Versi Sudirman, Mahasiswa di Desa Penari Dapat Oleh-oleh Potongan Kepala

Lokasi KKN Desa Penari

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Cerita KKN di Desa Penari mengundang penasaran masyarakat seantero jagat.

Kini cerita Desa Penari dalam cerita yang ditulis oleh SimpleMan berjudul KKN di Desa Penari itu terkuak.

Terkuaknya cerita KKN di Desa Penari itu disampaikan oleh Sudirman dan Menteri BUMN Erick Thohir dan diunggah oleh instagram @erickthohir

Sudirman adalah pengelola dan penjaga wisata Rowo Bayu. Dia menceritakan secara gamblang letak dan lokasi nyata cerita KKN di Desa Penari.

"Mahasiswa itu sempat diberi bingkisan berisi kepala kera yang terpotong," kata Sudirman dalam video itu.

Sebelumnya ada enam mahasiswa dari Surabaya sedang KKN dan sedang dalam studi kasusnya di wisata sejarah Rowo Bayu, di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Dua remaja ini ternyata ada ikatan asmara, sehingga dalam menjelajah Rowo Bayu itu mereka tidak di situs, namun keluar situs.

"Oh dia keluar dari tempat daerahnya ?," tanya Erick kepada Sudirman.

"Iya agak di utaranya," jawab Sudirman.

Sudirman mengatakan disitu dua remaja itu bertemu dengan seseorang. Dan, mereka diajak mampir ke rumahnya.

Lalu, ketika sampai di rumah seseorang itu, mereka diberi suguhan, dijamu makanan dan lain lain. Bahkan, mereka bertanya, ini desa apa ? kepada orang itu.

"Si mahasiswa itu tanya begitu, makan dijawablah ini adalah Desa Penari," ucap Sudirman dalam video itu.

Selang beberapa lama, karena hari itu sudah sore, dua remaja itu pamit pulang. Ketika pulang itulah diberi bingkisan.

Bingkisan ini bagus kemasaanya pakai kertas koran.

Oleh mereka bingkisan itu dimasukan ditas, dan dibawalah pulang langsung ke wisata Rowo Bayu dan langsung menuju dibawah tiang bendera dekat bangunan bundaran

"Disitu, temen temenya sudah disitu (bawah tiang bendera)," jelas Sudirman

Dibawah tiang bendera itu, dua mahasiswa ini ceritalah kepada mahasiswa lainnya bahwa dia dari atas dan disitu ada desa yang namanya Desa Penari.

"Nah protes temannya nggak mungkin ngak ada desa. Ini saya diberi oleh-oleh ayo dibuka," ujarnya.

Namun, netapa terkejutya, begitu dibuka ini ternyata bukan lagi bungkus koran kertas tapi daun talas. Bahkan, setelah dibuka itu isinya ternyata kepala kera baru dipotong atau dipenggal.

Melihat peristiwa itu, sang laki-lakinya langsung pingsan, dan dalam beberapa hari kemudian meninggal. Kemudian ceweknya menyusul meninggal pula satu bulan kemudian.

"Itu cerita yang sesungguhnya dari versi Kepala Desa Rowo Bayu. Dan KKN nya tahun berapa, tanggal berapa semua tercatat," tegas Sudirman.

Sudirman pun juga memberikan dokumentasi tentang wisata sejarah Rowo Bayu

"Posisinya ini kita buatkan pak saya tentukan titiknya," cetus Sudirman

"Ini sumur aslinya sama tidak seperti di film," kata Erick Thohir sambil memperlihatkan dokumentasikan salah satu sumber air di wisata Rowo Bayu.

Erick Thohir pun dibuat penasaran oleh cerita KKN di Desa Penari. Kemungkinan Menteri BUMN ini akan berkunjung ke lokasi wisata Rowo Bayu.

"Saya sudah datang ke Banyuwangi dua kali, berarti ada ketiganya, nanti untuk melihat desa wisata. Tapi ke desa penarinya siang siang saja jangan malam," jelas Erick Thohir.

Situs sejarah Rowo Bayu yang terletak di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi diduga menjadi petunjuk lokasi dalam cerita KKN di Desa Penari yang ditulis oleh SimpleMan @SimpleM81378523 dalam twitternya sekitar pada tahun 2019 lalu.(Im)

Related

Headline 4383959272184524450

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item