Sidang Lanjutan Perkara Pidana Terdakwa Jahja Komar Hidayat Dengan Agenda Mendengarkan Keterangan Terdakwa

Sidang Lanjutan Perkara Pidana Saat Digelar

MEMOPOS.com,Jakarta - Kamis 14/4/2022 PN Jaktim kembali menggelar sidang perkara pidana terdakwa Jahja Komar Hidajat, dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa. Sidang diketuai oleh Majelis Hakim Agam Syarief Baharudin. SH. MH, anggota Lingga Setiawan. SH. MH, dan Nyoman Suharta.SH. 

Ada beberapa poin yang disampaikan oleh terdakwa Jahja Komar Hidajat atas pertanyaan yang disampaikan oleh JPU, Penasehat Hukum, dan Majelis Hakim.

Pertama, terdakwa menerangkan tentang awal mula terdakwa membeli PT. Tjitajam pada tahun 1996, bermula dari terdakwa memiliki proyek di PT. Karsatama, kemudian terdakwa ditawarkan oleh Bupati Kabupaten Bogor Edi Yoso tanah PT. Tjitajam. Selanjutnya terdakwa tertarik karena tanah tersebut berdekatan dengan proyek terdakwa.


Pada awalnya, tahun 1995 Terdakwa melalui PT. Suryamega Cakrawala melakukan pengikatan jual beli saham dan aset tanah PT. Tjitajam berupa 6 bidang HGU dengan PT. Propertyjava yang waktu itu diwakili oleh Tubagus Farid selaku Direktur, sebagaimana dituangkan dalam Akta Nomor :124 tanggal 19 Desember 1995 Notaris Sutjipto, S.H., pada saat itu terdakwa membeli saham dan Aset PT. Tjitajam seharga 14 Miliar.


Setelah 6 bulan pembayaran dan lunas, baru dibuatkan Akta Jual Beli Saham, yaitu Akta Nomor : 101, 102, dan 103, tanggal 26 Maret 1996 Notaris Sutjipto, S.H., dan pada saat itu Terdakwa diberikan 600 Lembar Saham Asli PT. Tjitajam tahun 1952 dan asli 6 HGU aset tanah PT. Tjitajam oleh PT. Propertyjava. Setelah jual beli saham terjadi, terdakwa diangkat menjadi Komisaris Utama PT. Tjitajam, dan Direktur Utama saat itu adalah Laurensius Hendra Soedjito.


Kemudian pada tahun 1996, PT. TJITAJAM telah melalukan perubahan anggaran dasar dalam rangka penyesuaian Undang-undang Nomor : 1 tahun 1995 tentang perseroan terbatas, sesuai Akta Nomor : 108 tanggal 15 April 1996 notaris Sutjipto, S.H., dan telah mendapatkan pengesahan Menteri Kehakiman Nomor : C2-8383.HT.01.04.TH.96 tanggal 12 Agustus 1996

Berdasarkan Akta tersebut PT. Tjitajam telah melakukan peningkatan Modal dari semula 500 juta menjadi 2,5 Milyar dan pemegang saham adalah PT. Suryamega Cakrawala sebanyak 2.250 lembar saham dan Laurensius Hendra Soedjito 250 lembar saham, sedangkan susunan pengurusnya adalah Direktur Utama : Laurensius Hendra Soedjito, Direktur : Agustinus Jusuf Sutanto, Komisaris Utama : Jahja Komar Hidajat, Komisaris : Xaverius Nursalim dan Amalia Sianti;

Kemudian pada tahun 1998, terdakwa diundang oleh Direksi untuk menghadiri RUPSLB, dimana mata acara RUPSLB tersebut adalah peralihan 250 lembar saham milik Laurensius Hendra Soedjito kepada PT. Sentral Mega Nusantara yang diwakili oleh Jenny Gunawan serta pengangkatan terdakwa menjadi Direktur Utama.

RUPSLB tersebut dihadiri oleh terdakwa, Laurensius Hendra Soedjito selaku Direktur Utama PT. Tjitajam dan pemegang 250 lembar saham, Agustinus Jusuf Sutanto selaku Direktur PT. Suryamega Cakrawala, Xaverius Nursalim selaku Komisaris PT. Tjitajam, dan Sugiono selaku Direktur PT. Bumi Serba Sejahtera (Pemegang Saham PT. Suryamega Cakrawala).

Terhadap pengangkatan terdakwa selaku Direktur Utama disetujui oleh seluruh pemegang saham dan tidak ada yang keberatan, terkait jual beli saham, menurut terdakwa pada saat itu tidak terjadi.

