Suling Musisi Melon Yang Miliki Segudang Talenta

Maling (Mamat Suling)

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Laki - laki yang memiliki kemampuan bakat seperti Ahmad Sulaiman tidak banyak jumlahnya. Laki - laki yang dilahirkan 7 - 3 - 1987 di Desa Benculuk,Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi anak paling bungsu dari 5 bersaudara.

Atas bakat kemahirannya semenjak duduk SMP kelas 1 hingga sampai sekarang, sangat wajar bila beberapa grup musik dangdut kendang kempul,campursari dan grup - grup lainya yang ada di bumi Belambangan tentu meliriknya untuk menjadi salah satu personil. Hingga kemudian Grup musik Melonlah yang menjadi sandaran hatinya.

"Dan sekarang saking banyaknya job manggung hingga sebagai musisi cukup terkenal Maling biasa dipanggil (Mamat Suling)sudah menjadi pekerjaan, sekarang menjadi profesi saya," kata Maling dikonfirmasi media ini di sela penampilannya saat mengisi di wisata Pancoran Selasa,(19/4/2022).

Kemahiran Maling sebagai pemain seruling bersumber dari bakat keturunan ayahnya yang merupakan juga seorang musisi musik campursari dan orkes dieranya sehingga Maling memiliki bakat yang sangat menohok di blantika musik Banyuwangi.

"Belajarnya ya dari bapak langsung, bapak seorang musisi juga di Banyuwangi," ungkanya.

Maling sendiri awalnya juga tidak begitu tertarik dengan seruling,sukanya kendang tetapi setiap latihan ada personil kendang lagi dan lagi pula mencari peniup suling sangat susah akhirnya Maling belajar dan terus belajar hingga menguasai not dari berbagai lagu.

Seiring waktu rasa suka pada permainan seruling terus diasah hingga kemampuan permainannya semakin matang. Maling masih ingat tatkala masih menjadi musisi pomula saking groginya meniup suling tidak bisa bunyi,,,iyaaaa saat itu sebagai bintang tamu artis kondang Dian Ratih.

"Dulu pernah meniup suling tidak keluar suaranya,dikarenakan bintang tamu artis Dian Ratih membuat saya grogi, tapi waktu itu dapat support dari teman - teman sesama musisi sehingga bila ingat riwayat tersebut saya tertawa sendiri,dan bahkan saya sekarang bertambah semakin percaya diri, " kisahnya.

Maling mulai memainkan seruling nya dari panggung ke panggung. Pertunjukkan dangdut yang membutuhkan kemampuannya pun dilayani mulai dari perkotaan sampai dari kampung ke kampung.

"Mulai 2000 bermain suling dari panggung ke panggung. Kalau mulai menerima job ke sana-sini itu sekitar 2002, mulai berani ke sana-sini," ungkap Maling yang punya penampilan rambut gondrong itu.

Saat itu freelance menerima panggilan dari grup orkes dangdut, campursari. Bayaran yang diterima pun ala kadarnya, bahkan bayaran pertama kali diterimanya sebesar Rp 30 ribu cukup untuk beli sesuap nasi saja.

Saat ini jadwal Maling bersama Melon semakin padat. Laki - laki yang suka canda ini mengaku harus menjaga 'asetnya' untuk dapat bermain secara maksimal. Kunci permainannya adalah pernafasan yang harus terus dijaga.

"Pernafasan, kalau nggak bisa mengatur pernafasan, nggak bisa meniup sesuai alunan nya. Kuncinya memang nafas," ungkapnya.

Maling juga bersyukur dikaruniai keluarga yang selalu mendukung karirnya. Orangtua, istrinya dan anak dapat memahami karirnya sebagai seorang musisi.

"Istri sangat mendukung, kebetulan istriku juga juga seorang penari dan seniman. Alhamdulillah didukung keluarga dan istri semoga berkhah untuk menambah keluarga kami selalu harmonis serta menambah nilai Iman" pungkas Maling.(Im)

Related

Headline 7485205642283341233

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item