Terkait Soal Bisnis Pengusaha TV Kabel Banyuwangi Ditahan Kejati Jatim

Teddy Anugriyanto (Pengusaha TV kabel)

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Musisi Banyuwangi, Teddy Anugriyanto dikabarkan ditahan Kejati Jawa Timur. Penahanan Teddy ini diduga terkait dengan bisnisnya di bidang penyiaran TV kabel, Rafi Vision.

Kabar penahanan seniman asal Bumi Blambangan ini dibenarkan kuasa hukum Teddy, Agus Dwi Hariyanto..

"Iya Mas, Teddy UT betul ditahan. Penahanan sejak Selasa 11 Januari 2022 kemarin. Saat ditahan saya ikut mendampingi klien kami," terang Agus, Sabtu (15/1/2022).

Menurut Agus, penahanan Teddy UT dilakukan oleh Kejati Jatim usak berkasnya dinyatakan lengkap atau P21. "Selama ini klien kami selalu kooperatif. Makanya saat kasusnya masuk tahap penyidikan di Polda Jatim tidak dilakukan penahanan," jelas Agus.

Pada Kamis lalu, Agus menyebut kliennya semestinya menjalani sidang perdana atas perkara yang membelitnya. Namun,.sidang pertama itu terpaksa ditunda oleh majelis hakim karena ada Wasrik (Pengawasan dan pemeriksaan).

"Alasannya ada wasrik sehingga ditunda Kamis pekan depan," ungkapnya.

Agus menjelaskan, perkara yang menjerat Teddy UT sebenarnya murni urusan bisnis. Kliennya ditahan berdasarkan laporan K-Vision pada 31 Maret 2021 lalu berkaitan dengan penyiaran tayangan televisi milik MNC Grup oleh Rafi Vision. Penayangan ini dinilai tidak berizin.

"Mulanya klien kami kontrak siar dengan pihak MNCTV. Pada 2019 kontrak itu habis dan oleh MNCTV kontrak siar tayangan televisi premium atau berbayar dialihkan ke K-Vision," tambahnya.

Saat itu, Teddy UT pernah disomasi oleh pihak MNCTV karena masih menayangkan siaran televisi swasta yang free to air. Karena disomasi akhirnya tayangan itu dihentikan.

Teddy juga meminta TV kabel lain yang masih menyiarkan tayangan free to air yang menjadi hak penayangan televisi swasta ikut diperingatkan agar menghentikan tayangannya.

Selanjutnya, karena tidak punya kontrak lagi dengan MNCTV, Teddy UT selaku pemilik Rafi Vision berusaha menjalin kontrak dengan K-Vision. Sayangnya, usaha itu tidak mendapat kata sepakat.

Kemudian Teddy UT membangun kontrak kerjasama dengan pihak TV Parabola. Dalam siaran TV Parabola itu, ada tayangan premium alias berbayar dan free to air atau tayangan gratis.

Kebetulan saluran RCTI, Grup MNCTV, ada di TV Parabola tempat Rafi Vision membangun kontrak baru.

"Ini yang kemudian dipersoalkan oleh K-Vision sehingga muncul laporan di Polda Jatim," urai Agus Dwi Hariyanto.

Selama ini, pihak Teddy UT berusaha membangun komunikasi bisnis yang baik dengan pihak MNCTV. Pernah ia mendampingi kleinnya ke Jakarta untuk menemui manajemen MNCTV tapi gagal bertemu.

"Kami juga pernah menawarkan diri agar dilakukan mediasi di Polda Jatim, karena inikan urusan bisnis yang sebetulnya bisa diselesaikan di meja perundingan. Tapi upaya mediasi tidak terlaksana," tuturnya.

Sebagai pengacara, Agus masih bertanya-tanya mengapa yang dijadikan dasar laporan justru siaran free to air, bukan yang premium.

"Ini yang sampai hari ini kami masih heran, kenapa siaran gratis yang dipersoalkan. Klien kami menayangkan siaran RCTI (Grup MNCTV) karena di TV Parabola ada salurannya," ujarnya.

Selama ini, tambah Agus, pihak Rafi Vision tidak pernah mengubah sistem pada saluran TV kabelnya. Sedangkan, Teddy UT menjalankan bisnis TV kabel sesuai kontrak dengan TV Parabola.(Im)

Related

Headline 4356068834309674288

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item