Kelola Sampah Rumah Tangga Dengan Komposting dan Ecobricks

MEMOPOS.com,Jember - Menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tahun 2020, kab Jember memproduksi 800 ton sampah/hari dan hanya sebanyak 180 ton sampah yang masuk ke TPA, sisanya belum dikelola secara 

optimal. Jenis sampah sisa makanan yang berasal dari rumah tangga menjadi penyumbang timbunan sampah terbanyak di Tempat Penampungan Akhir (TPA).

Banyaknya timbunan sampah juga masih ditemui di desa Kemuning Lor Jember, terdapat sampah-sampah berserakan di sekitar pinggiran sungai. Hal ini berdampak pada kemungkinan terjadinya gangguan aliran sungai dan pencemaran lingkungan sekitar. Permasalahan sampah ini dikarenakan masih rendahnya kesadaran warga untuk membuang sampah di tempatnya. Padahal, sudah dilakukan penyediaan lahan yang digunakan untuk tempat pembuangan akhir dan di lahan itu juga sudah dibangun wadah khusus untuk menampung sampah, imbuh Bapak Fauzi pembina karang taruna desa Kemuning Lor. Selain itu, warga juga belum terbiasa melakukan pemilahan danpengelolaan sampah. 

Situasi ini mendorong Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jember untuk membantu memberikan alternatif pemecahan masalah sampah yang dimulai dari skala rumah tangga melalui pelatihan pembuatan kompos “Takakura” dan ecobricks. Sampah organic sisa makanan dan juga sampah anorganik seperti plastic dapat didaur ulang menjadi pupuk kompos dan kerajinan ecobricks. 

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang disupport penuh oleh P3M Polije dan desa Kemuning Lor ini dilaksanakan oleh Nita Maria Rosiana, Arinda Lironika dan Zora Olivia. Pada dasarnya mengelola sampah dengan mendaur ulang menjadi kompos dengan metode Takakura dan kerajinan ecobricks ini sangat mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya yang besar tetapi bisa mengurangi volume sampah. Jadi sangat cocok untuk penanganan sampah di rumah," papar Nita

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu PKK karena memiliki peranan yang sangat besar dalam pengelolaan sampah di rumah sebagai ibu rumah tangga. Melalui kegiatan penyuluhan, ibu-ibu PKK dikenalkan dengan konsep zero waste yang meliputi prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dalam mengelola sampah di rumah oleh Arinda Lironika. Sampah yang dihasilkan di rumah dipilah sesuai jenisnya yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik bisa dimanfaatkan kembali untuk pupuk sedangkan sampah plastik bisa dibuat menjadi ecobrick. Selanjutnya, dilakukan pelatihan dan pendampingan kepada ibu-ibu PKK. Ibu Nita Maria mengajari cara membuat kompos sederhana dengan media keranjang berlubang yang diisi bahan-bahan yang membuat nyaman mikroba pengurai sampah. Sampah sisa makanan dicacah terlebih dahulu lalu dimasukkan ke dalam keranjang dan diatur suhu dengan cara pengadukan dan penyiraman. Setelah itu, ibu-ibu juga diajari cara membuat ecobrick dengan menggunting kecil-kecil sampah plastik dan memasukkan ke dalam botol lalu ditekan-tekan dengan tongkat sampai memadat oleh Zora Olivia.

Kegiatan ini sangat penting menurut salah satu peserta yang selama ini bingung memanfaatkan cangkang telur karena dia merupakan salah satu pedagang bakso. Sehabis pulang dari pelatihan ini dia akan mencoba untuk mepraktekan pembuatan kompos dari cangkang telur. Sentuhan hal kecil ini diharapkan bisa mengurangi jumlah timbunan sampah dan memotivasi warga untuk membiasakan memilah, memanfaatkan kembali sampah yang masih bisa digunakan dan membuang sampah pada tempatnya sehingga tidak ada lagi sampah di pinggiran sungai.

Related

Opini 663187230082540381

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item