Konsep Merdeka Belajar Dalam Persepektif Filsafat Progresifisme Untuk Kemajuan Pendidikan di Indonesia

Disusun oleh :

1. Alfin Nur Azizah (2191000430060)

2. Tirza Priscilla Alfianto (2191000430065) 3. Prastiawan (2191000430074)

4. Alexius Busa Wula (2191000430081)



PENDIDIKAN SEJARAH DAN SOSIOLOGI 2019 IKIP BUDI UTOMO MALANG

ABSTRACT :


Progressivism isone of the schoolsof modern educational philosophy that wantsa fundamental change in the implementation of education in a better direction, and providesreal benefitsfor students. The flow of progressivism is the importance of the basicsof freedom and freedom for studentsby providing the flexibility to develop the talentsand abilities that are hidden within them without formal rulesthat actually shackle their creativity and thinking power for the better.

In the context of education in Indonesia, the concept of "free learning" launched by the new Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia isconsidered a major policy to make education in Indonesia better and more advanced. 1945 Constitution. In addition, the concept of "free learning" hasthe same direction and purpose asthe concept of John Dewey'seducational philosophy of progressivism which is integrated with the concept of Indonesian education. Both of them offer independence and

flexibility to educational institutionsto explore the potential of their studentsto the fullest by adjusting the interests, talents, and tendenciesof each student.

 

ABSTRAK :


Progresivisme adalah salah satu aliran filsafat pendidikan modern yang menginginkan adanya perubahan mendasar terhadap pelaksanaan pendidikan ke arah yang lebih baik, dan memberikan kemanfaatan yang nyata bagi peserta didik. Aliran progresivisme menekankan pentingnya dasar- dasar kemerdekaan dan kebebasan kepada peserta didik dengan memberikan keleluasaan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya tanpa terhambat aturan- aturan formal yang terkadang justru membelenggu kreativitasdan daya pikirnya untuk menjadi lebih baik.

Dalam kontekspendidikan di Indonesia, konsep “merdeka belajar” yang dicanangkan oleh Mendikbud RI yang baru dinilai sebagai kebijakan besar untuk menjadikan pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik dan semakin maju diharapkan pendidikan di Indonesia mempunyai arah dan tujuan yang jelasdan searah dengan yang telah diamanatkan oleh UUD 1945. Selain itu, konsep “merdeka belajar” memiliki arah dan tujuan yang sama dengan konsep aliran filsafat pendidikan progresivisme John Dewey yang di integrasikan dengan konsep pendidikan Indonesia. Keduanya sama- sama menawarkan kemerdekaan dan keleluasaan kepada lembaga pendidikan untuk mengekplorasi potensi peserta didiknya secara maksimal dengan menyesuaikan minat, bakat serta kecendrungan masing- masing peserta didik.

Kata Kunci


Kajian Merdeka Belajar,Aliran Filsafat Progesivme, Pendidikan di Indonesia


PENDAHULUAN


1. Latar Belakang


Seiring berkembangnya perubahan sosial, budaya, dunia kerja, kemajuan tehnologi yang sangat pesat maka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ( KEMENDIKBUD) menyiapkan para pelajar atau peserta didik untuk menyongsong perubahan, kemajuan dan perkembangan agar mampu melaksanakan,dan merancang prosespembelajaran yang kreatif dan inovatif, agar dapat mencapai capaian dan tujuan pembelajaran yang mencakup aspek sikap pengetahuan dan keterampilan secara optimal dan tentunya juga relevan . Untuk dapat mengembangkan konsep tsb salah satunya adalah dengan pendekatan Progresivisme

 

Jadi Progresivisme merupakan aliran filsafat modern yang menghendaki pelaksanaan pembelajaran dengan lebih maju dengan lebih mengutamakan penyelenggaraan pendidikan yang berpusat kepada peserta didik (student centered) dan bertujuan mengembangkan berbagai aspek kemampuan individu dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleksdan mengubah praktik pendidikan yang selama ini hanya berpusat pada pendidik. (Fadlillah, 2017, hlm. 17). Dalam kaitannya dengan “Merdeka Belajar” yang dicanangkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim, memahami dan mengubah cara pandang pendidikan dengan kacamata aliran filsafat progresivisme perlu dilakukan. Progresivisme juga menolak corak pendidikan yang otoriter yang terjadi di masa lalu dan sekarang.

