Sungguh Miris Dalam Kondisi Sakit Ahmad Seniman Banyuwangi Tidak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

Ahmad Seneman Multi Talenta Dalam Kondisi Sakit Belum Pernah Dapat Bantuan

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Sungguh miris dan memprihatinkan ada seorang seniman asli bumi Blambangan belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemkab Banyuwangi.Padahal,pelaku seni merupakan aset yang sepatutnya dipelihara oleh Negara. Namun ini tidak bahkan terkesan dibiarkan dan tidak dipedulikan, malah hidup lebih sengsara di bumi yang serba kaya ini.

Hal ini Ini dialami Ahmad (71) asal Warga Dusun Wiyayu  Barat RT/RW 002 Desa Bedewang Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi,Jatim.

Dalam kondisi ekonomi serba kekurangan terlebih lagi sudah 10 tahun dalam kondisi sakit, sampai saat ini dia belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah, baik dari Pemkab Banyuwangi ataupun dari Pemerintah Pusat. Apalagi pandemi Covid-19 saat ini.

Kondisinya pun terkuak setelah jurnalis MEMOPOS.com turun menyambangi laki - laki setengah abat ini yang tinggal dirumah adiknya Isnaini (61) di Dusun Gembolo, RT 004/ RW 003, Desa Purwodadi,Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi Jatim. 

Dan ternyata benar bahwa sang seniman keadaannya sangat memprihatinkan sekali sudah tidak bisa berbuat apa - apa karena sakit,jangankan berobat untuk makan saja harus menopang hidup dirumah saudarannya.

Dikonfirmasi berada dirumahnya Isnaini selaku adik kandung Ahmat yang juga seorang seniman masih exis mengatakan,Saya bersama kakakku dari tahun 1960-an hingga sampai sekarang aktif sebagai seniman belum pernah mendapatkan bantuan dan perhatian dari Pemerintah baik Pemkab Banyuwangi serta Pemerintah pusat hanya cuma mendengar kabar bila bantuan untuk seniman ada. Tapi kami belum pernah mendapatkannya. Hanya saja yang kerap membantu yaitu sesama seniman tua maupun muda yang sering datang kerumah kami terlebih lagi Deny Percil pelawak kondang dan seniman sering kali menitipkan, tranfer serta datang langsung memberikan bantuan uang maupun lainnya, "cetus Isnaini Senen, (31/5/2021).

“Sejak sakit, kakak saya tidak pernah bekerja lagi, dan  untuk menutupi kebutuhannya ya siapa lagi kalau tidak kami bersama keluarga merawat hingga kalau ada uang kita kontrolkan ke dokter,” sebutnya.

Melihat dan mendengar kabar kurang sedap Roky Sapulete (47) aktifis dari media Mitrapol dan DPD KPK (Kontrol Publik Kebijakan Independen)pihaknya akan menyampaikan permasalahan ini  kepada pemerintah Banyuwangi atau Dinas Sosial agar melakukan peninjauan untuk mendata para seniman dan orang tidak mampu.

“Kita sangat prihatin melihat keadaan Bapak Ahmad tersebut,Rasa iba yang tidak bisa diungkapkan dengan kata - kata.Dan intinnya nasip bapak Ahmad seorang pelaku seni yang patut diperhatikan oleh beberapa pihak khususnya Pemkab Banyuwangi, "paparnya. 

Lebih lanjut Roky menjelaskan, Banyuwangi merupakan gudangnya dimana para seniman dilahirkan,mungkin ribuan bahkan jutaan pekerja seni yakni seniman tradisional di Kota Gandrung ini juga belum pernah mendapatkan bantuan sosial untuk pekerja seni dari dulu. 

Roky juga menjelaskan, para pekerja/pelaku seni yang ada di Banyuwangi antara lain para  grup orkes dangdut dan orkes kendang kempul,janger,hadrah kuntulan,angklung dan kesenian lainnya menduga juga mengalami nasip yang sama artinnya belum mendapat bantuan. Adapun bila ada bantuan mereka - mereka tidak mendapat jatah.Terlebih lagi sekarang para seniman menghadapi masa sulit yaitu musim pandemi, pemkab Banyuwangi wajib hadir ditengah - tengah seniman, segera mencarikan solusi bukan hanya bisa membubarkan saja, "pungkas aktifis berdarah Ambon tersebut. (Im)

Related

Headline 2287205914966121468

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item