Dua Ormas Kawal Pemotongan Bansos BLT UMKM Di Banyuwangi

Kasie Intel Kejari Banyuwangi, Eddy Wijayanto dan Kasie Pidsus, I Gede Eka Sumahendra, SH, Saat Diwawancarai Awak Media Mewakili Kajari Banyuwangi,Mohammad Rawi

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Kasus ‘Sunatan Massal’ atau pemotongan bansos Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM di Banyuwangi, Jawa Timur, terus mengembang. Bahkan, hingga kini terus ditemukan korban baru dalam kasus yang mencoreng citra program Presiden Jokowi tersebut.

Fakta mencengangkan ini mencuat saat MPC Pemuda Pancasila dan DPC Projo audiensi ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, Selasa (28/9/2021).

“Kami menemukan korban baru dalam kasus pemotongan bansos BPUM, dan salah satu transaksi dilakukan diwilayah Banyuwangi Kota,” ucap Ketua DPC Projo Banyuwangi, Rudi Hartono Latif.

Dalam audiensi, MPC Pemuda Pancasila dan DPC Projo, ditemui Kasie Intel Kejari Banyuwangi, Eddy Wijayanto. Kasie Pidsus Kejari Banyuwangi, I Gede Eka Sumahendra, SH, beserta jajaran.

Selain melaporkan adanya temuan korban baru yang siap menjadi Justice Collaborator. Kedua ormas juga menyampaikan terkait kondisi lapangan. Termasuk potensi keterlibatan oknum-oknum tertentu dalam kasus yang menciderai semangat pemerintah dalam mendorong percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini.

Pihak Kejari Banyuwangi, menyambut baik laporan. Bahkan diharapkan MPC Pemuda Pancasila dan DPC Projo, bisa membantu mengurai kasus ‘Sunatan Massal’ bansos BPUM atau BLT UMKM.

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Pemuda Pancasila dan Projo dalam penanganan kasus pemotongan bansos BPUM ini,” ucap Kajari Banyuwangi, Mohammad Rawi, melalui Kasie Pidsus, I Gede Eka Sumahendra, SH.

Disebutkan, saat ini Kejaksaan telah memeriksa sejumlah saksi. Sejumlah barang bukti berupa bukti transfer juga telah dikantongi. Dengan semangat penegakan supremasi hukum, dia berharap bantuan serta dukungan dari MPC Pemuda Pancasila dan DPC Projo Banyuwangi. Serta seluruh elemen masyarakat Bumi Blambangan. Demi mengungkap para aktor dalam kasus pemotongan BPUM atau BLT UMKM.

“Kami berharap bisa mengungkap tuntas sampai ke akar-akarnya,” tegas Intel Kejari Banyuwangi, Eddy Wijayanto.

Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, Zamroni SH, optimis Kejaksaan mampu membongkar kasus ‘Sunatan Massal’ BPUM ini. Dan sebagai ormas yang taat hukum, dia akan terus melakukan upaya guna memberi informasi maupun bukti.

“Kasus pemotongan BPUM ini tidak boleh ditolelir. Ini perbuatan yang sangat dzolim. Hak pelaku UMKM yang sedang terhimpit perekonomian imbas pandemi masih juga diembat,” katanya.

Kepada masyarakat, Zamroni mengajak untuk bersama-sama membantu pihak Kejari Banyuwangi. Tidak perlu takut memberikan informasi atau barang bukti.

“Kami siap mendampingi. Tidak perlu takut untuk memperjuangkan keadilan,” tegasnya.

Seperti diketahui, dugaan pemotongan BPUM atau BLT UMKM terjadi di kabupaten ujung timur pulau Jawa. Bansos masa pandemi dari pemerintah pusat sebesar Rp1,2 juta per penerima. Oleh oknum tak bertanggung jawab disunat antara Rp300-500 ribu.

Sementara di tahun 2021 ada sebanyak 54.213 pelaku usaha mikro di Kabupaten Banyuwangi yang menerima BPUM atau BLT UMKM. (Im)

Related

Headline 4438149781460943104

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item