Pelaksanaan Program Inovasi PPAT Dikantor Pertanahan Kota Semarang

Oleh Risa Megariska

Mahasiswa Prodi Administrasi Publik

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Tuntutan masyarakat akan terbentuknya pemerintahanan yang bersih, akuntabel dan transparan, 

mendorong pemerintah untuk segera melakukan perubahan terhadap penyusunannya demi 

mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance).Pelayanan publik yang ada di 

Indonesia meliputi beberapa bidang salah satunya pertanahan. Sebagai instansi pemerintah yang 

bertanggung jawab dalam hal pertanahan, Kantor Pertanahan Kota Semarang memiliki peranan 

penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal.

Intensitas permohonan pelayanan yang begitu tinggi di Kantor Pertanahan Kota Semarang 

dengan rata-rata per bulan mencapai ±15.000 bidang permohonan dan 95% didominasi oleh 

permohonan pelayanan oleh PPAT,mendasari Kantor Pertanahan Kota Semarang untuk 

melakukan inovasi dan terobosan berani dengan merumuskan salah satu bentuk inovasi 

pelayanan. Program inovasi pelayanan dimaksud yaitu Pelayanan Online Berbasis Aplikasi Web yang biasa disebut “PERMATA” oleh masyarakat

Penggunaan layanan ini tidak dikenakan biaya dan penginputan data dapat dilakukan 

sebelumnya oleh PPAT sehingga waktu pendaftaran dapat lebih cepat. Dengan pelayanan ini 

PPAT dapat melaksanakan input/entry berkas/data peralihan hak atas tanah cukup dari kantor 

PPAT melalui online.Melalui menu yang tersedia, pengguna dapat mengecek dokumen yang 

didaftarkan kapan dan di mana saja.Dengan demikian, saat mendaftarkan berkas ke Kantor 

Pertanahan maka pendaftar tidak perlu antre terlalu lama.Pasalnya data sudah tersedia dan 

tinggal validasi data secara langsung.

Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa dengan adanya progam Inovasi 

PERMATA ini, performance kerja pegawai Kantor Pertanahan Kota Semarang semakin 

meningkat. Kredibilitas Kantor Pertanahan Kota Semarang juga sangat baik dan sudah ada 

perubahan daripada sebelumnya. Kantor Pertanahan Kota Semarang memberikan rasa aman 

kepada pihak yang di layani dan membebaskan dari segala resiko atau keragu-raguan 

pelanggan.Hal ini dilihat dari penyimpanan data secara online sehingga sulit untuk diketahui 

orang lain. Selain itu keamanan financial juga terjaga karena aplikasi yang digunakan sudah 

mendapat support dari pusat sehingga tidak perlu adanya penambahan biaya yang dikeluarkan 

oleh Kantor Pertanahan Kota Semarang. Jangkauan terhadap Kantor Pertanahan Kota Semarang 

lebih mudah, karena pengguna jasa (PPAT) dapat melakukan pendaftaran dari masing-masing 

Kantor tanpa harus datang terlebih dahulu ke 6 Kantor Pertanahan Kota Semarang. Keberadaan 

program PERMATA membuat tugas pegawai Kantor Pertanahan Kota Semarang digantikan 

dengan keberadaan pengguna jasa dalam hal ini PPAT untuk mengentry data secara online, 

sehingga ada 1 prosedur yang digantikan diluar prosedur pelayanan manual dan tentunya dengan 

pemotongan prosedur akan secara otomatis ada pemotongan waktu pelayanan menjadi lebih 

cepat. Tarif dan biaya juga telah diatur sejak ditetapkannya Peraturan Pemerintah Republik 

Indonesia Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan 

Pajak Yang Berlaku Pada Badan Pertanahan Nasional sehingga ini menjadi keuntungan untuk 

pengguna pelayanan PERMATA, dengan pelayanan yang lebih terjangkau dengan sistem online, 

namun biaya tetap dikenakan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

pelaksanaan PERMATA masih sama dengan sebelumnya, yang membedakan hanya pada 

penambahan loket, namun loket untuk pembayaran dan pengambilan berkas tetap digabung dengan pelayanan manual. Persyaratan dalam PERMATA tidak terjadi banyak

perubahan.Perbedaan terletak pada pihak yang melakukan input data, jika sebelum inovasi 

pelanggan dapat melakukan input data sendiri, setelah inovasi input data dilakukan PPAT. 

Mekanisme atau prosedur telah diatur seluruhnya dalam buku pedoman Permata, dan memiliki 

persamaan dengan pelayanan manual, namun hal yang membedakan hanya pada prosedur awal, 

dimana pada pelayanan manual, petugas Kantor Pertanahan Kota Semarang bertugas untuk 

mengentry data, namun pada program PERMATA tugas tersebut telah digantikan dengan 

keberadaan pengguna jasa dalam hal ini PPAT untuk mengentry data secara online, sehingga ada 

1 prosedur yang digantikan diluar prosedur pelayanan manual.

Penetapan tarif atau biaya tidak ada perubahan. Tarif dan biaya telah diatur sejak ditetapkannya 

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Jenis dan Tarif Atas 

Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Badan Pertanahan Nasional.

Program Permata memiliki tingkat kerumitan tersendiri, mulai dari jangkauan pelayanan, 

prosedur sampai pada penggunaan sarana yang ada. Namun Kantor Pertanahan Kota Semarang 

dapat mengatasi kerumitan tersebut melalui pelatihan kepada PPAT untuk dapat mengoperasikan 

aplikasi PERMATA, sehingga PPAT dapat mengoperasikan aplikasi PERMATA tanpa merasa kesulitan.sarana yang ada pada program PERMATA, sering terjadiserver-error pada software yang menghubungkan langsung dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan hal ini tentunya 

akan menghambat pelaksanaan pendaftaran PERMATA oleh PPAT. Mengenai pengaduan, 

dinilai masih memiliki 7 kelemahan, dimana seharusnya tersedia fasillitas online sebagai wadah 

pengaduan.Perbaikan kredibilitas Kantor Pertanahan Kota Semarang dapat dilihat dari program 

Permata telah menjadi top 99 inovasi terbaik di Indonesia dan diadopsi oleh Kantor Pertanahan 

daerah lain.

Related

Opini 3631495465084232844

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item