Kasus Potongan BPUM Kejari Banyuwangi Sudah Tetapkan Tersangka

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Banyuwangi I Gede Eka Sumahendra

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Kejaksaan Negeri (Kajari) Banyuwangi tetapkan satu tersangka, dalam kasus dugaan adanya potongan terhadap penerima program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Penetapan tersangka yang berinisial S warga Banyuwangi, setelah hasil proses penyidikan memperoleh alat bukti yang cukup, Selasa (28/12/2021).

Kepala Kajari Banyuwangi, Mohammad Rawi melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), I Gede Eka Sumahendra mengatakan hasil pemeriksaan terhadap 40 orang saksi dan keterangan ahli dari proses penyidikan kasus dugaan potongan BPUM telah terjadi tindak pidana.

“Dari keterangan saksi dan keterangan ahli, menetapkan seorang yang berinisial S sebagai tersangka kasus potongan BPUM,” kata Gede, sapaan akrab Kasi Pidsus Kajari Banyuwangi.

Kajari Banyuwangi, tambah Gede, proses penyelidikan hingga proses penyidikan telah ditemukan bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka. Dari keterangan saksi dan keterangan ahli, mengarah kepada tersangka S sebagai dalang kasus potongan BPUM.

“Dari beberapa saksi yang dimintai keterangan dalam kasus ini. Dugaan sementara, Tersangka S ini sebagai penggerak hingga muncul adanya potongan terhadap penerima bantuan BPUM,” jelas Gede.

Terkait Dugaan Pemotongan Bantuan BPUM Terhadap satu tersangka ini, tambah Gede, Kajari Banyuwangi masih terus mengembangkan kasus ini untuk memperoleh bukti-bukti baru, tidak menutup kemungkinan akan muncul tersangka baru dalam kasus dugaan pemotongan uang kepada penerima program bantuan BPUM.

“Kita terus berupaya dan mencari bukti-bukti baru agar permasalahan ini bisa terungkap hingga ke akar-akarnya,” ungkapnya.

Modus dalam potongan BPUM yang terjadi di Banyuwangi tergolong rapi, penerima manfaat dipotong Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu dengan berbagai dalih. Dalam proses pencairannya, pemerintah memberikan bantuan untuk pelaku usaha mikro agar tetap bertahan dimasa pandemi Covid-19 tersebut, ditransfer secara langsung ke rekening penerima sebesar Rp 1,2 juta. Sedangkan jumlah penerima manfaat BPUM sekitar 60 ribu yang tersebar di semua kecamatan.

Untuk diketahui, kasus dugaan adanya potongan terhadap penerima bantuan BPUM di Kabupaten Banyuwangi mencuat sekitar akhir Agustus tahun 2021. Dalam prosesnya, kasus potongan terhadap program pemerintah yang diperuntukkan untuk pemulihan ekonomi saat masa pandemi ditangani oleh Kajari Banyuwangi.(Im)

Related

Hukum Kriminal 5951209764474425449

Posting Komentar

emo-but-icon

Duta Fortuna Reality

Duta Fortuna Reality

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item