Proyek Rumah Tahan Gempa di Banyuwangi Rampung

Rumah Layak Huni Untuk Tahan Gempa

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Palang Merah Indonesia (PMI) dengan dukungan Palang Merah Amerika (Amcross) dan USAID telah menyelesaikan 4 rumah tahan gempa milik warga. Rumah tersebut dirancang tahan gempa lewat tenaga kerja dari masyarakat Banyuwangi yang diberi pelatihan.

Empat rumah tahan gempa tersebut tersebar di Kelurahan Mojopanggung dan Kelurahan Tamanbaru, Banyuwangi sebagai percontohan. Rumah ini dibangun dengan sistem cor namun konstruksi dibuat lebih tahan gempa. Bagian dinding dibuat dengan konstruksi otot besi, dan atap dibuat lebih ringan.

"Proses pembangunan rumah berjalan selama satu bulan dengan menambahkan penguatan dinding dan mengurangi beban atap," ujar Wakil Ketua PMI Banyuwangi, Nurhadi melalui keterangan tertulis, Rabu (26/5/2021).

Lebih lanjut, pembangunan rumah aman gempa memang difokuskan di pemukiman wilayah perkotaan yang rawan gempa. Selain berpenduduk padat, karakteristik rumah diperkotaan saling berdekatan bahkan menempel, sehingga jika terdapat kerusakan karena gempa bumi dikawatirkan menimbulkan banyak korban.

“Kecamatan Giri dan Kecamatan Banyuwangi ini daerah perkotaan yang rawan bencana gempa bumi,” katanya.

Nurhadi menyebut saat ini PMI Banyuwangi masih terus memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait standar operasional prosedur penyelamatan gempa bumi. Termasuk memberikan pelatihan kepada tukang bangunan agar mereka bisa membangun bangunan tahan gempa.

“Tukang-tukang di sini telah kami latih, termasuk rumah ini dibangun dari tukang lokal dengan menggunakan metode ferosemen dimana sudut-sudut dinding diperkuat dengan kawat anyam,” katanya.

Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI, Arifin Muhammad Hadi menambahkan, rumah tahan gempa ini merupakan bangunan milik warga yang sengaja diperkuat, sehingga bukan bangunan yang dibuat dari awal.

"Ada sejumlah bagian rumah yang harus diperiksa kondisinya untuk kemudian dilakukan perkuatan. Mulai dari dinding, tiang beton, ukuran pintu, atap, hingga teras. Itu semua dikaji sesuai dengan kondisi rumah masing-masing.,” jelasnya.

Arifin mengungkapkan proyek rumah aman di Kabupaten Banyuwangi karena menjadi daerah rawan gempa bumi. Apalagi terdapat zona megathrust yang memiliki potensi bencana gempa bumi dan tsunami di selatan Pulau Jawa.

“Dua daerah telah menjadi lokasi pemodelan penguatan rumah aman gempa, satu di Jawa Barat yakni Sukabumi, dan Jawa Timur di Banyuwangi,” ucapnya.

Arifin berharap ke depan pemerintah daerah bisa menindaklanjuti dengan mengadakan sosialisasi dan workshop kepada masyarakat.

“Sosialisasi kepada masyarakat harus digalakan termasuk tukang-tukang itu harus dilatih agar retrofitting bisa dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Tim Sibat Kelurahan Mojopanggung Tri Putra mengatakan pembangunan dinding rumah diperkuat dengan teknik ferosemen.

"Jadi dengan membuat tegakan dengan menambah semen di dinding yang juga dilapisi jaring kawat berdiameter 1 milimeter. Standarnya setiap 3 meter tembok dan di sudut dinding mendapatkan satu tegakan ferosemen," katanya.

Pihaknya kemudian juga membuat ferosemen menyilang agar lebih tahan terhadap goncangan. "Dari tembok batu bata kita semen dulu 1 sentimeter, kita beri kawat jadi berbentuk kotak, lalu kita semen lagi 1 sentimeter," kata Tri.(Im)

Related

Education 5184460269072262301

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item