Warga Desa Kradenan Resah Adannya Pembangunan Tower Provider Terus Menuai Polemik

Proyek Tower Yang Menuai Polemik Warga

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Proyek pembangunan tower provider yang berada di Dusun Krajan, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi terus menuai polemik di tengah warganya.

Selain izin pembangunan yang diduga belum lengkap, bangunan yang berdiri persis dibibir sungai serta ditengah pemukiman itu juga menimbulkan kekhawatiran dampak pada lingkungan warga sekitar.

Saat musim hujan air sungai dikhawatirkan bisa menggerus pondasi tower, belum lagi adanya gardu PLN yang berdekatan dengan lokasi tower, sambaran petir juga menjadi ancaman tersendiri bagi warga yang rumahnya berada paling dekat dengan lokasi tower.

Kekhawatiran warga itu juga bukan tanpa alasan bahkan langsung terbukti saat kontraktor tower melakukan pekerjaan pengecoran pondasi ternyata truck bermuatan cor melindas pipa PDAM sampai pecah sehingga mengakibatkan satu rumah kebanjiran.

Permasalahan paling baru muncul lagi terkait dana kompensasi bagi warga yang berada di sekitar areal pendirian tower yang mana dalam pemberian dana kompensasi itu ternyata nilainya tidak sama, ada yang mendapatkan 300 ribu rupiah dan ada yang 500 ribu rupiah per-KK.

Ipan salah satu warga Dusun Krajan mengungkapkan kekecewaannya pada awak media, menurutnya selama ini tidak ada sosialisasi kepada warga terkait adanya proyek pembangunan tower provider tersebut.

“Warga hanya diberi undangan oleh pihak pemerintah desa Kradenan, tanpa diberi sosialisasi tahu-tahu saat itu sudah dalam rangka acara tasyakuran dan kita diminta menandatangani surat persetujuan berdirinya tower provider serta diberi amplop yang isinya bervariasi,” Ungkap Ipan.

Masih kata Ipan, dirinya menyayangkan sikap pemerintah desa Kradenan yang sepertinya tidak mendengar suara warganya namun malah terkesan ngotot dan berpihak pada pengusaha.

“Semestinya Pemerintah Desa Kradenan terutama pak kades bisa lebih mendengar suara kekhawatiran warganya dan bukannya malah seakan-akan memaksakan kehendak untuk meloloskan keinginan pengusaha tower jadi jangan salahkan warga juga jika saat ini kami menjadi bertanya-tanya, ada apa dengan pemerintah desa Kradenan?? berapa nominal uang yang mereka terima sebagai pelicin agar proyek pembangunan tower bisa terus dilaksanakan??.” Pungkas Ipan dengan raut muka penuh tanya.

Sedangkan Waluyo, Kepala Dusun Krajan, Desa Kradenan ketika dikonfirmasi beberapawaktu lalu mengaku jika dirinya tidak tahu menahu dan hanya diperintah oleh Supriyono selaku Kepala Desa Kradenan untuk meminta tanda tangan warga dan memberikan dana kompensasi.

“Besaran dana kompensasi saya sendiri tidak tahu, sedangkan tanda tangan warga juga secara sukarela tanpa ada paksakan, untuk lebih jelasnya tanya saja ke pak kades, karena saya hanya menjalankan perintah beliau,” terang Waluyo.(Im)

Related

Headline 1402087952210108999

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item