Pekerjaan Orang Gila, ?

Korlipda Memo Pos NTB

MEMOPOS.com NTB - Sesungguhnya Orang Gila itu tidak gila,Tapi orang sehat itulah yang gila.Gila harta, gila jabatan gila pangkat gila dipuji,gila hornat  dan masih banyak lagi gila-gila yang lainnya.

Pekerjaan Orang gila,berpura kekuasaan yang cenderung dilaksanakan secara otoriter dan serba error.

Akibatnya membuat rakyat /,anggotanya sengsara, tercekam tapi tak bisa berbuat apa-apa.

 Tidak ada ruang untuk protes, apalagi melawan. Apa pun yang dilakukan oleh para pekerja orang gila terpaksa harus diterima.

Situasi yang berlangsung mirip dengan drama penyanderaan yang dilakukan gerombolan orang yang tak waras. Orang-orang gila.

 Seramnya, kepada gerombolan itu telah diserahkan semua senjata yang tadinya dipegang oleh rakyat / anggota yang kini menjadi sandera.

Mereka gila tapi memegang senjata lengkap dan siap digunakan. Secara otoriter dikeluarkan dari group. Salah bergerak,Harta ludes.

 Mau berteriak?. Senapan mesin para penyandera akan memuntah kan ribuan peluru yaitu dikeluar kan dari group.

 Ada yang coba-coba melakukan manuver yang mencurigakan, bakal mati kena granat,pasti dikeluarkan dari group.

Tak ubah seperti orang gila yang memegang golok dan berada di tengah keramaian. Pastilah semua orang senyap. Tak berani memancing perhatian orang gila itu. Semua tiarap.

Begitulah sekarang rakyat/anggota di bawah kekuasaan otoriter yang dikendalikan oleh orang-orang gila “error”. 

Bagaikan sebuah kapal pesiar sedang berlayar di samudera luas, hancur dan tenggelam. Jiks ada yang coba-coba melawan. Pasti lah tidak dibiarkan berada dikapal itu.

Pada mulanya rakyat/,anggota merasa senang karena mereka menyerahkan kendali dan persenjataan kepada orang-orang waras yang kelihatan baik dan akan membela yang lemah.

 Namun.kenyataannya rakyat/ anggota  yang ada di Kapal itu ternyata merasa tertipu. Para pemegang kendali diatas kalal itu adalah orang-orang yang pandai bersandiwara dengan janji-janji bohong.

Malangnya nasib, para penguasa bukannya bertindak melindungi dan menyenangkan rakyat/anggota diatas kapal itu.

Tapi mereka justru sebaliknya seakan menodongkan senjata kepada rakyat /anggota yang ada⁰ diatas kapal. Dengan membebani rakyat/anggota dengan segala macam kecerobohan Bahkan minta tambah uang dengan cara halus akan diberikan modal lebih besar. Akhirnya termakan janji- janji palsu.

Para penguasa diatas kapal itu berlaku semena-mena. Sewenang -wenang. Untuk saat ini, rakyat/ anggotanya tidak punya pilihan lain. 

Mereka harus sangat berhati-hati menghadapi para penguasa diatas kapal yang setiap saat akan bisa mengacungkan senjata dengan keluarkan dari kapal yang sedang berlayar. Kapal yang ditumpangi nya tidak jelas arahnya mau kemana?.

Salah langkah bisa berujung tragis atau mendekam di penjara.

Sejak awal, rakyat/anggota percaya bahwa orang -orang ini akan bertindak untuk melindungi dan menjaga keselamatan mereka dan hak milik mereka. 

Rakyat / anggota mulanya yakin bahwa orang-orang yang diberi sejata lengkap itu akan berusaha  kemakmuran dan untuk kesejahteraan rakyat/anggota.

Namun faktanya hingga saat ini mereka yang ada dalam sebuah kapal itu hanya bisa berkata, sabar,sabar,sabar. Sampai.kapan?.

Ingat sabar itu ada batasnya. Kalau sudah tidak sabar maka akan berakhir di meja hijau. Ujung -ujungnya masuk bui. Bertempat tinggal dihotel mewah tanpa disewa alias gratis.

Janji menjaga penumpang diatas kapal berubah menjadi persekusi. Janji perlindungan jiwa dan hak milik, berubah menjadi pengejaran dan prosekusi. 

Kini, para penumpang kapal harus rela menjalani kesewenangan para penyandera. Mereka memilih hidup meskipun di bawah todongan senjata. Para penyamun yang berasal dari rakyat kini semakin mengganas.

Rakyat/anggota hanya bisa menunggu para penyandera mabuk setelah pesta. Menunggu mereka lelah dan tertidur. 

Barangkali saja senjata dapat direbut kembali. Dan pada waktu nya nanti para penyandera bisa dilumpuhkan.

Namun, sejauh ini belum lagi terlihat tanda-tanda ke arah itu. Para penyandera masih sangat kuat. Mungkin karena dibantu oleh orang-orang yang sudah malang melintang di dunia rampok -merampok.

Tidak ada pilihan lain. Rakyat/anggota diatas kapal harus terus bersabar. Bersabar sampai, barangkali, muncul seseorang yang sangat kuat dan memiliki kapasitas untuk menekuk gerombolan orang gila yang terlanjur menguasai senjata lengkap itu. Srmoga..


Taqwa

Related

Headline 2306884212597150506

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item