Kelompok Tani Hutan Tambak Agung Lakukan Audiensi Di Desa Pesanggaran

KTH Lakukan Audensi di Pendopo Desa Pesanggaran

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Ratusan warga Desa/Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Tambak Agung Dusun Ringinagung melakukan audiensi membahas persoalan pengelolaan lahan kawasan hutan yang berada di wilayah Dusun Ringinagung, Desa/Kecamatan Pesanggaran (Kamis,9/12/2021).

Audiensi berlangsung di gedung serba guna di kompleks balai Desa Pesanggaran. Mereka meminta Tri Sukowono mundur sebagai Ketua KTH Tambak Agung.

Ketua RT nomor 25 (selawe) Dusun Ringinagung, Wagirin, mengatakan bahwa persoalan ini sudah muncul sejak tahun lalu. Senada dengannya, Ketua RT 04, RW 05, Suroto, berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut.

Menanggapi hal ini, Camat Pesanggaran, R. Agus Mulyono, yang juga berada di lokasi meminta masyarakat untuk tetap menjaga situasi ANYES: aman, nyaman, tentram, dan sejahtera.

Kepala Desa Pesanggaran, Sukirno, yang membuka acara audiensi, menjelaskan bahwa pembentukan KTH diusulkan kepadanya sejak 2019. Surat Keputusan (SK) pembentukan pun sudah terbit.

Pembukaan perhutanan sosial oleh Kementrian Lingkungan Hidup diharapkan bisa mengangkat kesejahteraan hidup masyarakat. Dalam hal ini, KTH bisa bekerja sama dengan Perhutani dalam pengelolaan lahan hutan.

Jika pemanfaatan lahan hutan oleh para pesanggem (pengelola lahan) biaya tanam berasal dari Perhutani, mereka beroleh 25 persen hasil panen. Sebaliknya, jika biaya penanaman berasal dari pesanggem, pembagian hasilnya untuk perhutani sebesar 25 persen.

Setiap tahun, para pesanggem wajib membayar iuran yang merupakan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang jumlahnya sesuai dengan luas lahan.


Setelah itu, Sukirno memberikan kesempatan kepada anggota KTH untuk menyampaikan uneg-unegnya.

“Per seperempat hektare kita disuruh bayar Rp600 ribu rupiah. Kalau tidak bayar, lahan yang digarap dipatok merah,” kata Wartini, salah seorang pesanggem yang ikut audiensi.

Setelah mendengarkan unek-unek dari anggota KTH, Sukirno, meminta agar perubahan struktur diselesaikan secara internal. AD/ART organisasi mengatur bahwa kedaulatan tertinggi berada di tangan anggota.

“Silakan melakukan rapat dengan semua anggota jika menghendaki perubahan struktur kepengurusan,” katanya. 

Lanjutnya, AD/ART adalah pedoman organisasi dan merupakan aturan internal yang mengikat semua anggotanya.

Masa bakti pengurus KTH adalah dua tahun dan dapat dipilih lagi dalam satu kali masa jabatan. Melalui forum ini, 136 dari 193 anggota menyetujui penggantian posisi ketua, maka keputusan tersebut telah kuorum.

“Silakan kepada para pengurus yang hadir, wakil ketua, sekretaris dan anggota lainnya menyelesaikan persolan organisasi sesuai dengan pedomannya,” kata Sukirno.(Im)

Related

News 1878603883168806405

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item