Halal Bihalal FSKB Di Desa Sembulung Mempererat Tali Silaturahim

Kades Riyono SH Dan Pengurus FSKB

MEMOPOS.com,Banyuwangi - FSKB (Forum Silathurahmi Kades Banyuwangi)Kabupaten Banyuwangi mengadakan Halal Bihalal dan silaturahim Senen, (7/6/2021). Acara yang digelar dalam upaya mempererat silaturahim ini dilakukan di Balai Pendopo Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jatim. Acara yang dihadiri Kepala Desa se Kabupaten Banyuwangi dan Beberapa aktifis LSM. 

Ketua Panitia penyelenggara sekaligus pemandu acara Supriyono Kades Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo penyampaian bahwa kegiatan Halal Bi Halal FSKB diharapkan bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang juga selalu kompak dalam menyikapi perihal yang ada di desa. 


Disampaikan pula oleh Kades Desa Sembulung, Kecamatan Cluring Suprayitno yang juga selaku tuan rumah acara memaparkan Halal Bihalal wajib saling bersalaman untuk saling ma’af-mema’afkan sesamannya.Tali silaturahim harus tetap kita jaga dengan sebaik-baiknya. Kami atas nama pribadi dan tuan rumah mengucapkan minal aidin wal faidzin (mohon ma’af lahir dan batin),"papar Kades Suprayitno. 


Dengan tegas Riyono SH Kades Kandangan sekaligus Ketua FSKB mengingatkan bahwa mari bersama - sama memikirkan urusan yang ada di desa, mari kita ciptakan desa yang kita pimpin menjadi sebuah desa yang aman, tentram, dan kondusif. Banyak segala bentuk persoalan yang selama ini kita hadapi  namun demikian lewat FSKB kita harus selesaikan bersama dengan cara musyawarah,"tandasnya. 


Riyono juga mengajak untuk ikut menyukseskan program Bupati Banyuwangi dalam menuntaskan masalah kemiskinan. “FSKB selalu mengusahakan kesejahteraan terhadap warganya dan terus menggalakan protokol kesehatan (prokes),"tambahnya.


Di penghujung acara diisi dengan kritik canda dari Kades Mura'i membacakan hadist riwayat Ahmad dan Thabrani “Khoirunnas anfa’uhum linnas” artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain,dan Mura'i menambahkan bahwa dosanya anak Adam sudah mendapatkan ma’af setelah secara simbolis diikrarkan ma’af-mema’afkan. Menurut Imam Syafi’i bahwa permintaan ma’af wajib disebutkan satu persatu. Sedangkan Imam yang lain memperbolehkan secara Ijma’ atau dijamak. Misalnya dengan ucapan mohon ma’af atas segala dosa saya. Namun yang umum di masyarakat hanya mengucapkan selamat Idul Fitri atau dalam Bahasa Jawa sugeng riyadin. Padahal ucapan tersebut bukan permohonan ma’af melainkan hanya ucapan selamat,"pungkasnya sambil disambut tangan seluruh Kades yang hadir.(Im)

Related

Headline 6531905407303629017

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item