Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Membaik ,Tenaga Kerja Melakukan Mobilitas ke Luar Negeri

Source: google.com

Oleh: Ike Rahma Wulandari

Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

MEMOPOS.com,Sidoarjo - Mobilitas penduduk menuju perkotaan di Indonesia meningkat sangat tajam. Salah satu indikator yang membuktikan hal itu adalah angka pertumbuhan penduduk kota yang sangat tinggi. Migrasi masuk ke kota sangat erat kaitannya dengan kebijakan pembangunan yang bersifat bias kota (Urban bias), yang mana perkotaan menjadi pusat dari berbagai kegiatan pembangunan. 

Di Indonesia masalah kependudukan merupakan salah satu permasalahan yang selalu mendapat perhatian serius dari pemerintah, karena jumlah penduduk di Indonesia yang selalu mengalami peningkatan. Permasalahan yang ditimbulkan dari peningkatan jumlah penduduk ini diantaranya adalah terjadinya kepadatan penduduk, masalah ketenagakerjaan dan kesempatan kerja. Hal ini akan semakin sulit jika dirasakan oleh penduduk yang berada pada daerah pedesaan, karena memiliki berbagai keterbatasan dari segala bidang dibandingkan dengan daerah perkotaan. 

Migrasi dalam konteks demografi cukup menjawab pertanyaan masalah ketenagakerjaan dan kesempatan kerja di Indonesia. Migrasi memberikan sumbangan yang sangat besar pada kebijakan kependudukan. Migrasi tersebut terjadi dalam bentuk dan skala yang bermacam macam, seperti migrasi antar benua yang berbeda, di dalam satu benua, dan di dalam satu Kawasan atau negara. Disini migrasi semakin penting untuk pembangunan sosial dan ekonomi, yang mana diakui oleh berbagai pihak. Migrasi Indonesia yang terrjadi pernah masuk dalam program pembangunan nasional oleh pemerintah. Program ini dibuat pemerintah Indonesia untuk penyebaran populasi Indonesia. Tujuan dari program ini adalah mengurangi kemiskinan. 

Selain program transmigrasi ini, pemerintah juga mempromosikan program kesempatan kerja di luar negeri sebagai strategi untuk mengatasi soal pengangguran, kemiskinan, menyejahterakan ekonomi masyarakat, dan untuk membangun ekonomi nasional. Beberapa pekerja-pekerja terampil pergi ke negara-negara maju, namun kebanyakan TKI adalah tenaga buruh, bukan ahli yang bekerja di sektor yang tidak resmi di negara penerima. 

Kebutuhan yang kian meningkat terkadang memaksa seseorang untuk terus bekerja keras mengumpukan pundi-pundi rupiah demi meningkatkan taraf hidup ke yang lebih layak, kecilnya kesempatan kerja di kampung halaman terkadang memaksa seseorang untuk hijrah ke tempat lain bersama keluarganya ataupun seorang diri. Adanya peningkatan perekonomian setelah melakukan migrasi dapat dilihat dari tercukupinya kebutuhan sehari-hari, pendidikan yang terjamin untuk anak-anak dalam keluarga, dan tentunya ada tabungan untuk masa depan keluarga,Studi kasus yang saya bahas disini terdapat pada suatu kabupaten di Jawa Timur, yakni Kabupaten Ponorogo. Kabupaten Ponorogo menjadi salah satu kabupaten yang mana penduduknya banyak melakukan migrasi internasional. Hal ini disebabkan oleh rendahnya tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat, rendahnya kesempatan kerja dan kepadatan penduduk. 

Sebagian penduduk kabupaten ponorogo yang rata-rata memiliki kondisi sosial ekonomi yang masih sedikit tidak terlalu baik, mereka memilih keputusan untuk sementara waktu bekerja mencari tambahan penghasilan di luar kota bahkan di luar negeri. Banyak dari masyarakat Ponorogo memilih keputusan menjadi TKI di luar negeri karena mereka menginginkan kesejahteraan ekonominya membaik. Ini bukan hanya sekedar alternatif, melainkan ini sudah menjadi pilihan dengan berbagai pertimbangan yang sangat matang. Ada 4 faktor yang menyebabkab banyaknya TKI di kabupaten Ponorogo yang melakukan migrasi ke luar negeri. Faktor pendorongnya seperti disebabkan karena kondisi daerah asal migran (Ponorogo), kurang menguntungkan seperti kurangnya lapangan pekerjaan dan minimnya upah atau pendapatan yang diperoleh mereka di daerah asal. Kemudian ada faktor penarik yaitu disebabkan karena adanya ajakan atau anjuran dari saudara, teman, dan kerabat yang sudah terlebih dahulu melakukan migrasi ke luar negeri, dan juga karena kondisi bekerja di luar egeri yang memang lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan kondisi bekerja di daerah asal mereka, yaitu gaji yang tinggi dan peluang kerja yang luas. Terdapat faktor pribadi yang mana mereka memutuskan bermigrasi dan bekerja ke luar negeri karena ingin hidup mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya dan agar tidak bergantung pada orang lain semata-mata demi masa depan keluarganya.

Related

Opini 6885892584606227661

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item