Setelah RUPSLB, Laurensius Hendra Soedjito selaku Direktur PT. Tjitajam dikuasakan oleh pemegang saham untuk membawa berita acara RUPSLB kepada notaris untuk diaktakan, kemudian oleh Laurensius Hendra Soedjito dibawa ke notaris Elza Gazali, S.H. dan dibuatkan Akta Nomor : 12 tanggal 6 Maret 1998

Kemudian pada tahun 2003, PT. Tjitajam kembali mengadakan RUPS dalam rangka Laurensius Hendra Soedjito ingin menjual sahamnya kepada terdakwa dan pada saat itu ada pergantian pengurus, dimana yang menjadi Direktur adalah Rotendi dan Komisaris Jahja Komar Hidajat, pemegang saham PT. Suryamega Cakrawala 2.250 lembar saham, Jahja Komar Hidajat 250 lembar saham, sebagaimana dituangkan dalam Akta Nomor : 129 tanggal 16 Desember 2003 notaris Buntario Tigris NG, S.H., S.E., dan telah mendapatkan pengesahan tanggal 5 Februari 2004;

Kedua, terkait pemberian kuasa dari terdakwa kepada Daulat Saragih, bermula dari adanya pihak yang bernama Ponten Cahaya Surbakti mengaku-ngaku sebagai Direktur dan pemegang saham PT. Tjitajam berdasarkan Akta Nomor : 156 tanggal 12 Desember 1990 Notaris J.L Waworuntu, yang bersangkutan melakukan Pembajakan PT. Tjitajam dan melakukan penebangan pohon karet di atas tanah PT. Tjitajam.

Terhadap tindakan Ponten Cahaya Surbakti tersebut PT. Tjitajam telah melaporkan kepada pihak kepolisian dan sampai disidangkan, namun pada saat persidangan Jaksa tidak dapat menghadirkan Ponten Cahaya Surbakti.

Selain itu, PT. Tjitajam juga mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan Register Perkara Nomor : 108/Pdt/G/1999/PN.Jkt.Tim, dan saat itu terdakwa selaku Direktur Utama PT. Tjitajam berdasarkan Akta Nomor : 12 tanggal 6 Maret 1998 notaris Elza Gazali, S.H., memberikan kuasa kepada Daulat Saragih selaku Karyawan PT. Tjitajam, namun karena Daulat Saragih bukan pengacara maka butuh izin untuk beracara secara insidentil dari PN Jaktim, yang kemudian dikeluarkan Surat Keterangan Bantuan Hukum Nomor : 32/BH/1999/PN.JKT.TIM tanggal 9 Juni 1999;

Terhadap gugatan PT. Tjitajam tersebut, pihak terdakwa dimenangkan dan Akta-akta milik Ponten Cahaya Surbakti dibatalkan. Dan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur No : 108/Pdt/G/1999/PN.Jkt.Tim sudah Inkrach pada tanggal 27 April 2000.

Persidangan sempat memanas ketika Penasehat Hukum terdakwa keberatan terhadap pertanyaan dan pernyataan salah satu Anggota Majelis Hakim yang dinilai tidak sesuai fakta persidangan atau berusaha diputarbalikkan terkait kejadian RUPSLB PT. Tjitajam tahun 1998.

"Kami keberatan Yang Mulia jika RUPSLB tahun 1998 tersebut seolah-olah dianggap tidak terjadi, karena fakta-fakta persidangan berdasarkan keterangan saksi Laurensius Hendra Soedjito, Agustinus Jusuf Sutanto, dan Elza Gazali semua menyatakan bahwa RUPSLB PT. Tjitajam tahun 1998 benar terjadi, kami punya semua bukti video nya". Ucap Reynold

Sidang ditutup oleh Majelis Hakim dan akan dibuka kembali untuk melanjutkan mendengarkan Keterangan Terdakwa pada hari Senin tanggal 18 April 2022.

Saat di temui rekan media usai sidang  JPU Hadi Karsono. SH mengatakan sidang hari Ini tanggal 14 April 2022.  Keterangan pemeriksaan terdakwa, jadi tidak banyak yang disampaikan  dipertanyakan kepada terdakwa terkait dengan kapan mulai kenal PT Tjitajam pembeliannya, kemudian terkait dengan RUPS memang benar ada..? (benar ada) ,tetapi kita telisik lagi benar apa tidaknya. Ujar Hadi

Terakhir tadi Majelis sampaikan bahwasanya dipertanyakan mana notulen hasil rapat, mana PKR yang asli, sekarang kan yang dilakukan penyitaan itu PKR yang sesuai dengan aslinya di notaris pengganti Elza Gazali, karena ia sudah pensiun jadi semua warkahnya itu dipindahkan seluruh notaris pengganti. Tegas Hadi

Senin masih keterangan terdakwa lanjutan, karena hari ini terdakwa ada kegiatan agama sama kemoterapi.Tutup Hadi. Tutup Hadi (Deni)

Related

Headline 4704724515775248755

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item