Di zaman revolusi industri 4.0 terdapat tantangan tersendiri sekaligusmenjadi

peluang bagi lembaga pendidikan untuk menjadi titik prasyarat untuk bisa lebih maju dan berkembang. Lembaga Pendidikan harusmemiliki daya inovasi dan juga sebagai sebuah kolaborasi. Lembaga Pendidikan harusmampu menyelaraskan dan menyeimbangkan sistem pendidikan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu sistem pendidikan diharapkan mampu mewujudkan peserta didik memiliki daya

keterampilan yang mampu berpikir secara kritis dan dapat memecahkan masalah. 2.Tinjauan Pustaka

Dalam artikel ini,penulismengunakan teori perubahan sosial.Teori ini menjawab pertanyaan penelitian tentang metode pembelajaran dari konsep merdeka belajar dalam perspektif filsafat Progresivisme.

3. METODE PENELITIAN


Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan library research atau penelitian kepustakaan, yang dilakukan dengan menggunakan literatur berupa aturan- aturan yang mendukung dalam menganalisistopik penelitian ini. Adapun pendekatan

penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Suharsimi (2005: 134) menyatakan bahwa penelitian

 

deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai statusatau gejala yang ada, yaitu gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Dalam penelitian ini, pendekatan deskriptif kualitatif bertujuan untuk melakukan pengamatan secara seksama terhadap fenomena pendidikan yang kemudian di eksplore dan di interpretasikan sesuai fenomena yang terjadi di lapangan.

Jadi,  Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan sebuah fenomena yang kaitannya dengan kebutuhan pendidikan dalam menghadapi abad ke- 21 mendatang.Pengumpulan data primer pada penelitian ini yang berkaitan dengan filsafat progresivisme pendidikan. Sumber data kemudian di reduksi yang terkait dengan topik bahasan. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba mengeksplorasi dan memberikan argumen yang berkaitan dengan kondisi pendidikan dengan analisis filsafat progresivisme.


PEMBAHASAN


A. Konsep Merdeka Belajar


Merdeka Belajar merupakan gagasan yang membebaskan para guru dan siswa

dalam menentukan sistem pembelajaran. Bebasyang dimaksud disini ialah Bebasdari segala bentuk tekanan psikologispada anak didik. Merdeka Belajar adalah program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yaitu Nadiem Anwar Makarim.

Konsep Kajian Merdeka Belajar yang dibuat oleh Nadiem Makarim memiliki tujuan untuk menciptakan suasana belajar yang bahagia tanpa dibebani dengan pencapaian skor atau nilai tertentu. Prosesbelajar yang dijalani dengan cara yang menyenangkan memungkinkan siswa mengingat materi lebih banyak dan lebih lama, dengan kata lain tingkat retensinya lebih kuat. Selain itu Kajian Merdeka Belajar dapat mempersiapkan generasi yang tangguh, cerdas, kreatif, dan memiliki karakter sesuai dengan nilai- nilai bangsa Indonesia pada saat ini.

 

Sistem Pembelajaran saat ini telah mengalami banyak perubahan ke arah yang lebih baik terdapat 4 pokok kebijakan baru Kemendikbud RI, seperti :

1. Ujian Nasional (UN) akan digantikan oleh Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Asesmen ini menekankan kemampuan penalaran literasi dan numerik.

2. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan diserahkan ke sekolah. Menurut Kemendikbud, sekolah diberikan keleluasaan dalam menentukan bentuk penilaian, seperti portofolio, karya tulis, atau bentuk penugasan lainnya.

3. Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Menurut Nadiem Makarim, RPP cukup dibuat satu halaman saja. Melalui penyederhanaan administrasi, diharapkan waktu guru dalam pembuatan administrasi dapat dialihkan untuk kegiatan belajar dan peningkatan kompetensi.

4. Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), Kemendikbud tetap menggunakan sistem zonasi dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi

ketimpangan aksesdan kualitasdi berbagai daerah.



B. Aliran Filsafat Progresivisme


Secara bahasa istilah progresivisme berasal dari kata progresif yang artinya bergerak maju. Progresivisme juga dapat dimaknai sebagai suatu gerakan perubahan menuju perbaikan. Progresivisme sering dikaitkan dengan kata progres, yaitu kemajuan. Artinya, progresivisme merupakan suatu aliran filsafat yang menghendaki suatu kemajuan yang akan membawa sebuah perubahan.

Progresivisme adalah sutau gerakan dalam bidang pendidikan yang dipelopori oleh John Dewey. Sejak awal kelahirannya aliran ini berusaha menggapai secara positif pengaruh- pengaruh yang ada pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam konteksini, pendidikan akan dapat berhasil manakala mampu melibatkan secara aktif peserta didik dalam pembelajaran, sehingga mereka mendapatkan banyak pengalaman untuk bekal kehidupannya.

