Tokoh Kontroversi Yang Selalu Peduli Anak Yatim Dan Kaum Dhuafa

Gus Edi saat Memberikan Gemblengan dan Wejangan Terhadap Santrinya

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Berangkat dari kepedulian kepada anak yatim piatu dan anak telantar,serta kaum Dhu'afa Edi Suprapto (40) yang akrab dipanggil Gus Edi mendirikan yayasan "Nurul Hidayatulloh" bertujuan agar nasip anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa mendapatkan hidayah dan berkah dari Alloh swt. 

Untuk diketahui, Yayasan Nurul Hidayatulloh yang berdomisili di Dusun Pekulo RT 02/RW 01 Desa Kepundungan, Kecamatan Srono Banyuwangi Jatim tidak hanya memberikan tempat tinggal bagi anak-anak yatim tapi juga sangat peduli terhadap kaum Dhu'afa tapi juga memperhatikan, mengedukasi dan memberdayakan anak-anak yang bernasib kurang baik untuk menjadi generasi penerus yang memiliki keterampilan khusus.

Dibuktikan oleh Gus Edi diselah - selah kesibukanya masih menyempatkan dirinnya untuk mengajar Khotmil Qur'an terhadap santriwan dan santriwatinnya yang mayoritas sebagai anak yatim piatu. 

Dikonfirmasi Media ini di rumahnya Gus Edi pendiri sekaligus pengasuh Nurul Hidayatulloh mengemukakan,warga masyarakat jangan sampai menjadikan anak yatim piatu sebagai objek.

 “Hendaknya seluruh pengurus Yayasan Nurul Hidayatulloh tidak menjadikan anak yatim sebagai objek. Namun diri kita sendirilah sebagai objek. Anak yatim hanya wasilah kita untuk menggapai keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun akhirat,” ungkap Gus Edi yang memiliki penampilan nyentrik tersebutI Senen, (27/12/2021).

Gus Edi juga berucap syukur impiannya dapat terwujud dan mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudaraku yang telah memberikan apresiasi dan dukungannya. Baik dari unsur pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta teman-teman yang peduli terhadap anak-anak yatim,” ucapnya.

Lebih lanjut Gus Edi menjelaskan bahwa Nurul Hidayatulloh hadir dengan tujuan sebagai pelayan dan melayani untuk memenuhi hak anak-anak yatim dan kaum Dhu'afa dalam memberi hunian yang nyaman dan memberikan suguhan pendidikan non formal agar menjadi generasi penerus yang memiliki keterampilan.

 “Selama ini banyak anak-anak dan kaum Dhu'afa yang ternyata harus kehilangan orang tua serta terlantar di usia yang masih sangat muda. Oleh karena itu, Nurul Hidayatulloh memberikan santunan kepada mereka yang sudah tidak memiliki orang tua guna dan kaum terlantar dan melalui yayasan "Nurul Hidayatulloh "kami bersama pengurus telah mempersiapkan hidup mereka kedepannya,” imbuh Gus Edi.

Gus Edi merupakan sosok kontroversi aktifis yang jejak perjalananya tidak pernah berkelompok sendiri dan sendiri. Dalam setiap langkah menyikapi segala persoalan di bumi Blambangan kritis, keras, dan kontroversi. Namun demikian tujuannya tidak lain ingin membangun Banyuwangi lebih baik aman, santosa, makmur, jujur dan amanah,serta adil. 

Dikonfirmasi dirumahnya Gus Edi menyampaikan, partisipasi untuk berkontribusi juga dibuka kepada masyarakat umum, dengan cara memberikan donasi atau menjadi donator tetap demi terwujudnya visi Nurul Hidayatulloh dalam memberikan penghidupan yang layak serta menciptakan anak serta kaum Dhu'afa yang trampil.

 “100% dari donasi yang anda salurkan akan kami gunakan keperluan anak-anak. Saya percaya, bersama-sama kita dapat mengubah hidup anak-anak yatim dan kaum Dhu'afa ini sebagai generasi masa depan bangsa Indonesia,"tandas Gus Edi. 

Sementara itu, Hary (50) sahabat sekaligus teman di clup FEGAB ( Firosa gandrung Banyuwangi)memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gus Edi Menurutnya, niat mulia beliau ini perlu dukungan berbagai pihak.

"Alhamdulillah kita telah diberikan rezeki yang cukup oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, oleh karnanya wajib bagi kita untuk berbagi kepada anak-anak yang kurang beruntung," tutur Hary Fegab kepada wartawan ini melalui telepon selulernya. 

Menjadi teman Gus Edi lanjut Hary, sangat asik dan santai bahkan setiap petuahnya terasa adem di dengarkan, bahkan pihaknya siap mendukung langkah Gus Edi itu. 

“Saya sudah sampaikan kepada seluruh rekan-rekan tim clup Fegab dan seluruh warga masyarakat agar berpartisipasi menjadi donator tetap. Nggak perlu banyak-banyak yang terpenting ikhlas dan ridho.,"imbuhnya. 

Yayasan Nurul Hidayatulloh setiap Minggu legi setiap 36 hari sekali dilakukan kegiatan khotmil qur'an. Puluhan bahkan ratusan santriwan dan santriwati melaksanakan belajar langsung dibimbing oleh pengasuh yakni Gus Edi. Dan Gus Edi juga mempersilahkan kepada semua warga masyarakat atau istansi terkait tanpa terkecuali untuk mengikuti pengajian yang telah didirikannya atau datang langsung ke tempat kami dengan yang sudah kami catumkan diatas. Dan saya mohon dukungan serta doanya supaya Yayasan Nurul Hidayatulloh mendapatkan berkah dan safaat dari gusti Alloh swt, "tutup Gus Edi. (Im)

Related

Headline 1557376992101610675

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item