangi bisa bergerak maju seperti sekarang ini. Bahkan membawa keberkahan bagi daerah ini. Kerukunan semua elemen di sini harus kita jaga terus, semua harus kompak,” terang Ipuk.

Berbagai etnis dan suku yang tinggal di Banyuwangi hadir di festival tersebut dengan pakaian adatnya masing-masing. Selain suku Osing yang merupakan penduduk asli, juga terdapat berbagai suku lain. Seperti Jawa, Madura, Bali, Mandar-Bugis, Minang sampai etnis Tionghoa dan Arab.

Tidak hanya menyajikan atraksi budaya dari masing-masing suku dan etnis. Namun, sebagaimana tajuknya, juga dilengkapi dengan aneka kulinernya. Ada beragam sajian makanan khas Osing dan kopi-kopi asli Banyuwangi yang menggugah selera. Ditambah pula aneka kuliner dari suku Bugis, Bali, etnis Arab hingga Tionghoa.

“Mudah-mudahan ini bisa memperkuat persatuan sekaligus mendongkrak pembangunan ekonomi masyarakat Banyuwangi,” tambah Wabup Sugirah.

Desa Bulusari sendiri dipilih sebagai destinasi wisata kebangsaan karena memiliki karakter keberagaman etnis. Juga terdapat potensi alam yang melimpah. Seperti aneka kopi dan buah-buahan. Sehingga konsep festival dibuat sebagai pasar Kebangsaan.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik M. Lutfi menambahkan bahwa Festival kali ini tidak sebatas pada kegiatan ini saja. Namun, nantinya akan dibuat menjadi destinasi wisata dalam bentuk Pasar Kebangsaan yang dibuka secara reguler.

“Kami ingin menyatukan semua etnis dengan pasar Kebangsaan. Dan semoga ini bisa dicontoh bahwa Banyuwangi dengan segala perbedaan tetap bersaudara,” pungkas Lutfi. (Nur/Eko)

Related

Headline 4343595717657727986

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item