Pelatihan Deteksi Dini Stunting dan Pengolahan Kelor di Desa Kemuning Lor Kabupaten Jember

MEMOPOS.com,Jember - Sebagai upaya pencegahan stunting pada anak, tim dosen dari Prodi Rekam Medik Jurusan 

Kesehatan Politeknik Negeri Jember (POLIJE), Selvia Juwita Swari, Gamasiano Alfiansyah, dan Mudafiq Riyan Pratama melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertajuk pengembangan potensi kelor sebagai strategi penanggulangan stunting dan Pemulihan 

Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19, bertempat di Balai Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember, dihadiri perangkat Desa Kemuning Lor dan kader kesehatan.

Menurut Gamasiano, edukasi stunting perlu dilakukan karena di Indonesia, khususnya di Jember, stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan. Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya dimana kondisi stunting akan berdampak pada perkembangan otak, rendahnya kemampuan kognitif dan terhambatnya tumbuh kembang anak.

Selvia menjelaskan, salah satu upaya yang kami lakukan melalui kegiatan ini adalah dengan memberikan edukasi tentang stunting, mendemokan penggunaan aplikasi deteksi dini stunting, serta demo memasak berbahan dasar daun kelor. Desa Kemuning Lor ini memiliki potensi kelor yang berlimpah, akan tetapi masyarakat masih mengolah daun kelor sebagai sayur saja. 

Kandungan gizi yang tinggi pada daun kelor ini sangat berguna untuk pencegahan stunting. Oleh karena itu, kami memberikan wawasan tambahan kepada masyarakat terkait olahan lain berbahan dasar daun kelor yang disukai anak-anak, yaitu berupa susu kelor, puding kelor, dan modisco. Melalui peningkatan keterampilan pengolahan daun kelor menjadi produk makanan yang siap saji ini, selain untuk konsumsi pribadi, juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi produk yang layak jual, sehingga produk tersebut dapat membantu pemulihan perekonomian warga. 

Mudafiq menambahkan, pada kegiatan pengabdian ini warga melakukan simulasi penggunaan aplikasi deteksi dini stunting berbasis web sehingga warga dapat mengetahui kondisi balitanya. 

Melalui aplikasi ini, memberikan informasi tentang status kondisi balitanya mengalami stunting atau tidak. Selain itu, di aplikasi ini tersedia hal-hal apa saja yang harus dilakukan orang tua dan kebutuhan makanan apa saja yang dibutuhkan oleh balita yang menderita stunting.

Selvia berharap kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang didanai PNBP tahun 2021 ini bisa memberikan informasi dan kepedulian kepada warga terhadap stunting serta membantu pemulihan ekonomi warga dengan memanfaatkan potensi daun kelor.

Related

Opini 7466540612937061064

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item