Dua Kutub Arus Yang Menyatu

Tampak Dua Kutub Menyatu

MEMOPOS.com,Jember - Dua kutub arus yang sempat berbeda pilihan politik di Pilkada Jember, akhirnya menyatu dalam satu sikap oposisi pemerintahan Bupati Hendy. Keduanya pun sepakat, ada pada arus jalur mengkontrol pemerintahan Jember yang dinilainya tak ideal.

Mereka, Rully Efendi bersama Jumadi Made dan Jay. Publik sempat mengenal, Rully orang kepercayaan mantan Bupati Faida. Bahkan saat Pilkada Jember kemarin, mantan wartawan asal Tanggul itu pun jadi Jubir pemenangan Faida-Vian. Sedangkan Jumadi Made dan Jay, pendukung utama Hendy-Firjaun. Bahkan, Jay dikenal sebagai Presiden Militan pendukung setia Hendy.

Kedua kutub itu bertemu di Tanggul, Senin (9/5) sore. Mereka mendatangi rumah Rully di Tanggul, usai menggelar pertemuan di Ponpes Al Qodiri IV Jombang, kediaman Gus Fawaid. "Sepulang dari tempat Gus Fawaid, kami mampir ke rumah Mas Rully," tutur Jumadi Made.

Kepada Memopos, Jumadi mengakui memiliki persamaan persepsi dengan Rully. Meski katanya, dorongan sikap oposisinya di latar belakangi perspektif berbeda. "Saya sebagai pendukung Hendy-Firjaun, dibuat kecewa karena kinerja buruk dan janji politik yang ingkar," akunya.

Pun demikian dengan Jay. Sebagai leader ormas pendukung utama Hendy-Firjaun, dia mengaku memiliki dosa politik ke publik, karena salah mengajak warga Jember memilih pemimpin. "Tidak hanya relawan militan. Kelompok pendukung lainnya juga mengaku kecewa. Tolak ukurnya, janji politik kerja untuk rakyat melenceng jauh," sesalnya.

Sementara itu, Rully mengaku semakin bersemangat mengontrol pemerintahan Jember. Terlebih, ada dukungan dari pihak yang pernah menjadi orang dalam Hendy Siswanto. "Sebelumnya banyak yang menggoreng, seolah saya begini karena sakit hati. Tidak. Politik itu ada koalisi dan oposisi. Saya memilih jalur kritik, untuk mengkontrol pemerintahan," katanya.

Kata Rully, menyatunya arus perlawanan eks pendukung Hendy, memperkuat persepsi bahwa Jember memang sedang tidak baik-baik saja di bawah kepemimpinan Bupati Hendy. "Saya tidak memiliki kapasitas membuat-buat kesalahan Hendy. Kritik saya selama ini, memang begitu adanya," ujarnya.

Dia kembali mengingatkan soal kasus honor pemakaman Covid-19. "Sederhananya begini, jika saat itu tidak kami kritik, Hendy pastinya menganggap apa yang diterima, dianggap benar. Toh akhirnya dia mengakui bukan?. Bahwa langkahnya menerima honor pemakaman itu salah. Buktinya dia kembalikan," sindirnya.

Bagi Rully tidak sulit mengoreksi kepemimpinan Hendy. Seperti kasus saweran duit camat untuk event bola, yang ketua organisasinya dipimpin menantu Hendy. "Kembali setelah kami kritik, Kepolisian mengambil langkah memprosesnya," imbuhnya.

Selain itu kata Rully, ada kasus lainnya yang mengarah pada keuangan negara. Pagu anggaran kembar di  proyek pendopo bupati dan tempat pemerintahan lainnya, juga layak dikoreksi karena mengarah pada kerawanan korupsi. "Nah yang demikian perlu disuarakan. Tujuannya jelas, selain mengamankan keuangan negara yang harusnya untuk rakyat, juga mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berintegritas," paparnya.

Masih kata Rully, semakin lengkap kekuatan di luar pemerintahan barisan oposisi, setelah Jumadi dan Jay mengambil sikap oposisi. "Ya kita semua tahu, Cak Jumadi terkenal ahlinya parlemen jalanan dan saya sekedar kritikus di medsos. Kami saling melengkapi dalam melakukan pengawasan pemerintahan," katanya.

Meski demikian, Rully masih berharap anggota dewan ikut dalam barisan konkrit, berani meneriakkan pemerintahan yang tak ideal ini. "Tinggal menunggu sikap mayoritas anggota dewan dan partai politik. Ya, kami menunggu mereka bangun dari tidur panjangnya," sindirnya. (Redaksi)

Related

Headline 8652436022863034626

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item