Menjadi Tersangka Oknum Guru SDN Di Banyuwangi Diduga Cabuli 5 Siswa

Oknum guru SDN (BDR) cabuli 5 siswanya

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Polresta Banyuwangi menetapkan BDR (35), seorang guru SD di Kecamatan / Kabupaten Banyuwangi, sebagai tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur. Oknum guru tersebut diduga mencabuli lima siswanya.

Kasi Humas Polresta Banyuwangi Iptu Lita Kurniawan mengatakan, penetapan tersangka terhadap oknum guru cabul tersebut setelah penyidik melakukan pemeriksaan secara maraton, Senin (18/4/2022).

“Pelaku BDR sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur. Kini sudah kami tahan,” kata Iptu Lita kepada seblang.com, Selasa (19/4/2022).

Berdasarkan hasil penyidikan, peristiwa itu terjadi sekitar kurang lebih satu tahun lalu. Saat itu, korbannya masih menjadi murid tersangka kelas VI SD. Tersangka mencabuli korbannya dengan memanfaatkan kesempatan waktu les dirumahnya, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan / Kabupaten Banyuwangi.

“Modus pelaku ini dengan mengancam dan memberikan nilai bagus kepada muridnya yang mau menuruti hasrat seksual tersangka,” kata Lita.

Tersangka yang diduga penyuka sesama jenis ini juga telah melakukan pencabulan terhadap lima murid laki-laki lainnya. Tersangka memaksa anak didiknya ini mengulum alat vitalnya hingga orgasme.

“Salah satu korbannya bahkan dicabuli terakhir bulan Februari 2022 kemarin,” ungkap Lita.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti milik korban berupa sepotong kaos lengan pendek warna merah, celana pendek warna cream dan  celana dalam warna biru.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E atau ayat (2) atau ayat (4) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

“Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang oknum guru SD di Kecamatan / Kabupaten Banyuwangi dilaporkan polisi atas dugaan tindak pidana kasus pencabulan sesama jenis terhadap mantan anak didiknya.

Pria berusia 35 tahun ini pun tengah diperiksa intensif di ruang Unit Renakta Satreskrim Polresta Banyuwangi, Senin (18/4/2022).

Dari informasi yang dihimpun seblang.com, dugaan pencabulan pelaku terhadap mantan siswanya  ini dilakukan kurang lebih satu tahun lalu.

Saat itu, korban yang kini kelas 1 SMP ini masih menjadi siswa didiknya di bangku kelas VI SD.

Untuk melancarkan aksinya, terduga pelaku yang baru saja diangkat ASN ini mengancam korbannya. BDR akan memberi nilai jelek jika korban tidak menuruti kemauannya, atau melaporkan ke orang tuanya.

“Sementara ini, yang melapor ada dua orang. Diperkirakan yang menjadi korban oknum guru ini, lebih dari dua anak. Korbannya laki-laki semua, termasuk anak saya,” kata DN, salah satu orang tua korban kepada wartawan di Mapolresta Banyuwangi.

DN mengatakan, kasus itu diketahui setelah dia melihat perubahan perilaku anaknya. Sehingga DN pun mempertanyakannya kepada sang anak. DN pun terkejut, ketika putranya itu mengaku dicabuli berulang kali oleh BDR saat menjadi wali kelasnya.

“Anak saya mengaku dicabuli BDR, saat kelas 6 SD (menjadi murid terduga pelaku). Pencabulan itu dilakukan ketika les di rumah BDR. Alat kelamin anak saya dipegang-pegang dan dimainkan. Anak saya diancam tidak diluluskan jika tidak menurutinya,” beber DN.

Bejatnya lagi, kata DN, perbuatan cabul itu dilakukan dihadapan siswa yang lain, yang saat ini juga melaporkan kasus yang sama. Disinyalir, jumlah korban pencabulan oknum guru SD ini lebih dari dua orang. “Namun semuanya enggan melapor karena takut dan malu,” ujarnya.(Im)

Related

Headline 6369559661317565094

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item