Hasil Penetapan PN Blora,Eksekusi Rumah Warga Desa Sambiroto Kunduran, Akhirnya Mediasi

Rombongan PN di Kawal Ketat TNI Polri

MEMOPOS.com,Blora - Kedatangan rombongan dari Pengadilan Negri Kabupaten Blora didampingi avokasi dan pengawalan dari Polres Blora dipimpin Kabagops Kompol Supriyo dan  dari jajaran forkopincam Kunduran Selasa(29/6/2021).

Dari tanggapan",Kades Sambiroto Sukarno, memohon sebelum eksekusi memberikan jalan yang terbaik demi warganya jangan sampai munculnya yang tidak diinginkan oleh warga kan kasian, dan warga saya untuk mengambil pinjaman saat itu saya juga belum menjabat Kades, dan saya mohon dari pihak pemenang lelang minta jalan solusinya demi warga saya. Dan sebagai Jaminan sementara sudah ada uang terkumpul dan insyaallah hari ini juga bisa terselesaikan tegas Sukarno.

 Lanjut,".Dari tim Pengadilan Negeri Blora melakukan unyuk eksekusi tanah dan rumah segala sesuatu yang ada diatasnya tersebut dalam sertifikat hak milik (SHM)A/N Suparmi kurang lebih seharga Rp. 250 terletak di desa Sambiroto, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora.

Dari“Eksekusi ini menindaklanjuti Penetapan Pengadilan Negeri Blora tanggal 3 Oktober 2019 nomor : 03/Pdt.Eks/2019/PN   tentang perintah untuk melaksanakan eksekusi pengosongan dan penyerahan atas tanah beserta segala sesuatu yang ada ,” kata Panitera PN Blora,jelas Didik Riyadi.

Terkaitan dengan eksekusi ini, kata Didik, kan ada pemenang lelang yang dilakukan oleh Pejabat Lelang pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang, sebagaimana berbunyi kutipan risalah lelang nomor : 686/2016 tanggal 20 April 2016. Yaitu Sukoyo. Sedangkan Pengadilan Negeri(PN) Blora bertugas  menindaklanjuti melakukan eksekusi.    Kata"Didik, eksekusi untuk menjalankan hasil putusan pengadilan dan putusan lelang. Menurutnya, sesuai keputusan tim kuasa hukum pemenang lelang nomor : 22/Advokat ZAINUDIN, SH, MH & REKAN/Pdt/IV/2019 sebagai pemenang lelang dan sebagai pemohon eksekusi.

Meminta melanjutkan eksekusi, lanjut Didik, merupakan hak pemenang lelang kepada Pengadilan Negeri. Apalagi pemenang lelang telah membeli lelang ini dengan harga sekira Rp. 250 juta.

“Pemenang lelang adalah pembeli lelang, otomatis meminta hak dan tanggung jawab pengadilan, Pemenang lelang memang sebagai pembeli lelang ya harus dikosongkan. Dia beli lelang ini kan harus ada jaminan dari Pengadilan Negeri bahwa memang harus dikosongkan. Nominalnya, Rp.250 juta,” tutur Didik.

Didik mengatakan, secara umum eksekusi berjalan lancar dan damai. Meski Nur Hasan anak dari pihak termohon yang menempati rumah sempat menolak untuk di ekseskusi. Alasannya menginginkan perundingan dan harta gono-gini untuk tidak dieksekusi. Tetapi perdebatan berjalan singkat hingga akhirnya eksekusi dilakukan oleh juru sita Pengadilan Negeri Blora.

“Saya menilai masih sesuai koridor hukum yang berlaku, pelaksanaanya secara aturan telah dilakukan oleh juru sita Pengadilan Negeri. Ada kendala kecil, biasalah seperti minta perundingan lagi. Sudah tidak mungkin lagi, sudah waktunya pengosongan dan diserahkan oleh pemohon (pemenang lelang). Kalau ada cara lain silahkan dirembug dengan yang bersangkutan,” tandas Didik.

Perlu diketahui, Nur Hasan yang menempati rumah yang dijadikan jaminam merupakan anak kandung pasangan Suparmi dan Damin.

Suparmi yang sudah berpisah dengan Damin atas tanah dan rumah yang tertera dalam sertifikat hak milik tersebut.

Menambahkan, Kepala Desa (Kades) Sambiroto Sukarno mengaku sangat menyangkan jika terjadi eksekusi di desanya.

“Kami sangat menyangkan jika terjadi eksekusi di desanya karena masalah utang piutang. Kalau ada jalan yang lain kenapa tidak dilakukan?” ungkap Sukarno.

 Kades Sambiroto Sukarno dengan usulannya, awalnya uga telah mengajukan penundaan eksekusi dengan alasan mencegah kerumunan di masa pandemi Covid-19, namun ditolak pihak oleh pihak Pengadilan Negeri Blora.

“Jika terjadi eksekusi, walaupun tanpa disuruh masyarakat akan datang sendiri di lokasi dan itu akan menimbulkan kerumunan. Karena masa pandemi Covid-19, kami juga mengajukan penundaan eksekusi untuk mencegah kerumunan, namun ditolak,” terang Sukarno

Dan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan dan atas petunjuk hasil diskusi dengan kuasa hukum Nur Hasan, Riyanta menawarkan opsi terakhir kepada pihak pemohon.

Akhirnya disepakati dengan opsi tersebut dibeli seharga lelang senilai Rp. 250 jt, dengan uang cast Rp. 100 juta dan sisanya tempo satu bulan sebagai agunan satu unit mobil beserta BPKB miliknya.

“Alhamdulillah, opsi hasil diskusi dengan kuasa hukum Nur Hasan, Bapak Riyanta kami mengajukan kepada pihak pemenang pemohon diterima,

Selaku kuasa hukum Nur Hasan, Riyanta juga menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan pinjaman ke pihak Bank pinjam adalah harus bayar,pesan Riyanta Ketum (GJL )kelahiran Pati,seorang tokoh pejuang demi rakyat kecil yang lemah, dengan Sloganya (Sing Bener Di Benerke,Yen Salah Di Salahke).

“Saya berharap kasus ini sebagai pelajaran bagi kita semua. Kita harus berhati-hati jika ingin mengajukan pinjaman ke Bank,” ujarnya Riyanta.

Di tambahkan lagi dari tim pemenang lelang Soleman saat ditemui di lokasi,mengatakan wes bala bali kok mas,wes ditunda tunda terus sudah tiga kali, nek ngerti ngeneki asline iyo males mas,lha piye wes kadung mas ujar Soleman.pungkasnya.


(ardy)

Related

Headline 8568525309218454868

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item