Kapolres Sumbawa Barat Diakui Warga Gerak Cepat Merespon Pengaduan Masyarakat

Warga Desa Sangat Girang Karna Pengaduaannya Direspon

MEMOPOS.com,NTB - Hasanuddin (54) tahun warga Desa Pada Suka, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan kegirangannya yang luar biasa karena laporan/pengaduan mereka selaku korban penipuan dan pungutan liar, cepat respon/ditangani Kapolres Sumbawa Barat NTB.

Demikian dikatakan Hasanuddin kepada wartawan Muhammad Taqwa  seusai menunaikan ibadah Shoalat Zuhur berjamah pada Senin (13/12/2021) bertempat di Mushollah Polres Sumbawa Barat.

Hasanuddin menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya bersama sejumlah korban lainnya di Polres adalah untuk menanyakan secara langsung kepada orang nomor satu dipolres Sumbawa Barat itu terkait laporan/pengaduannya tertanggal 3 November 2021 terhadap para terlapor.

Hasanuddin meminta kepada wartawan untuk tidak mengungkapkan identitas para terlapor secara utuh karena dihawatirkan akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. 

Atas pertanyaan wartawan media ini Hasanuddin bersama sejumlah korban lainnya menyatakan kepuasan dan kebanggaannya terhadap pelayanan Penyidik Polres Sumbawa Barat pada saat korban menghadap Kanit II Tipidter Sat Reskrim Polres Sumbawa Barat IPDA Pulung Anggara Surya Putra,S.Tr K, mewakili Kapolres karena Kasat Reskrim pada saat itu sedang ke Polda NTB.sebutnya.

Hasanuddin bersama sejumlah korban lainnya menuturkan bahwa pada awalnya para korban tidak merasa curiga terhadap terlapor 4, berinisial JMA yang mengaku dirinya sebagai Ketua Adat.

 Demikian pula kepada terlapor 1 berinisial S, yang mengakui pula dirinya sebagai Ketua Adat menggantikan Ketua Adat yang lama berinisial JMA diatas.

Sedangkan Terlapor 2 berinisial J, dan terlapor 3 berinisial A adalah kaki tangan atau orang kepercayaan terlapor 4 berinisial JMA dan terlapor 1 berinisial S.untuk memungut uang kepada para korban.

Modus operandinya adalah JMA mau pun S menawarkan kepada korban bahwa  ada tanah milik adat  terletak di desa Telonang Baru Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) NTB,untuk diberikan kepada masyarakat.

Kepada masyarakat yang berminat atau yang ingin memiliki tanah adat menjadi hak milik pribadi harus membeli atau menyetor sejumlah uang kepada terlapor 4 berinisial JMA atau kepada terlapor 1 berinisial S.

Adapun yang memungut uang adalah terlapor 2 berinisial  J alias O dan terlapor 3 berinisial A. dan kadang-kadang petugas nya berganti ganti yang menagih kepada korban.

Para terlapor berjanji bagi masyarakat yang telah menyetor sejumlah uang kepadanya langsung diuruskan atau dibuatkan Sertifikat hak milik atas tanah tersebut sehingga para korban tergiur mau menyerahkan sejumlah uang.

Korban mengaku setelah beberapa tahun menguasai tanah tersebut ternyata Sertifikat yang dijanjikan hingga saat ini tidak ada padahal uang korban telah diambilnya.

 Demikian pula  tiap tahun korban ditagih dengan alasan sebagai iuran padahal SPPT PBB tanah tersebut tiap tahun dibayar pula oleh korban kepada pemerintah.

Yang lebih menyakitkan lagi lanjut korban terlapor 1 berinisial S secara sepihak tanpa sepengetahuan korban nekat mengalihkan atau memindahtangankan tanah tersebut kepada orang lain padahal tanah tersebut masih dalam penguasan para korban/pelapor.

Modusnya adalah terlapor 1 berinisial S yang mengaku sebagai Ketua Adat berbalik haluan mengatasnamakan Kelompok Tani Sampar Baru Desa Telonang Baru membuat perjanjian kerjasama kemitraan dengan Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Sejorong Mataiyang  tertanggal, Januari 2021, dengan alasan tanah tersebut milik kehutanan sehingga korban merasa tertipu.

Terlapor 1 berinisial S mengakui tanah tersebut adalah tanah kehutanan bukti dia membuat MOU dengan Kehutanan, mengapa dia juga yang mengakui tanah tersebut adalah tanah milik adat  berarti dia tidak bertanggung jawab dan telah berbohong kepada kami kata korban.

Korban berharap kepada pihak kepolisian untuk teruskan / melanjutkan perkara tindak pidana tersebut kekejaksaan negeri untuk disidangkan di Pengadilan negeri setempat.

Sementara itu Kapolres Sumbawa Barat  melalui Kanit II Tipidter Sat Reskrim Polres Sumbawa Barat IPDA Pulung Anggara Surya Putra,S.Tr K, mewakili Kapolres karena Kasat Reskrim pada saat itu sedang ke Polda NTB membenarkan bahwa para korban telah bersurat dan bertemu dengannya dirung kerja Kanit tersebut Dirinya berjanji bahwa perkara tersebut pasti ditindak lanjut.


“ Pasti kita tindak lanjuti “ tegasnya.


Taqwa NTB.

Related

Metropolis 3948510486131745513

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item