Pembangunan Kota Mojokerto Menjadi Prioritas APBD Tahun 2021

Penulis: Yuniar Ajeng Nara Pertiwi 

Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

MEMOPOS.com,Mojokerto - APBD atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah merupakan suatu rencana atau rancangan keuangan tahunan pemerintah Indonesia yang berfungsi mengatur pembelanjaan suatu Daerah. 

Sebelum direalisasikan rencana APBD haruslah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat. Penetapan atau masa berlaku APBD yaitu satu tahun, dimulai dari 1 Januari hingga 31 Desember. Penyusunan APBD dilakukan dengan cara memperkirakan besaran rencana pendapatan dan rencana belanja sesuai kebutuhan yang nantinya akan secara sistematis sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dalam penerapannya perancangan APBD dijadikan sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran pemerintah daerah dalam melaksanakan otonomi daerah, serta meningkatkan kemakmuran daerah tersebut. Pada dasarnya setiap daerah setiap tahun membahas terkait APBD masing-masing, namun tidak jarang pembahasannya sering kali dipersulit karena beberapa faktor. Kota Mojokerto juga sama halnya dengan kota lain dimana akan membahas terkait APBD tahun 2021.

Dalam rancangan APBD 2021 kota Mojokerto membuat beberapa prioritas pembangunan yang dilakukan. Prioritas pembangunan tersebut dimaksudkan agar Kota Mojokerto semakin maju dan dapat mempunyai infrastruktur yang memadai. Pembangunan yang dimaksudkan tersebut tentu saja tidak mengenyampingkan tiga prioritas utama penangan dampak Covid-19 yaitu penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi terutama dibidang usaha lokal atau UMKM dan penyediaan jaringan pengamanan sosial. 

Diketahui bahwa penyusunan APBD Kota Mojokerto tahun 2021 dilandasi oleh Permendagri Nomor 64 Tahun 2020 yang berisi pedoman penyusanan APBD TA 2021 pandemi Covid-19.

Wali Kota Mojokerto Ita Puspitasari atau yang akrab dipanggil Ning Ita menjelaskan bahwa anggaran pada APBD terbagi menjadi dua bagian yaitu belanjan penanganan Covid-19 dan belanja prioritas RPJMD atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Tak lepas dari tiga prioritas utama yang telah dijelaskan, Ning Ita menuturkan bahwa penyedotan anggaran dana yang diperuntukkan untuk Covid-19 di bidang penangan kesehatan sejumlah 284 miliar, jaring pengaman sosial 10 miliar dan penanganan dampak ekonomi 19 Miliar. Pada pembelanjaan prioritas RPJMD Ning Ita menuturkan bahwa hal tersebut terbagi menjadi empat point utama yaitu, pengendalian bencana banjir sebesar 39 miliar, infrastruktur bangunan sebesar 93 miliar, pengembangan sektor pariwisata sebesar 27 miliar, dan yang terakhir peningkatan sektor perekonomian masyarakat sebesar 22 miliar.

Dengan adanya hal tersebut, Ning Ita kembali menjelaskan dengan tegas bahwa total keseluruhan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau R-APBD 2021 mencapai 1,042 Triliyun. Diungkapkan kembali bahwa delapan prioritas pembangunan yang direncanakan akan masuk ke anggaran belanja RPJMD.

Menilik tanggapan dari DPRD terkait APBD Kota Mojokerto tahun 2021 disebutkan bahwa APBD yang telah dibuat nantinya akan mempercepat pemulihan pada ketahanan ekonomi kehidupan bermasyarakat dengan fokus pada kesehatan, usaha kecil, pariwisata, investasi serta infrastruktur di Kota Mojokerto. 

Adapun realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-ABPD) tahun anggaran 2021 sebesar Rp 2.455.776.292.040 bersumber dari tiga pos Pendapatan Daerah. Yakni Pendapatan Asli Daerah Rp 540.120.371.981, Pajak Daerah Rp 332.547.486.014, Retribusi Daerah Rp 43.512.366.634 dan hasil pengelolaan kekayaan Daerah yang dipisakan Rp 4.743.936.318, Lain-lain PAD yang Sah Rp 159.316.583.015. Pendapatan Transfer Rp 1.841.578.920.059 yang berasal dari Pendapatan Transfer Pemerintah pusat Rp1.682.157.499.000. Pendapatan Transfer antar Daerah Rp 159.421.421.059. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp 74.077.000.000.

Sedangkan belanja anggaran terealisasi sebesar Rp 1.772.016.201.433. Rinciannya, pos belanja pegawai Rp 1.104.215.214.179. Belanja barang dan jasa Rp 6 25.873.171.067, Hibah Rp 40.606.566.187 dan Bantuan Sosial Rp 1.321.250.000. Kemudian Belanja Modal Rp 322.451.399.087. Belanja modal peralatan dan mesin Rp 69.634.084.483. Belanja Modal Gedung dan Bangunan Rp 93.124.854.035. Belanja Modal Jalan, Jaringan dan Irigasi Rp 158.534.488.786. Belanja Modal Aset Tetap Lainya Rp 1.157.971.786.

Kembali menyoal terkait 8 prioritas pembangunan yang dilakukan Kota Mojokerto, diketahui nahwa delapan prioritas pembangunan tersebut masuk kedalam belanja proritas RPJMD yang terdiri dari :

1. Pasar Ketidur serta pelebaran jalannya, yang mencapai total pembiayaan sebesar Rp. 10.062.030.726,- pembangunan ini mempunyai leading di sektor DPUPR dan PKP Kota Mojokerto.

2. Lantai dua pemandian Sekar Sari dengan pagu berjumlah Rp. 10.064.808.000,- dengan leading di sektor DPUPR dan PKP Kota Mojokerto.

3. Sky Walk, dengan pagu mencapai Rp. 11.690.707.096,- dengan leading di sektor Diskouperindag Kota Mojokerto.

4. Rehab Layout Pemkot dengan pagu sebesar 1.559.694.000,- dengan leading sektor DPUPR dan PKP Kota Mojokerto.

5. Kantor DPRD sejumlah 22.284.600.000,- dengan leading sektor DPUPR dan PKP Kota Mojokerto.

6. Galeri Soekarno, dengan pagu sejumlah Rp. 299.926.804,- dengan leading sektor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto.

7. Rehab GOR Seni Majapahit yang mencapai Rp. 2.339.928.000,- dengan leading di sektor Disporpor Kota Mojokerto

8. Taman Budaya Majapahit yang menghabiskan pagu sebesar Rp. 4.13.488.450,- dengan leading di sektor DLH Kota Mojokerto.

Related

Opini 3086978731142818584

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item