C. IMPLEMENTASI ALIRAN PROGRESIVISME DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA


Konsep pendidikan yang dimaksudkan oleh aliran progresivisme apabila diimplementasikan ke dalam pendidikan saat ini pasti akan menciptakan generasi-

 

generasi muda yang unggul. Apabila pendidikan, melalui seorang pendidik mulai mengusung aliran progresivisme dalam setiap kegiatan belajar mengajar dengan membudayakan konsep teacher centered learning maka peserta didik akan lebih aktif di dalam kelas. Hal ini juga akan memupuk rasa percaya diri dan tanggung jawab peserta didik. Dalam konsep ini, bukan berarti bahwa guru melepasbegitu saja peserta didik dan meninggalkan kewajibannya sebagai seorang guru yang memberikan arahan kepada peserta didik.

Apabila dikaitkan dengan pendidikan di Indonesia saat ini, maka progresivisme memiliki andil yang cukup besar, terutama dalam pemahaman dan pelaksanaan pendidikan yang sesungguhnya. Di mana pendidikan sudah seharusnya diselenggarakan dengan memperhatikan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik, serta menyiapkan peserta didik supaya mampu untuk memecahkan masalah yang diberikan.

D. Konsep Merdeka Belajar dalam Perspektif Aliran Progresivisme John Dewey


Dari pemaparan konsep kebijakan “Merdeka Belajar” yang dicanangkan oleh Mendkbud Nadiem Makarim tesebut di atas, terdapat kesejajaran antara konsep “merdeka belajar” dengan konsep pendidikan menurut aliran filsafat progresivisme John Dewey. Kedua konsep tersebut sama- sama menekankan adanya kemerdekaan dan keleluasaan lembaga pendidikan dalam mengekplorasi secara maksimal kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh peserta didik yang secara alamiah memiliki kemampuan dan potensi yang beragam. Jika dirumuskan kedua konsep tersebut sama- sama mengandung makna yang senada yaitu, peserta didik harusbebasdan berkembang secara natural. Guru harusbisa memandu dan menjadi fasilitator yang baik.

Aliran filsafat ini sebenarnya sudah di adopsi oleh bapak pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara. Sumbangsih pemikiran Ki Hadjar Dewantara terhadap pendidikan Indonesia sangatlah besar,

Salah satu konsep pendidikan yang diungkapkan oleh Ki Hadjar Dewantara memiliki kemiripan konsep pendekatan konstruktivisme dan progresivisme dalam pendidikan. Keduanya memiliki benang merah bahwa pembelajaran yang menitikberatkan pada kemampuan murid dalam membangun pemikirannya. Seorang pendidik hanya sebagai fasilitator yang membantu peserta didik dalam membangun

konsep konstruktivisme tersebut. Dengan kata lain pendekatan pembelajaran tersebut berpusat pada peserta didik (student center learning).

 



BAB III PENUTUP

Dari berbagai uraian tersebut di atas dapat diambil kesimpulan :


aliran progresivisme yang dipelopori oleh John Dewey merupakan aliran filsafat pendidikan yang menghendaki adanya perubahan praktik pendidikan ke arah yang lebih maju, berkualitasdan modern secara cepat serta memberikan manfaat yang nyata bagi peserta didik dalam menghadapi persoalan kehidupan di masa yang akan datang sesuai perkembangan zaman.

Progresivisme menghendaki adanya kemerdekaan dan keleluasaan lembaga pendidikan mengekplorasi kecerdasan dan kemampuan peserta didik sesuai dengan potensi, minat dan kecendrungannya masing- masing peserta didik secara demokratis, fleksibel dan menyenangkan.

antara konsep “merdeka belajar” yang dicetuskan oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim memiliki kesejajaran dengan konsep pendidikan progresivisme John Dewey, keduanya sama- sama menekankan adanya kemerdekaan dan

keleluasaan lembaga.


DAFTAR PUSTAKA



https://syakal.iainkediri.ac.id/merdeka- belajar- lewat- versi- john- dewey/


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Merdeka_ Belajar#:~:text=Merdeka% 20Belajar% 20adalah% 20program% 20kebijakan,oleh% 20para% 20guru% 20sebelum% 20mer eka

Sadullah, U. (2003). Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Related

Opini 4189571075092728443

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item