Pengurus Hippam Tirto Suci Desa Plampangrejo Harap Diganti,Karena Dinilai Warga Kurang Transparan

Mediasi Terkait Hippam Di Desa Plampangrejo

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Warga Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring mengaku keberatan tentang rencana kenaikan tarif penggunaan air bersih oleh pengurus Himpunan Pengguna Air Masyarakat (Hipam) Tirto Suci, desa setempat. Lantaran kenaikan tersebut dilakukan secara sepihak oleh pengurus hippam.

Pemaparan ini diungkapkan Ponirin warga pengguna air desa setempat. Pihaknya mengatakan, kenaikan tarif dari Rp. 2000 ribu akan dinaikan sebesar Rp. 3000 permeter kubikya. Sedangkan biaya pemasangan dirinya dikenakan biaya sebesar Rp. 600 ribu. Perbulan pihaknya membayar tagihan rata – rata diatas Rp. 50 ribu. Dengan alasan ini dia merasa keberatan atas rencana kenaikan tarif penggunaan air bersih.

“Tak pernah ada rapat. Kenaikan itu dilakukan sepihak. Kami hanya menerima selebarannya saja,” jelas Ponirin, saat menghadiri mediasi permasalahan tersebut di ruang rapat Kantor Desa Palmpangrejo, Jumat (28/05/2021), siang.

Sementara itu, dalam mediasi yang dihadiri Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tiga Pilar Desa Plampangrejo, Camat Cluring, dan warga pengguna air, Purnoto Sekretaris Hippam Tirto Suci memaparkan, rencana kenaikan itu lantaran pihaknya akhir – akhir ini mengalami defisit karena kenaikan tarif listrik dan perawatan.

“Pengguna air sampai saat ini sekitar 1400 warga lebih. Sebenarnya masyarakat sudah kami undang, namun tak ada yang hadir,” jelas Purnoto.

Pemaparan pengurus tersebut sontak mendapat sorakkan dari masyarakat yang hadir, warga mengatakan ika apa yang diungkapkan pengurus itu bohong.

“Purnoto Bohong,” lontar beberapa warga dalam mediasi tersebut.

Dalam mediasi itu, Anggi Yolandra perwakilan masyarakat mengatakan pengguna air dengan tegas menolak rencana kenaikan tarif. Terkait kurang transparansinya pengelolaan keuangan pihaknya meminta pertanggung jawaban pengurus hippam Tirto Suci secara akuntabel selama 1 dekade terakhir.

Bahkan pihaknya juga ingin membedah akta notaris, dan AD (Anggaran Dasar) ART (Anggaran Rumah Tangga) yang dijadikan pegangan pengurus hippam Tirto Suci dalam mengelola 4 sumur bor di Desa Plampangrejo.

“Kami menolak kenaikan tersebut. Dengan ini kami nyatakan pengurus Hippam Tirto Suci gagal, kami menuntut rekstrukturalisasi kepengurusan dengan orang – orang baru melalui masyarakat,” tegas Anggi.

Berlangsungnya mediasi berjalan lancar dan aman berkat kesigapan aparat dalam mengamankan jalannya musyawarah tersebut.(Im)

Related

Pemerintahan 8611784459579650530

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item